Friday, 22 May 2009

Bisakah BUMI diselamatkan....???

 
Proyek2 yang mungkin dapat menyelamatkan BUMI :
Bumi yang kita tinggali ini sudah mengalami kerusakan yang luar biasa di mana-mana. Pencemaran udara akibat polusi dari jumlah kendaraan bermotor dan industri yang meningkat tajam, hutan yang habis ditebang, sungai dan laut yang dieksplorasi manfaatnya tapi justru menjadi rusak dan lain-lain.
Masalah yang menimpa bumi memang sudah cukup banyak. Manusia dengan segala aktivitas dan kebutuhannya secara perlahan-lahan telah merusaknya. Entah sampai kapan lagi bumi kita ini dapat bertahan.
Perbuatan manusia memang sudah tidak terkontrol lagi. Kerusakan udara, tanah dan air sudah sedemikian parah sehingga suhu temperatur bumi makin memanas, salju di kutub mencair, daratan semakin terkikis, banjir di mana-mana, iklim yang tidak lagi bersahabat dan masalah-masalah lainnya.
Lalu apa yang telah dilakukan oleh kita untuk menyelamatkannya?
Ternyata masih banyak orang yang peduli dan ingin menyelamatkan bumi. Orang-orang tersebut dengan segenap kemampuan mereka berusaha untuk menyelamatkan bumi sehingga untuk ke depannya bumi masih menjadi tempat yang layak bagi anak-anak cucu mereka tinggal.
Apa saja proyek ramah lingkungan yang telah atau sedang dikerjakan oleh orang-orang tersebut, mari kita lihat satu per satu.

1. Proyek pembangkit listrik tenaga surya Qaidam Basin PV, China
Proyek ini diumumkan pada bulan Januari 2009 yang berlokasi di Barat Laut negara Cina yang akan menjadi pembangkit listrik tenaga surya terbesar yang mampu menghasilkan listrik sebesar 1GW.

2. Proyek pembangkit listrik tenaga angin Markbygden, Swedia
Dengan 1,101 turbin di lahan seluas kurang lebih 450 km persegi, ladang angin Markybygden akan menjadi ladang yang memproduksi listrik tenaga angin terbesar begitu nanti diresmikan pada tahun 2020. Saat ini proyek tersebut sedang menunggu perizinan dari pemerintah Swedia, dan info tambahan juga bahwa proyek yang diperkirakan menelan biaya 5 Milyar Euro tersebut akan memproduksi energi listrik 12TWh tiap tahunnya.

3. Proyek pembangkit listrik tenaga air Three Gorges, Cina
Proyek bendungan hidroelektrik ini akan menjadi bendungan terbesar di dunia begitu rampung pada tahun 2011, dapat memproduksi listrik sebanyak 22,500MWh. Namun bendungan seluas 39.3km3 itu juga memiliki dampak negatif yang diantaranya adalah karena jalur lokasinya yang rentan akan gempa bumi dan diperkirakan keberadaannya justru dapat menimbulkan longsor bagi daerah-daerah di sekitarnya.
Pembangkit Listrik 1
[Foto dari: Tim Salmon, Flickr]

4. Proyek pembangkit listrik tenaga surya Acciona Amareleja (Moura) PV, Portugal
Proyek ini sudah rampung pada tahun lalu, dan sampai dengan saat ini menjadi ladang pembangkit listrik tenaga surya terbesar di dunia dengan kemampuan memproduksi 93 juta KWh listrik per tahunnya, yang cukup untuk digunakan oleh 30,000 rumah tangga di Portugal.
Pembangkit Listrik 2

5. Proyek pembangkit listrik tenaga gelombang Siadar, Hebrides (Skotlandia)
Hebrides adalah kepulauan di Barat Laut Skotlandia. Dan saat ini di negara kepulauan tersebut tengah dibangun sebuah proyek pembangkit listrik tenaga gelombang. Proyek yang dibangun atas kerjasama pemerintah Skotlandia dan perusahaan yang ahli di bidang gelombang air Wavegen itu akan dapat memproduksi listrik sebanyak 4MW setelah nanti rampung pada tahun 2011 - cukup untuk keperluan listrik bagi 1,800 rumah tangga.
Pembangkit Listrik 3

6. Proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi Leyte, Filipina
'Bebatuan panas' alami yang melimpah di negara Filipina menjadikannya sebagai negara penghasil panas bumi terbesar kedua di dunia, yang dapat menghasilkan listrik bergiga-giga watt. Leyte mampu menghasilkan listrik sebanyak 708MW dan merupakan ladang panas bumi terbesar dari lima ladang yang ada di Filipina.

