<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4360674005652309536</id><updated>2012-02-16T01:31:26.850-08:00</updated><category term='Kode Pecinta Alam Indonesia'/><category term='Sinar Mas - &quot;Forest and Climate Criminal&quot;'/><category term='Earth'/><category term='Bisakah Bumi diselamatkan...???'/><title type='text'>CARING TODAY FOR A BETTER TOMORROW</title><subtitle type='html'>Bersama Selamatkan Bumi dari Perubahan Iklim.
"Your Planet Needs You Unite To Combat Climate Chance"...
Rawat Bumi dan Lingkungan demi kelangsungan hidup...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ally-andis.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4360674005652309536/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ally-andis.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ally Andis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04465189383082691850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Dta3ni0DAQ0/TN5GvaoIFhI/AAAAAAAAADw/uC3CcPPO_Uo/S220/46538_1353539170573_1594244560_906764_883098_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>23</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4360674005652309536.post-44624536077923131</id><published>2010-12-03T19:43:00.000-08:00</published><updated>2010-12-03T19:43:30.437-08:00</updated><title type='text'>Seks Jawa vs Seks Bugis (2)</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://timurangin.blogspot.com/2010/05/seks-jawa-vs-seks-bugis-2.html"&gt;&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_1e_zMLG4To8/TADAW9pgQwI/AAAAAAAABQ0/q9DQAsuawFk/s1600/Rama-sinta.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_1e_zMLG4To8/TADAW9pgQwI/AAAAAAAABQ0/q9DQAsuawFk/s320/Rama-sinta.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;SETIAP kali  melihat tarian Jawa, saya selalu terkesiap menyaksikan kelembutan dan  kesantunan gerak tari. Saya selalu mengagumi pakaian penari berupa  kemben dengan bahu terbuka. Bagi saya, pakaian itu lahir dari  dialog-dialog kebudayaan antara tradisi Jawa dan Islam. Saya juga  mengagumi gerakan tari yang gemulai itu. Amat lembut, namun sesekali  menghentak. Saat beberapa waktu lalu menyaksikan tari Bedhaya Ketawang  di Surakarta, saya selalu menikmati saat-saat ketika sang penari melirik  ke arah penonton. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada mulanya, saya memperhatikan  gadis yang berkulit putih bersih dan menawan. Namun ketika seorang  penari –&lt;i&gt;yang justru tidak begitu cantik&lt;/i&gt;—melirik ke arahku, saya  langsung berdebar-debar. Sungguh, saya sangat menikmati lirikan-lirikan  tersebut. Saya jadi fokus memperhatikannya. Ketika mata saya bertemu  dengan mata penari itu, ia tiba-tiba menunduk. &lt;i&gt;Duh&lt;/i&gt;…. Saya seolah  tersengat listrik. Saya langsung jatuh cinta.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya lalu ke balik panggung dan  menemui penari itu. Ia menatap saya dengan malu-malu. Suaranya pelan.  Kultur Sulawesi saya seakan berontak. Saya ingin berbicara tergesa-gesa.  Kalau perlu langsung menyatakan cinta dan ngajak pacaran. Namun  menyaksikan wajah yang manis, sorot mata yang lembut namun tajam, tutur  kata yang terjaga, serta senyum tertahan, membuat saya kehilangan  kata-kata. Ketika gadis itu menyapa dengan pelan, kaki saya gemetaran.  Saya takluk pada semua pesona yang dipancarkannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya memahami bahwa kebudayaan  adalah medan pertarungan makna. Dalam hal Jawa, kebudayaan terletak pada  tindakan-tindakan bermakna yang lahir dari proses sejarah serta  ditransmisikan dari generasi ke generasi. Kebudayaan Jawa dicirikan oleh  identitas manusia-manusia Jawa yang lahir melalui interaksi dalam  kehidupan sehari-hari &lt;i&gt;(everyday life).&lt;/i&gt; Identitas kejawaan adalah  sesuatu yang dipilih manusia Jawa kemudian dipahami dalam relasinya  dengan manusia lain dalam satu semesta.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_1e_zMLG4To8/TADAdP1j2nI/AAAAAAAABQ8/wajFX2w0qVg/s1600/gambyong.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://2.bp.blogspot.com/_1e_zMLG4To8/TADAdP1j2nI/AAAAAAAABQ8/wajFX2w0qVg/s400/gambyong.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada hari ketika saya bersua perempuan  Jawa itu, saya tiba-tiba mengamini pendapat sastrawan Seno Gumira  Adjidarma bahwa identitas seksi perempuan Jawa tidak terletak pada tubuh  yang bersih serta pinggul yang aduhai. Keseksian perempuan Jawa justru  terletak pada tutur kata yang lembut, mata yang melirik penuh makna,  serta gerak-gerik yang menunjukkan prilaku yang priyayi dan terpelajar.   Inilah yang disebut kebudayaan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun, sebagai seorang luar  Jawa, saya kadang bertanya-tanya. Jika seorang perempuan yang dibesarkan  dalam kultur Jawa bertutur dengan demikian lembut dan terjaga, b&lt;i&gt;agaimanakah  sikap mereka ketika membahas seksualitas? Apakah mereka akan bersikap  malu dan membicarakannya dengan kalimat yang juga terjaga?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kitab Seks Jawa&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_1e_zMLG4To8/TADBKSaHjEI/AAAAAAAABRU/IPCT6PBFliU/s1600/SERAT-CENTHINI-1.gif" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_1e_zMLG4To8/TADBKSaHjEI/AAAAAAAABRU/IPCT6PBFliU/s320/SERAT-CENTHINI-1.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hingga beberapa  waktu, saya banyak menanyakan pertanyaan di atas. Namun setelah membaca  beberapa bagian dari naskah &lt;i&gt;Serat Centhini,&lt;/i&gt; saya harus menyusun  ulang semua konsep yang saya bangun tentang Jawa. Saya terkagum-kagum  dengan &lt;i&gt;Serat Centhini.&lt;/i&gt; Ini adalah kitab seks yang luar biasa dan  menunjukkan sejauh mana pengetahuan dan pendalaman tentang seks. Membaca  kitab ini, saya jadi mengagumi karya emas bangsa sendiri pada masa  silam. Selama ini kita selalu mendewa-dewakan kitab seks dari luar.  Padahal di negeri kita sendiri justru terdapat sebuah kitab seks yang  tidak saja berisi petunjuk tentang tipe perempuan, pesona seorang  perempuan, posisi-posisi hubungan seks, hingga rahasia-rahasia dan  misteri hubungan seksual. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Serat Centhini &lt;/i&gt;adalah  kitab seks yang setara dengan &lt;i&gt;Ars Amatoria (The Art of Love) &lt;/i&gt;karya  penyair Romawi, Publius Ovidius Naso (43 SM-17 M) atau &lt;i&gt;Kama Sutra&lt;/i&gt;  karya Vatsyayana dari India. Serat Centhini yang nama rresminya Suluk  Tembangraras digubah pada abad ke-19, tepatnya tahun 1815 oleh tiga  pujangga Istana Keraton Surakarta. Serat ini terdiri atas 722 tembang  (lagu Jawa) yang membahas masalah seks dan seksualitas. Sedemikian  masyhurnya kitab seks ini sehingga seorang warga Perancis, Elizabeth D  Inandiak, telah menerjemahkannya ke dalam bahasa Perancis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Lantas, apakah Serat Centhini  juga mengiyakan pandangan tentang perempuan Jawa yang pemalu dan tabu  membahas seksualitas? &lt;/i&gt;Ternyata, kitab ini justru amat blak-blakan  ketika membahas seks. Seorang perempuan Jawa justru tidak selamanya  pasif dalam masalah seks sebagaimana stereotype terhadap Jawa yang  tumbuh di luar. Mereka justru memiliki kebebasan yang sama dalam  mengungkapkan pengalaman seksualnya. Padahal, mereka selalu digambarkan  pasrah kepada seorang lelaki. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal ini tampak dalam Centhini V  (Dandanggula). Dalam serat ini diceritakan tentang dialog di ruang  belakang rumah pengantin perempuan pada malam menjelang pernikahan  antara Syekh Amongraga dan Nike Tembangraras. Para perempuan muda sedang  duduk sambil mengobrol. Ada yang membicarakan pengalaman dinikahi  lelaki berkali-kali, pengalaman malam pertama, serta masalah seksual  lainnya, lalu tertawa cekikikan. Salah satu percakapan itu adalah: &lt;i&gt;“Nyai  Tengah menjawab sambil bertanya. Benar dugaanku Ni Daya. Dia memang  sangat kesulitan. Napasnya tersengal. Saya batuk saja. Eh, lepas. Mudah  sekali lepasnya. Tak pernah kukuh di tempatnya. Susahnya sangat terasa  karena meski besar seakan mati…”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kitab Seks Bugis&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;TAK hanya kebudayaan jawa yang  melahirkan kitab seksual yakni &lt;i&gt;Serat Centhini. &lt;/i&gt;Orang-orang Bugis  juga membuat catatan-catatan tentang seks yang berjudul &lt;i&gt;Assikalabineng  &lt;/i&gt;atau Kitab Persetubuhan Bugis. Catatan-catatan itu dibuat dalam  lontara’ dan dituliskan dengan aksara khas Bugis. Aksara ini menjadi  satu penanda yang mencirikan kemajuan peradaban Bugis. Nenek moyang  Bugis –&lt;i&gt;yang terlahir sebagai turunan dewa-dewa-&lt;/i&gt;- telah mencipta  aksara dan menjadikannya sebagai medium untuk menuliskan buah-buah  pikirannya. Tatkala raja-raja Bugis bermunculan, mereka lalu menuliskan  segenap pengetahuannya, termasuk pengetahuan tentang seks.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_1e_zMLG4To8/TADAs0UB1WI/AAAAAAAABRM/9rMOZmUOuGo/s1600/assikalabingng.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_1e_zMLG4To8/TADAs0UB1WI/AAAAAAAABRM/9rMOZmUOuGo/s320/assikalabingng.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Catatan harian  para raja tentang konsep seks tersebut, telah dikumpulkan dan  diterbitkan menjadi buku berjudul Assikalabineng. Berbeda dengan Kama  Sutra yang lebih mengedepankan pada teknik belaka, Assikalabineng lebih  dari hal itu. Assikalabineng adalah kumpulan manuskrip Lontara asli yang  dikumpulkan, diterjemahkan, lalu diolah oleh filolog lontara dari  Univeritas Hasanuddin (Unhas), Muhlis Hadrawi, menjadi bacaan dan  pengetahuan yang siap dipraktikkan. Di bagian awal buku, penulis  menyebutkan ada 44 naskah Lontara yang dipakai sebagai rujukan utama.  Sebanyak 28 teks beraksara Bugis dan 16 sisanya manuskrip lontara  Makassar. &lt;i&gt;"Aksaranya macam-macam, ada sulapa eppa, serang, dan  jangang-jangang." &lt;/i&gt;Tak mengherankan, tips, trik, sekaligus mantra  yang disajikan pun bervariasi, namun pada intinya sama, dan menyesuaikan  dengan kultur Bugis pesisir atau Makassar pedalaman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Assikabineng &lt;/i&gt;berisikan  pengetahuan yang mendalam tentang organ genital dan alat reproduksi,  filosofi seks, teknik penetrasi, sentuhan bagian sensitif, penentuan  jenis kelamin, pengendalian kehamilan, serta waktu baik untuk  berhubungan intim, juga terangkum di dalamnya. Tak hanya itu, juga  terdapat pengetahuan cara membuat tubuh istri tetap seksi dan berwajah  cerah dengan menggunakan medium seks. Pengobatan alat kelamin pun  dibahas dengan indah. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu yang tak kalah menakjubkan  dari kitab ini yakni betapa orang Bugis, terutama yang menguasai kitab  ini, memahami dengan benar jenis-jenis organ genital wanita. Cara  mengungkapkannya pun sangat simbolik dengan mengasosiasikannya dengan  bunga yang cenderung mekar. Pada jenis tertentu ada yang disebut dengan  bunga melati atau bunga sibollo. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_1e_zMLG4To8/TADAsAHNgvI/AAAAAAAABRE/O67zz1AYNr0/s1600/100_9704.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/_1e_zMLG4To8/TADAsAHNgvI/AAAAAAAABRE/O67zz1AYNr0/s400/100_9704.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;Membaca kitab ini telah  membersitkan kesan pada diri saya bahwa seks bukan sekedar ritual  penetrasi biologis demi menciptakan generasi. Seks mengandung makna  filosofis yang bisa ditemukan melalui telaah atas makna-makna dalam  ritual tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kitab ini dituliskan pada masa  ketika Islam masuk di jazirah Sulawesi. Sehingga bisa ditarik kesimpulan  bahwa Islam mengalami dialog cultural dengan tradisi Bugis. Di dalamnya  juga terdapat interpretasi ajaran islam yang diperkaya dengan  pengetahuan local. Islam tidak lantas menenggelamkan pengetahuan Bugis,  namun terus memperkaya maknanya dan menjadi ruh yang menjadi intisari  kebudayaan bugis. Makanya, &lt;i&gt;assikalabineng&lt;/i&gt; jangan dilihat sebagai  kitab petunjuk cara berhubungan seks sebagaimana Kama Sutra. Tak hanya  berisi petunjuk melakukan hubungan seks, assikalabineng adalah filsafat  untuk berhubungan seks, kemudian menyiapkan generasi terbaik. Bagi orang  Bugis, seks adalah filsafat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Butiran-Butiran Hikmah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memang, tulisan ini terlampau  singkat untuk membahas khasanah kebudayaan yang kaya. Tapi setidaknya,  tulisan ini menjadi awal untuk memasuki tema yang luas tersebut. Dari  berbagai turuan di atas, terselip beberapa butiran hikmah yang menarik  untuk didiskusikan. &lt;i&gt;Pertama,&lt;/i&gt; baik &lt;i&gt;Serat Centhini &lt;/i&gt;maupun &lt;i&gt;Assikalabineng&lt;/i&gt;  merupakan khasanah kekayaan budaya yang dimiliki negeri ini. Keduanya  adalah mutiara yang diwariskan generasi masa silam kepada generasi masa  kini. Kedua kitab itu menyimpan butiran pengetahuan berharga yang masih  bisa diterapkan pada konteks kekinian. Kitab itu juga menjadi isyarat  bahwa seks bukan hanya daya-daya pelepas syahwat, namun seks adalah  ibadah yang penting untuk menjaga kelangsungan hidup manusia.  Seksualitas bukanlah hal yang tabu dibahas pada masa silam. Tapi  seksualitas adalah ibadah yang mengawali proses penciptaan manusia  sehingga harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Kedua,&lt;/i&gt; seksusalitas  memang bukan sekedar hubungan yang sifatnya biologis. Seksualitas adalah  bagian dari kebudayaan yang merupakan himpunan konsep dan pola-pola  yang membentuk cara pandang serta penilaian kita atas sesuatu. Ketika  saya menilai seseorang cantik, maka saat itu kebudayaan sedang bekerja.  Cantik adalah sebuah konsep yang jelas-jelas dipengaruhi kebudayaan.  Defenisi cantik sebagaimana yang saya yakini, tentunya berbeda dengan  defenisi cantik menurut orang Afrika yang lebih memperhatikan tubuh yang  gemuk. Setiap ragam budaya menciptakan defenisinya sendiri-sendiri  tentang makna kecantikan. Demikian pula dengan makna seksualitas. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Ketiga, &lt;/i&gt;pengetahuan  tentang seks adalah pengetahuan yang sifatnya menyejarah. Pada beberapa  kebudayaan, termasuk kebudayaan Jawa dan Bugis, seks adalah ritual suci  yang dilihat sebagai ibadah. Dalam khasanah kebudayaan Jawa dan Bugis,  seks adalah fiosofi tentang penciptaan generasi serta menjadi elemen  penting yang kian menegaskan jati diri manusia sebagai mahluk yang  selalu bergerak menggapai kesempurnaan. Dan seks adalah bagian dari  gerak menuju kesempurnaan tersebut.(*)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4360674005652309536-44624536077923131?l=ally-andis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ally-andis.blogspot.com/feeds/44624536077923131/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ally-andis.blogspot.com/2010/12/seks-jawa-vs-seks-bugis-2.