7. Proyek pembangkit listrik tenaga surya Topaz, California Amerika Serikat
Saat ini pembangkit listrik tenaga surya terbesar masih dipegang oleh Moura di Portugal, tapi hal itu mungkin tidak akan bertahan lama. Topaz, ladang tenaga surya yang kemungkinan akan dibuka sekitar tahun 2012-13 akan menjadi pembangkit listrik tenaga surya terbesar di dunia dengan kemampuan menghasilkan listrik sebanyak 550MW , yang itu cukup untuk digunakan oleh sekitar 190,000 rumah tangga di Amerika Serikat.
Pembangkit Listrik 4

8. Proyek pembangkit listrik tenaga surya Sevilla, Spanyol
Ladang tenaga surya yang berlokasi dengan dengan kota Seville Spanyol ini, merupakan salah satu yang terbesar di Eropa. Terdiri dari kumpulan 600 kaca baja yang mengalihkan cahaya matahari ke atas sebuah menara surya setinggi 115m. Di atas menara itu, uap air akan diubah menjadi uap, yang nantinya akan menggerakkan turbin yang mampu menghasilkan listrik yang cukup untuk digunakan bagi 6,000 rumah tangga. Abengoa Solar, perusahaan yang menjalankan pembangkit listrik itu mengatakan bahwa teknologi yang mereka gunakan dalam proyek tersebut sangat sederhana. Tujuan yang ingin dicapai adalah ladang yang mampu menghasilkan 1.2MW yang listriknya dapat digunakan oleh 600,000 rumah tangga.

9. Proyek pembuatan turbin Maglev
Sampai sejauh ini, belum ada informasi yang menyebutkan negara mana yang akan menggunakan turbin tenaga angin dengan teknologi terbaru ini. Proyek Maglev diperkenalkan pertama kali pada ajang Wind Power Asia di Beijing Cina. Proyek ini diharapkan dapat membawa teknologi pembangkit listrik tenaga angin pada tingkat selanjutnya dengan pengapungan magnetiknya. Produksinya sendiri saat ini dikerjakan di Cina dan Amerika.

10. Proyek kota tenaga surya Babcock Ranch, Florida Amerika Serikat
Proyek Babcock Ranch merupakan proyek pembuatan kota yang 'hijau' dengan menggunakan tenaga surya sebagai energi utama. Saat ini masih menunggu izin dan jika nanti terwujud, Babcock Ranch akan menjadi kota tenaga surya pertama di dunia dan akan didiami oleh sekitar 19,500 rumah tangga.
Pembangkit Listrik 5
Sumber : Putih

Thursday, 21 May 2009

Sinar Mas - ‘Forest and Climate Criminal’


‘Forest and Climate Criminal’

Aktivis Greenpeace membentangkan spanduk besar 20 x 10 meter di Gedung Sinar Mas pada 19 Maret 2009. Aktivis Greenpeace mengunci diri di depan kantor pusat Sinar Mas untuk menghentikan kegiatan mereka sampai mereka berkomitmen untuk menghentikan kegiatan penghancuran hutan terakhir di Indonesia.

Jakarta, IndonesiaPara aktivis Greenpeace dipukul dan ditendang secara kasar pagi ini saat melakukan aksi damai di kantor pusat perusahaan kelapa sawit terbesar Indonesia, Sinar Mas Group. Greenpeace menuntut penghentian terus berlangsungya pengrusakan hutan Indonesia yang tersisa, oleh perusahaan ini.

Dua puluh lima aktivis Greenpeace merantai diri mereka menutupi jalan masuk ke gedung tersebut, sementara para pemanjat memasang spanduk raksasa berukuran 20m x 10m banner untuk melabe Sinar Mas sebagai ‘Penjahat Hutan dan Iklim’. Polisi kemudian tiba di lokasi dan memindah secara paksa para aktivis keluar gedung Sinar Mas.

“Kekerasan berlebihan yang dilakukan oleh pihak keamanan Sinar Mas adalah cerminan cara perusahaan ini melakukan bisnisnya. Sinar Mas mungkin percaya kalau mereka bisa mengabaikan hokum tapi hak untuk menyuarakan pendapat secara damai dinyatakan dalam konstitusi. Kami melakukan aksi hari ini karena Sinar Mas dan Pemerintah Indonesia gagal melakukannya. Kita sedang menghadapi ancaman terbesar yang mungkin terjadi pada umat manusia – bencana iklim, dan perusahaan seperti Sinar Mas terus merusak hutan dan lahan gambut. Yang seharusnya dilindungi untuk generasi mendatang dan, sebagaimana makin jelas juga, bagi stabilitas iklim,” kata Bustar Maitar, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara.


Greenpeace telah memonitor operasi Sinar Mas di Riau, Kalimantan Barat dan Papua selama beberapa tahun terakhir dan baru-baru ini mendapatkan bukti baru pengrusakan yang terus dilakukan oleh Sinar Mas Group di wilayah ini. Sinar Mas juga bersiap untuk melakukan ekspansi besar-besaran karena mereka menguasai wilayah hak konsesi yang belum ditanami seluas 200,000 hektar berupa hutan dan rencana untuk mendapatkan konsesi seluas 1,1 juta hektar lagi, sebagian besar di Papua. Selanjutnya, organisasi hak azasi manusia telah menyatakan keprihatinannya akan tekanan yang dilakukan terhadap masyarakat yang melakukan protes terhadap APP (milik Sinar Mas) di Suluk Bongkal, Riau di akhir tahun lalu.

“Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono telah mengatakan pada dunia internasional bahwa dia akan mengurangi emisi gas rumahkaca Indonesia, tetapi Sinar Mas terus melakukan pengrusakan hutan tanpa dihentikan. Jika SBY serius mengenai menjadikan Indonesia sebagai pemimpin global dalam mengatasi krisis iklim, dia harus mengambil tindakan segera untuk menghentikan perusahaan ini menghancurkan asset Indonesia yang terbesar – hutan dan lahan gambut yang kaya dengan karbon,” kata Bustar.

Greenpeace menyerukan penghentian semua ekspansi hutan dan lahan gambut oleh Sinar Mas dan perusahaan lain. Selanjutnya, Greenpeace juga menyerukan pemerintah Indonesia untuk segera menerapkan moratorium terhadap segala bentuk konversi hutan. Hal ini tidak hanya membantu memangkas emisi gas rumahkaca Indonesia, tetapi juga akan menjaga kekayaan keanekaragaman tropis dan melindungi penghidupan masyarakat yang bergantung pada hutan di seluruh Indonesia.

Pemerintah perlu mengambil tindakan untuk melindungi masyarakat Indonesia dari dampak perubahan iklim dengan mengurangi emisi sebanyak 75% pada tahun 2012 dan mendorong negara-negara industri untuk membiayai pengurangan deforestasi dan juga mengurangi emisi mereka sendiri secara dramatis.

Wednesday, 20 May 2009

Gunung Baru Jari Meletus

Gunung Rinjani Meletus

3 Mei 2009 17:30 WIB | Redaksi

rinjani-vulaknerJAKARTA - Gunung Rinjani kembali menggeliat. Gunung setinggi 3.726 meter yang berada di Nusa Tenggara Barat itu meletus kemarin sore. “Letusan abu vulkaniknya mencapai (jarak) 800 meter dari puncak gunung,” ujar Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono, ketika dihubungi Tempo kemarin.

Surono menerangkan, letusan terjadi pada pukul 16.01 WITA di kaldera Rinjani yang bernama Gunung Baru Jari. Kaldera adalah kawah gunung berapi yang sangat besar dan biasanya terbentuk karena adanya ledakan atau runtuhnya bagian puncak gunung berapi.

Sejak tiga minggu yang lalu, Surono menambahkan, gunung yang terbentuk dari letusan besar pada abad ke-19 itu memang sudah masuk daftar pantauan Pusat Vulkanologi. Selama tiga pekan itu tercatat adanya perubahan temperatur dan perubahan tingkat keasaman di gunung itu.

Meski gunung telah mengalami letusan, kata Surono, pemerintah belum mengeluarkan instruksi pengungsian bagi warga sekitar. Upaya antisipasi baru ditujukan bagi masyarakat yang hendak mendaki ke puncak. “Untuk sementara, program pendakian sudah kami tutup,” ujarnya.