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4360674005652309536/posts/default/44624536077923131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4360674005652309536/posts/default/44624536077923131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ally-andis.blogspot.com/2010/12/seks-jawa-vs-seks-bugis-2.html' title='Seks Jawa vs Seks Bugis (2)'/><author><name>Ally Andis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04465189383082691850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Dta3ni0DAQ0/TN5GvaoIFhI/AAAAAAAAADw/uC3CcPPO_Uo/S220/46538_1353539170573_1594244560_906764_883098_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_1e_zMLG4To8/TADAW9pgQwI/AAAAAAAABQ0/q9DQAsuawFk/s72-c/Rama-sinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4360674005652309536.post-7184659136047108580</id><published>2010-12-03T19:40:00.000-08:00</published><updated>2010-12-03T19:40:11.953-08:00</updated><title type='text'>Seks Jawa vs Seks Bugis (1)</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://timurangin.blogspot.com/2010/05/seks-jawa-vs-seks-bugis.html"&gt;Seks  Jawa Vs Seks Bugis (1)&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_1e_zMLG4To8/S_efxkGjrHI/AAAAAAAABOw/Yd6KaAvfkfU/s1600/penari_resize.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_1e_zMLG4To8/S_efxkGjrHI/AAAAAAAABOw/Yd6KaAvfkfU/s320/penari_resize.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PERNAH sekali  saya menyaksikan tarian sakral Bedhaya Ketawang di Surakarta, beberapa  tahun yang lalu. Sembilan orang penari perempuan berwajah rupawan  dibalut kain, rambutnya disanggul, dan tubuh bagian atas terbuka.  Kulitnya kuning berkilau karena lulur. Mereka menari dengan gerakan yang  pelan, namun sarat makna. Kata seorang kawan, para penari haruslah  perawan dan tidak sedang menstruasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengapa harus perawan? Kata  kawan itu, tarian ini punya makna yang sacral. Tarian ini hanya  dipentaskan sekali sebagai perlambang cinta Nyi Roro Kidul kepada Raja  Jawa. Konon, saat tarian ini dipentaskan, Nyi Roro Kidul selalu ikut  menari. Ia hendak menyampaikan rasa cinta yang dahsyat kepada Raja Jawa.  Ia meminta agar sang raja tetap menemaninya di dasar laut dan tidak  usah kembali ke daratan. Menurut satu sumber, tari ini menggambarkan  lambang cinta kasihnya Kanjeng Ratu Kidul pada Panembahan Senopati  (Sinuhun Paku Buwono X).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Segala gerak melambangkan bujuk  rayu dan cumbu birahi. Kanjeng Ratu Kidul tetap memohon agar Sinuhun  ikut bersamanya menetap di dasar samudera dan bersinggasana di  Sakadhomas Bale Kencana (Singgasana yang dititipkan oleh Prabu Rama  Wijaya di dasar lautan). Sinuhun menolak. Lalu terjadilah perjanjian  atau sumpah sakral antara Kanjeng Ratu Kidul dan raja pertama tanah  Jawa, yang tidak dapat dilanggar oleh raja-raja Jawa yang turun temurun  atau raja-raja penerus. Sumpahnya adalah semua Raja Jawa haruslah  memperistri Ratu Kidul. Demikian asal usul tarian Bedhaya Ketawang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam satu tulisannya, budayawan  Seno Gumira Adjidarma menyebut tarian ini amat sakral sekaligus penuh  makna birahi dan seksualitas. Konon, berkembang anekdot. Para penari itu  harus perawan, sebab raja akan memilih salah seorang untuk menemaninya  tidur malam itu. Mungkin ini semacam candaan. Tapi yang menarik adalah  bagaimana raja menentukan pilihan, apakah criteria seksualitas yang  digunakan untuk memilih satu di antara sembilan penari itu? Atau,  bagaimanakah menilai seksualitas dari para penari?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kata Seno, seksualitasnya tidak  terletak pada bagian tubuh yang terbuka. Melainkan pada bagian tubuh  yang sesekali terbuka yakni lekuk kaki di antara tumit dan mata kaki,  ketika kaki tersebut harus menyapukan kain yang tersisa. Perempuan yang  lekuk kakinya dalam dianggap sensual, konon karena menunjukkan kemampuan  permainan cintanya di atas ranjang. Semakin kurang lekuknya, semakin  rendah daya tariknya dalam konteks seksualitas. Mungkin ini aneh. Tapi,  kedalaman lekuk adalah ukuran. Pandangan ini tentu tidak ilmiah. Namun  menjelaskan kepada kita bahwa seksualitas adalah sebuah pandangan yang  dibentuk oleh cara kerja kebudayaan. Seks memang peristiwa ‘kimia’,  namun makna seksualitas dan sensualitas adalah sesuatu yang dibentuk  kebudayaan, merupakan pandangan yang lahir dari tafsir satu kebudayaan  tertentu, dan mempengaruhi cara pandang seorang individu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_1e_zMLG4To8/S_egJb2GltI/AAAAAAAABO4/cjPjypJRbuw/s1600/bedaya.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="268" src="http://1.bp.blogspot.com/_1e_zMLG4To8/S_egJb2GltI/AAAAAAAABO4/cjPjypJRbuw/s400/bedaya.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya sering memperhatikan  perempuan Jawa yang sedang berkebaya dan sanggul. Sebagai orang luar  Jawa, saya melihatnya biasa saja, tanpa tersengat reaksi kimia sebab  saya tidak dibesarkan dalam tradisi tersebut. Tapi bagi seseorang yang  besar dalam iklim konservatif Jawa, seorang ibu bersanggul dan berkain  kebaya yang harum mewangi dalam kondangan kelas menengah atas tentu  memancarkan aura sensualitas: kebaya yang menerawang, kain yang  membungkus ketat sehingga bentuk tubuh lekuknya terpampang, belum lagi  cara bicara tertata, tetapi pandangan mata bisa menyambar dan  menggetarkan, adalah bagian dari permainan sensualitas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun bagi seseorang yang  dibesarkan dalam kebudayaan Dayak Kenyah, pastilah akan lain. Erotisisme  nampak pada pakaian &lt;i&gt;ta’a&lt;/i&gt;, serupa rok yang terbelah dari atas ke  bawah di belakang. Para pria Dayak akan melihat rajah yang melingkar di  paha dan kaki perempuan sebagai keindahan erotic. Rajah adalah tato yang  dibuat khusus dalam sebuah ritual sacral. Dan rajah tersebut akan  mempengaruhi erotisme atau seksualitas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kebudayaan Bugis&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_1e_zMLG4To8/S_egW74aATI/AAAAAAAABPA/PJuVfh0C7X4/s1600/bodo1.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="352" src="http://3.bp.blogspot.com/_1e_zMLG4To8/S_egW74aATI/AAAAAAAABPA/PJuVfh0C7X4/s400/bodo1.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lain halnya dengan  masyarakat  Bugis-Makassar. Sewaktu masih kecil, saya pernah menyaksikan tarian yang  dipentaskan sejumlah gadis yang memakai baju bodo. Baju ini adalah baju  yang berbentuk tipis dan nyaris transparan. Saya terkesiap saat melihat  langsung bagaimana BH perempuan di balik baju bodo. Bagi perempuan  Bugis, baju bodo adalah pakaian adat yang dikenakan pada berbagai  upacara adat seperti perkawinan ataupun saat menari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dulunya, seorang perempuan yang  mengenakan baju bodo, tidak mengenakan apapun di baliknya. Itu tercatat  dari kesaksian seorang penjelajah bernama James Brooke yang mengunjungi  Makassar pada tahun 1840. Ia mengatakan, &lt;i&gt;“Perempuan [Bugis]  mengenakan pakaian sederhana… Sehelai sarung [menutupi pinggang] hingga  kaki dan baju tipis longgar dari kain muslin (kasa), memperlihatkan  payudara dan leluk-lekuk dada.”