Surono juga meminta masyarakat mewaspadai Sungai Kokok Putih, yang berhulu di Danau Segara Anak. Jika ledakan besar terjadi, Badan Vulkanologi memperkirakan dampak letusan akan mengalir ke aliran tersebut. “Dalam keadaan normal, Danau Segara Anak kerap dijadikan tempat memancing,” ujar Surono.

Surono menjelaskan, letusan kali ini merupakan letusan yang terakhir sejak 2004. Letusan yang cukup besar terjadi pada 1994. Kala itu, kata Surono, letusan Rinjani sempat menyebabkan sebagian besar Kota Mataram tertutup abu vulkanik. “Untuk saat ini, statusnya masih waspada,” ujarnya.

Rinjani selama ini dikenal sebagai gunung yang indah dan menjadi incaran para pendaki.

Pada ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut terdapat kaldera yang membentuk Danau Segara Anak. Di tengahnya terdapat Gunung Baru Jari, yang masih aktif. Tempat ini sudah menjadi kawasan wisata karena memiliki sumber mata air panas. RIKY FERDIANTO

Sumber: Korantempo.com

Friday, 15 May 2009


Adakah Solusinya?

Setelah rentetan fakta-fakta menyeramkan yang telah dibahas sebelumnya, kini kita sampai pada pertanyaan yang terpenting:
Adakah solusi dari semua permasalahan ini? KABAR BAIK UNTUK KITA SEMUA: ADA SOLUSI UNTUK MENGHENTIKAN
GLOBAL WARMING, dan saat ini KITA MASIH PUNYA KESEMPATAN UNTUK MELAKUKANNYA. Yang kita butuhkan hanyalah KEMAUAN YANG KUAT UNTUK BERUBAH!

Pada dasarnya, yang harus kita lakukan adalah mengurangi semaksimal mungkin segala aktifitas yang menghasilkan emisi gas rumah kaca.
Ada lima hal utama yang dapat KITA lakukan untuk menyelamatkan planet bumi:

(1) Berhenti atau kurangilah makan daging!
Dalam laporannya yang berjudul Livestock’s Long Shadow: Enviromental Issues and Options dirilis November 2006), PBB mencatat bahwa 18% dari pemanasan global yang terjadi saat ini
disumbangkan oleh industri peternakan, yang mana lebih besar daripada efek pemanasan global yang dihasilkan oleh seluruh alat transportasi dunia digabungkan!
PBB juga menambahkan bahwa emisi yang dihitung hanya berdasarkan emisiCO2 yang dihasilkan, padahal selain sebagai kontributor CO2 yang hebat, industri peternakan juga merupakan salah satu sumber utama pencemaran tanah dan sumber-sumber air bersih. Sebuah laporan dari Earth Institute menegaskan bahwa diet berbasis tanaman hanya membutuhkan 25% energi yang dibutuhkan oleh diet berbasis daging. Penelitian yang dilakukan Profesor Gidon Eshel dan Pamela Martin dari Universitas Chicago juga memberikan kesimpulan yang sama:
mengganti pola makan daging dengan pola makan vegetarian 50% lebih efektif untuk mencegah pemanasan global daripada mengganti sebuah mobil SUV dengan mobil hibrida. Seorang vegetarian dengan standar diet orang Amerika akan menghemat 1,5 ton emisi rumah kaca setiap
tahunnya! Seorang vegetarian yang mengendarai SUV Hummer masih lebih bersahabat dengan
lingkungan daripada seorang pemakan daging yang mengendarai sepeda!

(2) Batasilah emisi karbon dioksida!
Bila memungkinkan, carilah sumber-sumber energi alternatif yang tidak menghasilkan emisi O2 seperti tenaga matahari, air, angin, nuklir, dan lain-lain. Bila terpaksa harus menggunakan bahan bakar fosil (yang mana akan menghasilkan emisi CO2), gunakanlah dengan bijak dan efisien. Hal ini termasuk menghemat listrik dan energi, apalagi Indonesia termasuk negara yang banyak menggunakan bahan bakar fosil (minyak, batubara) untuk pembangkit listriknya. Matikanlah peralatan listrik ketika tidak digunakan, gunakan lampu hemat energi, dan gunakanlah panel surya sebagai energi alternatif.

(3) Tanamlah lebih banyak pohon!
Tanaman hijau menyerap CO2 dari atmosfer dan menyimpannya dalam jaringannya. Tetapi setelah mati mereka akan melepaskan kembali CO2 ke udara. Lingkungan dengan banyak
tanaman akan mengikat CO2 dengan baik, dan harus dipertahankan oleh generasi mendatang. Jika tidak, maka karbon yang sudah tersimpan dalam tanaman akan kembali terlepas ke atmosfer sebagai CO2. Peneliti dari Louisiana Tech University menemukan bahwa setiap are
pepohonan hijau dapat menangkap karbon yang cukup untuk mengimbangi emisi yang dihasilkan dari mengendarai sebuah mobil selama setahun. Sebuah studi yang dilakukan
oleh layanan perhutanan di Amerika Serikat juga menunjukkan bahwa penanaman 95.000 pohon yang dilakukan di dua kota kecil di Chicago memberikan udara yang lebih bersih dan
menghemat biaya yang berhubungan dengan pemanasan dan pendinginan udara sebesar lebih dari US$ 38 juta dalam 30 tahun ke depan.

(4) Daur ulang (Recycle) dan gunakan ulang (Reuse)
Kalkulasi yang dilakukan di California menunjukkan bahwa apabila proses daur ulang dapat diterapkan hingga di level negara bagian California, maka energi yang dihemat cukup untuk memberikan suplai energi bagi 1,4 juta rumah, mengurangi 27.047 ton polusi air, menyelamatkan 14 juta pohon, dan mengurangi emisi gas rumah kaca hingga setara dengan 3,8 juta mobil.

(5) Gunakan alat transportasi alternatif untuk mengurangi emisi karbon
Penelitian yang dilakukan Universitas Chicago menunjukkan bahwa beralih dari mobil konvensional ke mobil hibrida seperti Toyota Prius dapat menghemat 1 ton emisi per tahun.
Mengonsumsi makanan produk lokal akan mengurangi emisi dalam jumlah yang cukup signifikan. Penelitian yang dilakukan oleh Iowa State University pada tahun 2003 menemukan
bahwa makanan non-lokal rata-rata menempuh 1.494 mil sebelum dikonsumsi, bandingkan dengan makanan lokal yang hanya menempuh 56 mil. Bayangkan betapa banyak emiemisi
karbon yang dihemat dengan perbedaan 1.438 mil tersebut.
Gunakan sepeda sebanyak yang Anda bisa sebagai metode transportasi. Selain menghemat banyak energi, bersepeda juga merupakan olah raga yang menyehatkan. “Saya berusaha untuk menggunakan sepeda untuk pergi ke tempat kerja sesering yang saya bisa untuk menghemat energi.” — Margot Wallstrom, Wakil Presiden dari Komisi Uni Eropa.

Berubahlah!

Satu hal lain yang sangat penting disamping lima hal yang dapat Anda lakukan di atas adalah keinginan dan motivasi Anda sendiri untuk berubah. Saran-saran di atas tidak akan berarti jika hanya menjadi bahan bacaan tanpa tindakan yang nyata. Kita harus benar-benar mulai mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. Anda tidak perlu mengambil langkah
ekstrim untuk langsung berubah hanya dalam semalam bila hal tersebut terlalu berat bagi Anda. Lakukanlah secara bertahap tetapi konsisten dengan komitmen Anda Jadilah contoh nyata bagi lingkungan dan orang-orang di sekitar Anda. Contoh dan praktek yang Anda berikan sangat penting untuk menginspirasi banyak orang lainnya untuk berubah pula. Berikanlah informasi
kepada orang-orang disekitar Anda sehingga mereka dapat mengerti mengenai konsekuensi dari pola hidup mereka. Dan berilah mereka dorongan untuk mencoba pola hidup mulia yang akan menyelamatkan planet kita tercinta ini.

EGOISME...!!!

Egoisme: Penyebab Kerusakan Alam & Lingkungan.