&lt;/i&gt; Rupanya cara memakai baju bodo ini  masih berlaku di tahun 1930-an. Buktinya, saya menemukan satu foto di  situs Wikipedia yang menampilkan gambar seorang gadis Bugis pada tahun  1930-an, yang memakai baju bodo. Perhatikan bahwa ia tidak mengenakan  apapun di baliknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_1e_zMLG4To8/S_egohkGaeI/AAAAAAAABPI/nvb7c_mhdEs/s1600/bodo2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_1e_zMLG4To8/S_egohkGaeI/AAAAAAAABPI/nvb7c_mhdEs/s320/bodo2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika baju bodo  sering dikenakan saat upacara adat, maka silakan tebak bagaimana  perasaan lelaki yang menyaksikan tubuh perempuan. Apakah mereka juga  terkesiap seperti saya?  Ternyata tidak juga. Bagi sejumlah orang Bugis  yang sempat saya tanyai, keseksian itu tidak terletak pada tubuh yang  nampak di balik baju bodo. Justru karena seringnya tubuh itu terlihat,  sehingga secara perlahan kehilangan keseksiannya. Konsepsi tentang tubuh  tidak lagi penting sebab orang ingin melihat sesuatu di balik tubuh  tersebut. Orang-orang lalu menemukan keseksian pada sejauh mana tuturan  cerdas dari seorang perempuan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lagi-lagi ini adalah soal  kebudayaan. Dalam catatan banyak peneliti, posisi perempuan menjadi  simbol dari keunikan dari tradisi Bugis. Masyarakat Bugis tradisional  mengijinkan perempuan menjadi pemimpin sehingga keseksian seorang  perempuan dinilai dari sejauh mana kecerdasan dan kedalaman  pengetahuannya atas sesuatu. Dalam karya klasik yang mendunia I La  Galigo, disebutkan tentang sosok perempuan utama cerdas, We Nyilik Timo,  yang mendampingi Batara Guru sebagai penguasa langit. Dalam I La Galigo  juga terdapat sosok Sangiang Serri yang menjadi symbol dari kesuburan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak masa silam, kata  antropolog Christian Pelras, di Bugis perbedaan gender dengan  menempatkan perempuan sebagai &lt;i&gt;second sex&lt;/i&gt; tak nampak. Posisi  perempuan yang aktif di dunia social menyebabkan mereka tidak dilihat  semata dari kecantikan dan sensualitas belaka. Lantas, jika kita tetap  ngotot membahas kecantikan, apakah standar kecantikan bagi orang Bugis.  Saya tak terlalu paham. Tapi, dalam salah satu naskah tradisional &lt;i&gt;Lontara  Se’bo &lt;/i&gt;(kitab Lubang), terdapat istilah &lt;i&gt;mattappa’ cina &lt;/i&gt;(berwajah  seperti orang Cina). Artinya, kriteria cantik adalah ketika bermata  sipit dan berkulit putih.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Lesson Learned&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa hikmah yang dipetik dari  telaah atas seksualitas dalam berbagai kebudayaan itu? &lt;i&gt;Pertama,&lt;/i&gt;  seksualitas bukan semata aspek biologi. Selama ini, kita sering terjebak  pada salah kaprah yang melihat sensualitas dan seksualitas hanyalah  sekedar perkara hubungan biologis. Padahal, Seks adalah kebudayaan yang  dikonstruksi secara kolektif oleh sebuah masyarakat, ditransmisikan  secara turun-temurun dan menjadi pedoman yang mempengaruhi tindakan  seseorang dalam satu masyarakat. Latar belakang seseorang akan sangat  mempengaruhi konsepsinya tentang seksualitas. Karena kebudayaan setiap  orang berbeda-beda, maka nilai-nilai yang membentuk selera seksual  setiap orang juga berbeda. Seks menjadi relatif.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam hal tarian Bedhoyo  Ketawang di atas, lekuk kaki bisa menjadi sesuatu yang memantik hasrat  seksual bagi seorang lelaki Jawa. Demikian pula dengan kebaya ketat,  sanggul, serta cara bertutur yang lemah-lembut. Bagi masyaraklat Dayak,  rajah pada paha bisa menjadi daya tarik sesksual seorang perempuan.  Sementara bagi masyarakat Bugis, tubuh yang seksi di balik baju bodo,  serta kecerdasan saat bertutur adalah elemen-elemen yang membangkitkan  hasrat dan gairah seorang perempuan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Kedua,&lt;/i&gt; seks senantiasa  mengandung aspek konstruksi kebudayaan yang di dalamnya juga terdapat  medan kontestasi kepentingan dan negosiasi makna yang tak  habis-habisnya. Dalam hal seks, konsep nikmat-tidak nikmat, konsep  cantik-tidak cantik, dan lain-lain adalah konsep yang dibentuk oleh  seseorang dan terus dimapankan dalam kebudayaan. Konsep ini dipengaruhi  oleh latar belakang seseorang, serta bagaimana pandangannya atas  sesuatu. Bahkan bagi seseorang yang dipengaruhi keagamaan yang kuat  sekalipun akan melahirkan konsep sendiri yang terkait seksualitas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada akhirnya, seks adalah aspek  biologi yang kemudian dipengaruhi kebudayaan. Terserah bagaimana Anda  menilainya.(*)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4360674005652309536-7184659136047108580?l=ally-andis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ally-andis.blogspot.com/feeds/7184659136047108580/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ally-andis.blogspot.com/2010/12/seks-jawa-vs-seks-bugis-1.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4360674005652309536/posts/default/7184659136047108580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4360674005652309536/posts/default/7184659136047108580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ally-andis.blogspot.com/2010/12/seks-jawa-vs-seks-bugis-1.html' title='Seks Jawa vs Seks Bugis (1)'/><author><name>Ally Andis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04465189383082691850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Dta3ni0DAQ0/TN5GvaoIFhI/AAAAAAAAADw/uC3CcPPO_Uo/S220/46538_1353539170573_1594244560_906764_883098_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_1e_zMLG4To8/S_efxkGjrHI/AAAAAAAABOw/Yd6KaAvfkfU/s72-c/penari_resize.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4360674005652309536.post-7944968905597078235</id><published>2010-03-23T06:35:00.000-07:00</published><updated>2010-03-23T06:36:26.747-07:00</updated><title type='text'>Peringati Hari Air dengan Mawar</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://ally-andis.blogspot.com/2010/03/peringati-hari-air-dengan-mawar.html"&gt;Peringati Hari Air dengan Mawar&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt; &lt;div class="post-header"&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;table width="650" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td rowspan="3" width="15" align="left" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td width="620" align="left" height="15" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td rowspan="3" width="15" align="left" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td width="620" align="left" valign="top"&gt;                                               &lt;div class="hotnews"&gt;&lt;a href="http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&amp;amp;id=59827#"&gt;Peringati Hari Air dengan Mawar&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;           &lt;div class="detailpage"&gt;                                  &lt;img src="http://www.jpnn.com/uploads/berita/dir23032010/img23032010598271.jpg" width="355" height="221" /&gt;                                &lt;div style="font-family: Arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 11px; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(124, 124, 124); margin-bottom: 15px; line-height: 16px;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;PEDULI - Paramitha Rusady dan sejumlah aktivis melakukan aksi peringatan Hari Air Sedunia 2010 di Bundaran HI Jakarta, Senin (22/3). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;                            &lt;strong&gt;JAKARTA&lt;/strong&gt; - Sejak melahirkan putra semata wayangnya, Adrian Tegar Maharaja Bago, pada 14 Mei 2007, wajah artis Paramitha Rusady jarang terlihat di layar kaca. Perempuan berusia 43 tahun itu memang membatasi aktivitas syuting, baik sinetron maupun film. Dia ingin mencurahkan lebih banyak waktunya untuk buah kasihnya dengan Nenad Bago tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Mitha - begitu dia biasa disapa - banyak membagi perhatiannya pada hal-hal yang berbau lingkungan. Apalagi, oleh Kementerian Lingkungan Hidup (LH), pemain film &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Catatan Si Boy IV &amp;amp; V&lt;/span&gt; itu didapuk sebagai Duta Lingkungan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin (22/3) kemarin misalnya, Mitha pun turut memperingati Hari Air Sedunia yang jatuh pada 22 Maret. Bersama kakaknya, Ully Sigar Rusady, serta Putri Indonesia Lingkungan Hidup 2009 Zukhriatul Hafiza, mereka menjalani aksi damai di Bundaran Hotel Indonesia (HI). Aksi yang dimulai pada pukul 11.00 WIB itu diisi orasi dan pembagian bunga mawar kepada para pengguna jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bunga mawar ini ada artinya, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lho&lt;/span&gt;. Bunga itu simbol keindahan dan kesuburan. Kesuburan tidak bisa terjadi kalau tidak ada air. Jadi, bunga ini mengajak penerimanya untuk mencintai air," kata Mitha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air adalah sumber kehidupan. Sebagai pengguna, lanjut Mitha, manusia harus bisa bijaksana. Mantan istri pesinetron Gunawan itu juga mengatakan bahwa tak hanya Indonesia yang merayakan Hari Air. Tapi, seluruh dunia. "Kami pilih aksi secara damai, karena percuma juga kita mau demo yang liar. Pesannya tidak akan sampai ke masyarakat, akhirnya malah nanti mengganggu aktivitas lain. Pakai cara yang damai saja," lanjut Mitha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, Zukhriatul Hafiza berpendapat bahwa setiap orang perlu aktif mensosialisasikan pentingnya menggunakan air dengan bijak kepada masyarakat luas. Berdasar pengalamannya, air bersih belum bisa dinikmati oleh masyarakat secara merata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Contohnya di Jakarta &lt;span style="font-style: italic;"&gt;deh&lt;/span&gt; yang gampang. Di antara sekian banyak penduduk di sini, baru 40 persen yang kualitas airnya sehat. Yang lain masih kesusahan, bahkan harus beli. Malah di sepanjang Sungai Ciliwung, penduduk harus memakai air sungai. Padahal, di sungai itu banyak sampah," papar Zukhriatul pula. &lt;strong&gt;(andis '2010)&lt;/strong&gt;           &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4360674005652309536-7944968905597078235?l=ally-andis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ally-andis.blogspot.com/feeds/7944968905597078235/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ally-andis.blogspot.com/2010/03/peringati-hari-air-dengan-mawar_23.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4360674005652309536/posts/default/7944968905597078235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4360674005652309536/posts/default/7944968905597078235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ally-andis.blogspot.com/2010/03/peringati-hari-air-dengan-mawar_23.html' title='Peringati Hari Air dengan Mawar'/><author><name>Ally Andis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04465189383082691850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Dta3ni0DAQ0/TN5GvaoIFhI/AAAAAAAAADw/uC3CcPPO_Uo/S220/46538_1353539170573_1594244560_906764_883098_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4360674005652309536.post-4280590323314199142</id><published>2010-03-22T21:52:00.000-07:00</published><updated>2010-03-22T21:54:04.906-07:00</updated><title type='text'>Peringati Hari Air dengan Mawar</title><content type='html'>&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="650"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td rowspan="3" align="left" valign="top" width="15"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td align="left" valign="top" width="620" height="15"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td rowspan="3" align="left" valign="top" width="15"&gt; &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td align="left" valign="top" width="620"&gt;                                  &lt;div class="tanggal"&gt;Selasa, 23 Maret 2010 , 02:42:00&lt;/div&gt;             &lt;div class="hotnews"&gt;&lt;a href="http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&amp;amp;id=59827#"&gt;Peringati Hari Air dengan Mawar&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;           &lt;div class="detailpage"&gt;                                  &lt;img src="http://www.jpnn.com/uploads/berita/dir23032010/img23032010598271.jpg" width="355" height="221" /&gt;                                &lt;div style="font-family: Arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 11px; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(124, 124, 124); margin-bottom: 15px; line-height: 16px;"&gt;PEDULI - Paramitha Rusady dan sejumlah aktivis melakukan aksi peringatan Hari Air Sedunia 2010 di Bundaran HI Jakarta, Senin (22/3). Foto: Raka Denny/Jawa Pos.&lt;/div&gt;                            &lt;strong&gt;JAKARTA&lt;/strong&gt; - Sejak melahirkan putra semata wayangnya, Adrian Tegar Maharaja Bago, pada 14 Mei 2007, wajah artis Paramitha Rusady jarang terlihat di layar kaca. Perempuan berusia 43 tahun itu memang membatasi aktivitas syuting, baik sinetron maupun film. Dia ingin mencurahkan lebih banyak waktunya untuk buah kasihnya dengan Nenad Bago tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Mitha - begitu dia biasa disapa - banyak membagi perhatiannya pada hal-hal yang berbau lingkungan. Apalagi, oleh Kementerian Lingkungan Hidup (LH), pemain film &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Catatan Si Boy IV &amp;amp; V&lt;/span&gt; itu didapuk sebagai Duta Lingkungan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin (22/3) kemarin misalnya, Mitha pun turut memperingati Hari Air Sedunia yang jatuh pada 22 Maret. Bersama kakaknya, Ully Sigar Rusady, serta Putri Indonesia Lingkungan Hidup 2009 Zukhriatul Hafiza, mereka menjalani aksi damai di Bundaran Hotel Indonesia (HI). Aksi yang dimulai pada pukul 11.00 WIB itu diisi orasi dan pembagian bunga mawar kepada para pengguna jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bunga mawar ini ada artinya, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lho&lt;/span&gt;. Bunga itu simbol keindahan dan kesuburan. Kesuburan tidak bisa terjadi kalau tidak ada air. Jadi, bunga ini mengajak penerimanya untuk mencintai air," kata Mitha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air adalah sumber kehidupan. Sebagai pengguna, lanjut Mitha, manusia harus bisa bijaksana. Mantan istri pesinetron Gunawan itu juga mengatakan bahwa tak hanya Indonesia yang merayakan Hari Air. Tapi, seluruh dunia. "Kami pilih aksi secara damai, karena percuma juga kita mau demo yang liar. Pesannya tidak akan sampai ke masyarakat, akhirnya malah nanti mengganggu aktivitas lain. Pakai cara yang damai saja," lanjut Mitha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, Zukhriatul Hafiza berpendapat bahwa setiap orang perlu aktif mensosialisasikan pentingnya menggunakan air dengan bijak kepada masyarakat luas. Berdasar pengalamannya, air bersih belum bisa dinikmati oleh masyarakat secara merata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Contohnya di Jakarta &lt;span style="font-style: italic;"&gt;deh&lt;/span&gt; yang gampang. Di antara sekian banyak penduduk di sini, baru 40 persen yang kualitas airnya sehat. Yang lain masih kesusahan, bahkan harus beli. Malah di sepanjang Sungai Ciliwung, penduduk harus memakai air sungai. Padahal, di sungai itu banyak sampah," papar Zukhriatul pula. &lt;strong&gt;(andis '2010)&lt;/strong&gt;           &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4360674005652309536-4280590323314199142?l=ally-andis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ally-andis.blogspot.com/feeds/4280590323314199142/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ally-andis.blogspot.com/2010/03/peringati-hari-air-dengan-mawar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4360674005652309536/posts/default/4280590323314199142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4360674005652309536/posts/default/4280590323314199142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ally-andis.blogspot.com/2010/03/peringati-hari-air-dengan-mawar.html' title='Peringati Hari Air dengan Mawar'/><author><name>Ally Andis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04465189383082691850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Dta3ni0DAQ0/TN5GvaoIFhI/AAAAAAAAADw/uC3CcPPO_Uo/S220/46538_1353539170573_1594244560_906764_883098_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4360674005652309536.post-6955289658989995810</id><published>2009-05-22T09:33:00.000-07:00</published><updated>2009-06-22T07:33:24.225-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisakah Bumi diselamatkan...???'/><title type='text'>Bisakah BUMI diselamatkan....???</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Dta3ni0DAQ0/ShbSWJs9okI/AAAAAAAAADg/h4MEA_TI9yg/s1600-h/EARTH1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_Dta3ni0DAQ0/ShbSWJs9okI/AAAAAAAAADg/h4MEA_TI9yg/s320/EARTH1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: #ffd966;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #990000; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Proyek2 yang mungkin dapat menyelamatkan BUMI :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;B&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;umi yang kita tinggali ini sudah mengalami kerusakan yang luar biasa di mana-mana. Pencemaran udara akibat polusi da&lt;span style="background-color: #ffd966;"&gt;&lt;/span&gt;ri jumlah kendaraan bermotor dan industri yang meningkat tajam, hutan yang habis ditebang, sungai dan laut yang dieksplorasi manfaatnya tapi justru menjadi rusak dan lain-lain. &lt;/div&gt;Masalah yang menimpa bumi memang sudah cukup banyak. Manusia dengan segala aktivitas dan kebutuhannya secara perlahan-lahan telah merusaknya. Entah sampai kapan lagi bumi kita ini dapat bertahan.&lt;br /&gt;Perbuatan manusia memang sudah tidak terkontrol lagi. Kerusakan udara, tanah dan air sudah sedemikian parah sehingga suhu temperatur bumi makin memanas, salju di kutub mencair, daratan semakin terkikis, banjir di mana-mana, iklim yang tidak lagi bersahabat dan masalah-masalah lainnya.&lt;br /&gt;Lalu apa yang telah dilakukan oleh kita untuk menyelamatkannya?&lt;br /&gt;Ternyata masih banyak orang yang peduli dan ingin menyelamatkan bumi. Orang-orang tersebut dengan segenap kemampuan mereka berusaha untuk menyelamatkan bumi sehingga untuk ke depannya bumi masih menjadi tempat yang layak bagi anak-anak cucu mereka tinggal.&lt;br /&gt;Apa saja proyek ramah lingkungan yang telah atau sedang dikerjakan oleh orang-orang tersebut, mari kita lihat satu per satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Proyek pembangkit listrik tenaga surya Qaidam Basin PV, China&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://redirectingat.com/?id=92X363&amp;amp;url=http%3A//www.ecogeek.org/content/view/2420/" target="_blank"&gt;Proyek ini&lt;/a&gt; diumumkan pada bulan Januari 2009 yang berlokasi di Barat Laut negara Cina yang akan menjadi pembangkit listrik tenaga surya terbesar yang mampu menghasilkan listrik sebesar 1GW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Proyek pembangkit listrik tenaga angin Markbygden, Swedia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dengan 1,101 turbin di lahan seluas kurang lebih 450 km persegi, ladang angin &lt;a href="http://redirectingat.com/?id=92X363&amp;amp;url=http%3A//www.renewable-energy-industry.com/news/newstickerdetail.php%3FchangeLang%3Den_GB%26newsid%3D116" target="_blank"&gt;Markybygden&lt;/a&gt; akan menjadi ladang yang memproduksi listrik tenaga angin terbesar begitu nanti diresmikan pada tahun 2020. Saat ini proyek tersebut sedang menunggu perizinan dari pemerintah Swedia, dan info tambahan juga bahwa proyek yang diperkirakan menelan biaya 5 Milyar Euro tersebut akan memproduksi energi listrik 12TWh tiap tahunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Proyek pembangkit listrik tenaga air Three Gorges, Cina&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Proyek bendungan &lt;a href="http://redirectingat.com/?id=92X363&amp;amp;url=http%3A//www.ctgpc.com/" target="_blank"&gt;hidroelektrik&lt;/a&gt; ini akan menjadi bendungan terbesar di dunia begitu rampung pada tahun 2011, dapat memproduksi listrik sebanyak 22,500MWh. Namun bendungan seluas 39.3km3 itu juga memiliki dampak negatif yang diantaranya adalah karena jalur lokasinya yang rentan akan gempa bumi dan diperkirakan keberadaannya justru dapat menimbulkan longsor bagi daerah-daerah di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;img alt="Pembangkit Listrik 1" height="328" src="http://www.erakomputer.com/sites/default/files/pictures/pembangkit1.jpg" title="10 Proyek ramah lingkungan yang mungkin dapat menyelamatkan bumi" width="499" /&gt;&lt;br /&gt;[Foto dari: &lt;a href="http://www.flickr.com/photos/tims/sets/72057594141339765/"&gt;Tim Salmon, Flickr&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Proyek pembangkit listrik tenaga surya Acciona Amareleja (Moura) PV, Portugal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.newropeans-magazine.org/content/view/8513/89/" target="_blank"&gt;Proyek ini&lt;/a&gt; sudah rampung pada tahun lalu, dan sampai dengan saat ini menjadi ladang pembangkit listrik tenaga surya terbesar di dunia dengan kemampuan memproduksi 93 juta KWh listrik per tahunnya, yang cukup untuk digunakan oleh 30,000 rumah tangga di Portugal.