Apa hubungan egoisme dengan kerusakan lingkungan? Ada! Egoisme dan ketidakpedulian kita adalah penyebab timbulnya segala permasalahan lingkungan yang kita alami hari ini.
Banyak dari kita yang hanya memikirkan kenyamanan pribadi tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi pada lingkungan di sekitar kita maupun lingkungan global secara keseluruhan.
Hanya karena merasa punya uang, kita tidak mengindahkan peringatan dan himbauan untuk melakukan  penghematan energi.
“Ah, saya mampu membayar berapapun tagihan listrik yang ada.
Jadi terserah saya dong untuk memakai listrik sesuka hati saya. Saya sanggup membeli BBM berapapun yang saya mau, jadi terserah saya dong mau beli mobil yang borosnya kayak apa.”
Renungkanlah: Berapa banyak energi dan sumber daya yang harus terbuang sia-sia hanya karena orang-orang ingin menikmati kenyamanan yang sesungguhnya tidak benar-benar mereka perlukan. Berapa banyak energi dan sumber daya yang terbuang sia-sia hanya karena mereka ingin terlihat tampil bergengsi.
Orang-orang seringkali membeli hal-hal yang tidak mereka perlukan, mengganti barang-barang yang semestinya masih bisa digunakan hanya karena alasan bosan. Kita tidak pernah memikirkan berapa banyak tenaga dan sumber daya planet ini yang rusak untuk memenuhi kebutuhan egois kita tersebut.
Camkanlah satu hal: Uang Anda memang bisa membeli berliter-liter BBM, tetapi uang tersebut tidak dapat mengembalikan tiap liter BBM yang telah Anda ambil dari alam. Butuh jutaan tahun untuk menghasilkan BBM yang Anda nikmati tersebut.
Janganlah memikirkan kenyamanan hidup Anda sendiri. Setidaknya pikirkanlah keadaan generasi penerus Anda, mereka harus menjalani hidupnya dengan segala sumber daya yang sangat terbatas karena ulah orang tua, kakek nenek, dan nenek moyangnya di masa lalu.
Lalu Anda akan berpikir, tetapi bukankah kita memiliki energi alternatif seperti bio fuel, hidrogen, dan lainlain?
Tetap saja semua itu tidak gratis, selalu ada yang harus dikorbankan.Bio fuel menyebabkan kerusakan lingkungan karena penanaman tanaman bahan bakar tersebut membutuhkan lahan yang tidak sedikit. Hidrogen masih mahal dan belum dapat diproduksi dengan efisien. Bagaimana seandainya planet kita sudah hancur duluan sebelum kita dapat menikmati semua kenyamanan teknologi tersebut? Saat ini kita berpacu dengan waktu. Begitu banyak orang di belahan dunia lainnya yang sangat membutuhkan tiap tetes BBM yang kita nikmati, tiap tetes air bersih yang kita nikmati, dan hal-hal mendasar lainnya untuk mendukung kehidupan mereka. Berhematlah dalam segala bentuk yang Anda bisa. Lakukanlah untuk dunia, lakukanlah untuk  generasi penerus Anda.....

Wednesday, 13 May 2009

Global Warmnig (hbs.2)

10 Gejala Pemanasan Global

Lapisan Es yang Kian Menipis

Lapisan Es yang Kian Menipis

Ada yang bilang pemanasan global itu hanya khayalan para pecinta lingkungan. Ada yang bilang itu sudah takdir. Ilmuwan juga masih pro dan kontra soal itu. Yang pasti, fenomena alam itu bisa dirasakan dalam 10 kejadian berikut ini. Dan yang pasti ini bukan imajinasi belaka, sebab kita sudah mengalaminya.

1. Kebakaran hutan besar-besaran

Bukan hanya di Indonesia, sejumlah hutan di Amerika Serikat juga ikut terbakar ludes. Dalam beberapa dekade ini, kebakaran hutan meluluhlantakan lebih banyak area dalam tempo yang lebih lama juga. Ilmuwan mengaitkan kebakaran yang merajalela ini dengan temperatur yang kian panas dan salju yang meleleh lebih cepat. Musim semi datang lebih awal sehingga salju meleleh lebih awal juga. Area hutan lebih kering dari biasanya dan lebih mudah terbakar.

2. Situs purbakala cepat rusak

Akibat alam yang tak bersahabat, sejumlah kuil, situs bersejarah, candi dan artefak lain lebih cepat rusak dibandingkan beberapa waktu silam. banjir, suhu yang ekstrim dan pasang laut menyebabkan itu semua. Situs bersejarah berusia 600 tahun di Thailand, Sukhotai, sudah rusak akibat banjir besar belum lama ini.