&lt;br /&gt;&lt;img alt="Pembangkit Listrik 2" height="337" src="http://www.erakomputer.com/sites/default/files/pictures/pembangkit2.jpg" title="10 Proyek ramah lingkungan yang mungkin dapat menyelamatkan bumi" width="505" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Proyek pembangkit listrik tenaga gelombang Siadar, Hebrides (Skotlandia)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hebrides adalah kepulauan di Barat Laut Skotlandia. Dan saat ini di negara kepulauan tersebut tengah dibangun sebuah proyek pembangkit listrik tenaga gelombang. Proyek yang dibangun atas kerjasama pemerintah Skotlandia dan perusahaan yang ahli di bidang gelombang air &lt;a href="http://redirectingat.com/?id=92X363&amp;amp;url=http%3A//www.scotland.gov.uk/News/Releases/2009/01/22121716" target="_blank"&gt;Wavegen&lt;/a&gt; itu akan dapat memproduksi listrik sebanyak 4MW setelah nanti rampung pada tahun 2011 - cukup untuk keperluan listrik bagi 1,800 rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;img alt="Pembangkit Listrik 3" height="328" src="http://www.erakomputer.com/sites/default/files/pictures/pembangkit3.jpg" title="10 Proyek ramah lingkungan yang mungkin dapat menyelamatkan bumi" width="504" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. Proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi Leyte, Filipina&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;'Bebatuan panas' alami yang melimpah di negara Filipina menjadikannya sebagai negara penghasil panas bumi terbesar kedua di dunia, yang dapat menghasilkan listrik bergiga-giga watt. &lt;a href="http://redirectingat.com/?id=92X363&amp;amp;url=http%3A//www.enerlix.com/environmental-technology/article_2878.htm" target="_blank"&gt;Leyte&lt;/a&gt; mampu menghasilkan listrik sebanyak 708MW dan merupakan ladang panas bumi terbesar dari lima ladang yang ada di Filipina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;7. Proyek pembangkit listrik tenaga surya Topaz, California Amerika Serikat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Saat ini pembangkit listrik tenaga surya terbesar masih dipegang oleh Moura di Portugal, tapi hal itu mungkin tidak akan bertahan lama. Topaz, ladang tenaga surya yang kemungkinan akan dibuka sekitar tahun 2012-13 akan menjadi pembangkit listrik tenaga surya terbesar di dunia dengan kemampuan menghasilkan listrik sebanyak &lt;a href="http://www.pge.com/about/news/mediarelations/newsreleases/q3_2008/080814.shtml"&gt;550MW&lt;/a&gt; , yang itu cukup untuk digunakan oleh sekitar 190,000 rumah tangga di Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;img alt="Pembangkit Listrik 4" height="325" src="http://www.erakomputer.com/sites/default/files/pictures/pembangkit4.jpg" title="10 Proyek ramah lingkungan yang mungkin dapat menyelamatkan bumi" width="505" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;8. Proyek pembangkit listrik tenaga surya Sevilla, Spanyol&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ladang tenaga surya yang berlokasi dengan dengan kota &lt;a href="http://redirectingat.com/?id=92X363&amp;amp;url=http%3A//www.abengoasolar.es/en/our_projects/solucar/sevilla_pv/index.html" target="_blank"&gt;Seville&lt;/a&gt; Spanyol ini, merupakan salah satu yang terbesar di Eropa. Terdiri dari kumpulan 600 kaca baja yang mengalihkan cahaya matahari ke atas sebuah menara surya setinggi 115m. Di atas menara itu, uap air akan diubah menjadi uap, yang nantinya akan menggerakkan turbin yang mampu menghasilkan listrik yang cukup untuk digunakan bagi 6,000 rumah tangga. Abengoa Solar, perusahaan yang menjalankan pembangkit listrik itu mengatakan bahwa teknologi yang mereka gunakan dalam proyek tersebut sangat sederhana. Tujuan yang ingin dicapai adalah ladang yang mampu menghasilkan 1.2MW yang listriknya dapat digunakan oleh 600,000 rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;9. Proyek pembuatan turbin Maglev&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sampai sejauh ini, belum ada informasi yang menyebutkan negara mana yang akan menggunakan turbin tenaga angin dengan teknologi terbaru ini. Proyek &lt;a href="http://www.inhabitat.com/2007/11/26/super-powered-magnetic-wind-turbine-maglev/" target="_blank"&gt;Maglev&lt;/a&gt; diperkenalkan pertama kali pada ajang Wind Power Asia di Beijing Cina. Proyek ini diharapkan dapat membawa teknologi pembangkit listrik tenaga angin pada tingkat selanjutnya dengan pengapungan magnetiknya. Produksinya sendiri saat ini dikerjakan di Cina dan Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;10. Proyek kota tenaga surya Babcock Ranch, Florida Amerika Serikat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Proyek &lt;a href="http://www.miamiherald.com/business/story/993255.html" target="_blank"&gt;Babcock Ranch&lt;/a&gt; merupakan proyek pembuatan kota yang 'hijau' dengan menggunakan tenaga surya sebagai energi utama. Saat ini masih menunggu izin dan jika nanti terwujud, Babcock Ranch akan menjadi kota tenaga surya pertama di dunia dan akan didiami oleh sekitar 19,500 rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;img alt="Pembangkit Listrik 5" height="328" src="http://www.erakomputer.com/sites/default/files/pictures/pembangkit5.jpg" title="10 Proyek ramah lingkungan yang mungkin dapat menyelamatkan bumi" width="489" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Sumber : &lt;i&gt;Putih&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4360674005652309536-6955289658989995810?l=ally-andis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ally-andis.blogspot.com/feeds/6955289658989995810/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ally-andis.blogspot.com/2009/05/bisakah-bumi-diselamatkan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4360674005652309536/posts/default/6955289658989995810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4360674005652309536/posts/default/6955289658989995810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ally-andis.blogspot.com/2009/05/bisakah-bumi-diselamatkan.html' title='Bisakah BUMI diselamatkan....???'/><author><name>Ally Andis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04465189383082691850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Dta3ni0DAQ0/TN5GvaoIFhI/AAAAAAAAADw/uC3CcPPO_Uo/S220/46538_1353539170573_1594244560_906764_883098_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Dta3ni0DAQ0/ShbSWJs9okI/AAAAAAAAADg/h4MEA_TI9yg/s72-c/EARTH1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4360674005652309536.post-3956868163788136951</id><published>2009-05-21T07:49:00.000-07:00</published><updated>2009-06-22T08:30:31.511-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sinar Mas - &quot;Forest and Climate Criminal&quot;'/><title type='text'>Sinar Mas - ‘Forest and Climate Criminal’</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Dta3ni0DAQ0/ShVqc7yEkYI/AAAAAAAAADY/6XhoXPGtKbM/s1600-h/4_19032009_SM.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 180px; height: 270px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Dta3ni0DAQ0/ShVqc7yEkYI/AAAAAAAAADY/6XhoXPGtKbM/s320/4_19032009_SM.