3. Ketinggian gunung berkurang

Tanpa disadari banyak orang, pegunungan Alpen mengalami penyusutan ketinggian. Ini diakibatkan melelehnya es di puncaknya. Selama ratusan tahun, bobot lapisan es telah mendorong permukaan bumi akibat tekanannya. Saat lapisan es meleleh, bobot ini terangkat dan permukaan perlahan terangkat kembali.

4. Satelit bergerak lebih cepat

Emisi karbon dioksida membuat planet lebih cepat panas, bahkan berimbas ke ruang angkasa. Udara di bagian terluat atmosfer sangat tipis, tapi dengan jumah karbondioksida yang bertambah, maka molekul di atmosfer bagian atas menyatu lebih lambat dan cenderung memancarkan energi, dan mendinginkan udara sekitarnya. Makin banyak karbondioksida di atas sana, maka atmosfer menciptakan lebih banyak dorongan, dan satelit bergerak lebih cepat.

5. Hanya yang Terkuat yang Bertahan

Akibat musim yang kian tak menentu, maka hanya mahluk hidup yang kuatlah yang bisa bertahan hidup. Misalnya, tanaman berbunga lebih cepat tahun ini, maka migrasi sejumlah hewan lebih cepat terjadi. Mereka yang bergerak lambat akan kehilangan makanan, sementar mereka yang lebih tangkas, bisa bertahan hidup. Hal serupa berlaku bagi semua mahluk hidup termasuk manusia.

6. Pelelehan Besar-besaran

Bukan hanya temperatur planet yang memicu pelelehan gununges, tapi juga semua lapisan tanah yang selama ini membeku. Pelelehan ini memicu dasar tanah mengkerut tak menentu sehingga menimbulkan lubang-lubang dan merusak struktur seperti jalur kereta api, jalan raya, dan rumah-rumah. Imbas dari ketidakstabilan ini pada dataran tinggi seperti pegunungan bahkan bisa menyebabkan keruntuhan batuan.

7. Keganjilan di Daerah Kutub

Hilangnya 125 danau di Kutub Utara beberapa dekade silam memunculkan ide bahwa pemanasan global terjadi lebih “heboh” di daerah kutub. Riset di sekitar sumber airyang hilang tersebut memperlihatkan kemungkinan mencairnya bagian beku dasar bumi.

8. Mekarnya Tumbuhan di Kutub Utara

Saat pelelehan Kutub Utara memicu problem pada tanaman danhewan di dataran yang lebih rendah, tercipta pula situasi yang sama dengan saatmatahari terbenam pada biota Kutub Utara. Tanaman di situ yang dulu terperangkap dalam es kini tidak lagi dan mulai tumbuh. Ilmuwan menemukan terjadinya peningkatan pembentukan fotosintesis di sejumlah tanah sekitar dibanding dengan tanah di era purba.

9. Habitat Makhluk Hidup Pindah ke Dataran Lebih Tinggi

Sejak awal dekade 1900-an, manusia harus mendaki lebihtinggi demi menemukan tupai, berang-berang atau tikus hutan. Ilmuwan menemukan bahwa hewan-hewan ini telah pindah ke dataran lebih tinggi akibat pemanasan global. Perpindahan habitat ini mengancam habitat beruang kutub juga, sebab es tempat dimana mereka tinggal juga mencair.

10. Peningkatan Kasus Alergi

Sering mengalami serangan bersin-bersin dan gatal di matasaat musim semi, maka salahkanlah pemanasan global. Beberapa dekade terakhir kasus alergi dan asma di kalangan orang Amerika alami peningkatan. Pola hidupdan polusi dianggap pemicunya. Studi para ilmuwan memperlihatkan bahwa tingginya level karbondioksida dan temperatur belakangan inilah pemicunya. Kondisi tersebut juga membuat tanaman mekar lebih awal dan memproduksi lebih banyak serbuk sari.

Apa itu Pemanasan Global...?

"Panas banget ya hari ini!” Seringkah Anda mendengar pernyataan tersebut terlontar dari orang-orang di sekitar Anda ataupun dari diri Anda sendiri? Anda tidak salah, data-data yang ada memang menunjukkan planet bumi terus mengalami peningkatan suhu yang mengkhawatirkan dari tahun ke tahun. Selain makin panasnya cuaca di sekitar kita, Anda tentu juga menyadari makin banyaknya bencana alam dan fenomena-fenomena alam yang cenderung semakin tidak terkendali belakangan ini. Mulai dari banjir, puting beliung, semburan gas, hingga curah hujan yang tidak menentu dari tahun ke tahun. Sadarilah bahwa semua ini adalah tanda-tanda alam yang menunjukkan bahwa planet kita tercinta ini sedang mengalami proses kerusakan yang menuju pada kehancuran! Hal ini terkait langsung dengan isu global yang belakangan ini makin marak dibicarakan oleh masyarakat dunia yaitu Global Warming (Pemanasan Global). Apakah pemanasan global itu? Secara singkat pemanasan global adalah peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi. Pertanyaannya adalah: mengapa suhu permukaan bumi bisa meningkat?

Penyebab Pemanasan Global

Penelitian yang telah dilakukan para ahli selama beberapa dekade terakhir ini menunjukkan bahwa ternyata makin panasnya planet bumi terkait langsung dengan gas-gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktifitas manusia. Khusus untuk mengawasi sebab dan dampak yang dihasilkan oleh pemanasan global, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) membentuk sebuah kelompok peneliti yang disebut dengan International Panel on Climate Change (IPCC). Setiap beberapa tahun sekali, ribuan ahli dan peneliti-peneliti terbaik dunia yang tergabung dalam IPCC mengadakan pertemuan untuk mendiskusikan penemuan-penemuan terbaru yang berhubungan dengan pemanasan global, dan membuat kesimpulan dari laporan dan penemuan- penemuan baru yang berhasil dikumpulkan, kemudian membuat persetujuan untuk solusi dari masalah tersebut . Salah satu hal pertama yang mereka temukan adalah bahwa beberapa jenis gas rumah kaca bertanggung jawab langsung terhadap pemanasan yang kita alami, dan manusialah kontributor terbesar dari terciptanya gas-gas rumah kaca tersebut. Kebanyakan dari gas rumah kaca ini dihasilkan oleh peternakan, pembakaran bahan bakar fosil pada kendaraan bermotor, pabrik-pabrik modern, peternakan, serta pembangkit tenaga listrik.

Apa itu Gas Rumah Kaca?

Atmosfer bumi terdiri dari bermacam-macam gas dengan fungsi yang berbeda-beda. Kelompok gas yang menjaga suhu permukaan bumi agar tetap hangat dikenal dengan istilah “gas rumah kaca”. Disebut gas rumah kaca karena sistem kerja gas-gas tersebut di atmosfer bumi mirip dengan cara kerja rumah kaca yang berfungsi menahan panas matahari di dalamnya agar suhu di dalam rumah kaca tetap hangat, dengan begitu tanaman di dalamnya pun akan dapat tumbuh dengan baik karena memiliki panas matahari yang cukup. Planet kita pada dasarnya membutuhkan gas-gas tesebut untuk menjaga kehidupan di dalamnya. Tanpa keberadaan gas rumah kaca, bumi akan menjadi terlalu dingin untuk ditinggali karena tidak adanya lapisan yang mengisolasi panas matahari. Sebagai perbandingan, planet mars yang memiliki lapisan atmosfer tipis dan tidak memiliki efek rumah kaca memiliki temperatur rata-rata -32o Celcius.

Kontributor terbesar pemanasan global saat ini adalah Karbon Dioksida (CO2), metana (CH4) yang dihasilkan agrikultur dan peternakan (terutama dari sistem pencernaan hewan-hewan ternak), Nitrogen Oksida (NO) dari pupuk, dan gas-gas yang digunakan untuk kulkas dan pendingin ruangan (CFC). Rusaknya hutan-hutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyimpan CO2 juga makin memperparah keadaan ini karena pohon-pohon yang mati akan melepaskan CO2 yang tersimpan di dalam jaringannya ke atmosfer. Setiap gas rumah kaca memiliki efek pemanasan global yang berbedabeda. Beberapa gas menghasilkan efek pemanasan lebih parah dari CO2. Sebagai contoh sebuah molekul metana menghasilkan efek pemanasan 23 kali dari molekul CO2. Molekul NO bahkan menghasilkan efek pemanasan sampai 300 kali dari molekul CO2. Gas-gas lain seperti chlorofluorocarbons (CFC) ada yang menghasilkan efek pemanasan hingga ribuan kali dari CO2. Tetapi untungnya pemakaian CFC telah dilarang di banyak negara karena CFC telah lama dituding sebagai penyebab rusaknya lapisan ozon.