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5338289978634178946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;h1 style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;‘Forest and Climate Criminal’&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:78%;" &gt;Aktivis Greenpeace membentangkan spanduk besar 20 x 10 meter di Gedung Sinar Mas pada 19 Maret 2009. Aktivis Greenpeace mengunci diri di depan kantor pusat Sinar Mas untuk menghentikan kegiatan mereka sampai mereka berkomitmen untuk menghentikan kegiatan penghancuran hutan terakhir di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="teaser-para"&gt;       &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 102);" class="city"&gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 102);" class="country"&gt;Indonesia&lt;/span&gt; — &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;Para aktivis Greenpeace dipukul dan ditendang secara kasar pagi ini saat melakukan aksi damai di kantor pusat perusahaan kelapa sawit terbesar Indonesia, Sinar Mas Group. Greenpeace menuntut penghentian terus berlangsungya pengrusakan hutan Indonesia yang tersisa, oleh perusahaan ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;          &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt; Dua puluh lima aktivis Greenpeace merantai diri mereka menutupi jalan masuk ke gedung tersebut, sementara para pemanjat memasang spanduk raksasa berukuran 20m x 10m banner untuk melabe Sinar Mas sebagai ‘Penjahat Hutan dan Iklim’. Polisi kemudian tiba di lokasi dan memindah secara paksa para aktivis keluar gedung Sinar Mas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt; “Kekerasan berlebihan yang dilakukan oleh pihak keamanan Sinar Mas adalah cerminan cara perusahaan ini melakukan bisnisnya. Sinar Mas mungkin percaya kalau mereka bisa mengabaikan hokum tapi hak untuk menyuarakan pendapat secara damai dinyatakan dalam konstitusi. Kami melakukan aksi hari ini karena Sinar Mas dan Pemerintah Indonesia gagal melakukannya. Kita sedang menghadapi ancaman terbesar yang mungkin terjadi pada umat manusia – bencana iklim, dan perusahaan seperti Sinar Mas terus merusak hutan dan lahan gambut. Yang seharusnya dilindungi untuk generasi mendatang dan, sebagaimana makin jelas juga, bagi stabilitas iklim,” kata Bustar Maitar, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(51, 0, 51); text-align: justify;"&gt; &lt;object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" id="ss189" align="middle" width="430" height="400"&gt;  &lt;param name="id" value="ss189"&gt;  &lt;param name="width" value="430"&gt;  &lt;param name="height" value="400"&gt;  &lt;param name="bgcolor" value="#ffffff"&gt;  &lt;param name="align" value="middle"&gt;  &lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;  &lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;  &lt;param name="quality" value="high"&gt;  &lt;param name="flashvars" value="xmlfile=http://www.greenpeace.org/xml/seasia/id/photosvideos/forestclimate_criminal&amp;amp;captionTextSize=10"&gt;  &lt;param name="src" value="http://www.greenpeace.org/resources/gcms/slideshow/ss189.swf"&gt;  &lt;embed type="application/x-shockwave-flash" id="ss189" bgcolor="#ffffff" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" quality="high" flashvars="xmlfile=http://www.greenpeace.org/xml/seasia/id/photosvideos/forestclimate_criminal&amp;amp;captionTextSize=10" src="http://www.greenpeace.org/resources/gcms/slideshow/ss189.swf" align="middle" width="430" height="400"&gt;&lt;/embed&gt; &lt;/object&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt; Greenpeace telah memonitor operasi Sinar Mas di Riau, Kalimantan Barat dan Papua selama beberapa tahun terakhir dan baru-baru ini mendapatkan bukti baru pengrusakan yang terus dilakukan oleh Sinar Mas Group di wilayah ini. Sinar Mas juga bersiap untuk melakukan ekspansi besar-besaran karena mereka menguasai wilayah hak konsesi yang belum ditanami seluas 200,000 hektar berupa hutan dan rencana untuk mendapatkan konsesi seluas 1,1 juta hektar lagi, sebagian besar di Papua. Selanjutnya, organisasi hak azasi manusia telah menyatakan keprihatinannya akan tekanan yang dilakukan terhadap masyarakat yang melakukan protes terhadap APP (milik Sinar Mas) di Suluk Bongkal, Riau di akhir tahun lalu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt; “Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono telah mengatakan pada dunia internasional bahwa dia akan mengurangi emisi gas rumahkaca Indonesia, tetapi Sinar Mas terus melakukan pengrusakan hutan tanpa dihentikan.  Jika SBY serius mengenai menjadikan Indonesia sebagai pemimpin global dalam mengatasi krisis iklim, dia harus mengambil tindakan segera untuk menghentikan perusahaan ini menghancurkan asset Indonesia yang terbesar – hutan dan lahan gambut yang kaya dengan karbon,” kata Bustar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt; Greenpeace menyerukan penghentian semua ekspansi hutan dan lahan gambut oleh Sinar Mas dan perusahaan lain. Selanjutnya, Greenpeace juga menyerukan pemerintah Indonesia untuk segera menerapkan moratorium terhadap segala bentuk konversi hutan. Hal ini tidak hanya membantu memangkas emisi gas rumahkaca Indonesia, tetapi juga akan menjaga kekayaan keanekaragaman tropis dan melindungi penghidupan masyarakat yang bergantung pada hutan di seluruh Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt; Pemerintah perlu mengambil tindakan untuk melindungi masyarakat Indonesia dari dampak perubahan iklim dengan mengurangi emisi sebanyak 75% pada tahun 2012 dan mendorong negara-negara industri untuk membiayai pengurangan deforestasi dan juga mengurangi emisi mereka sendiri secara dramatis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4360674005652309536-3956868163788136951?l=ally-andis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ally-andis.blogspot.com/feeds/3956868163788136951/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ally-andis.blogspot.com/2009/05/sinar-mas-forest-and-climate-criminal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4360674005652309536/posts/default/3956868163788136951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4360674005652309536/posts/default/3956868163788136951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ally-andis.blogspot.com/2009/05/sinar-mas-forest-and-climate-criminal.html' title='Sinar Mas - ‘Forest and Climate Criminal’'/><author><name>Ally Andis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04465189383082691850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Dta3ni0DAQ0/TN5GvaoIFhI/AAAAAAAAADw/uC3CcPPO_Uo/S220/46538_1353539170573_1594244560_906764_883098_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Dta3ni0DAQ0/ShVqc7yEkYI/AAAAAAAAADY/6XhoXPGtKbM/s72-c/4_19032009_SM.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4360674005652309536.post-6841987696792304492</id><published>2009-05-20T01:23:00.000-07:00</published><updated>2009-05-20T01:29:20.549-07:00</updated><title type='text'>Gunung Baru Jari Meletus</title><content type='html'>&lt;h3&gt;&lt;a href="http://mediacenter.or.id/bencana-alam/tahun/2009/bulan/05/tanggal/03/1640/gunung-rinjani-meletus.html"&gt;Gunung Rinjani Meletus&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;   &lt;div class="meta"&gt;3 Mei 2009 17:30 WIB | Redaksi&lt;/div&gt;   &lt;p&gt;&lt;img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1641" title="rinjani-vulakner" src="http://mediacenter.or.id/wp-content/uploads/2009/05/rinjani-vulakner-150x150.jpg" alt="rinjani-vulakner" width="150" height="150" /&gt;JAKARTA - Gunung Rinjani kembali menggeliat. Gunung setinggi 3.726 meter yang berada di Nusa Tenggara Barat itu meletus kemarin sore. “Letusan abu vulkaniknya mencapai (jarak) 800 meter dari puncak gunung,” ujar Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono, ketika dihubungi Tempo kemarin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Surono menerangkan, letusan terjadi pada pukul 16.01 WITA di kaldera Rinjani yang bernama Gunung Baru Jari. Kaldera adalah kawah gunung berapi yang sangat besar dan biasanya terbentuk karena adanya ledakan atau runtuhnya bagian puncak gunung berapi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejak tiga minggu yang lalu, Surono menambahkan, gunung yang terbentuk dari letusan besar pada abad ke-19 itu memang sudah masuk daftar pantauan Pusat Vulkanologi. Selama tiga pekan itu tercatat adanya perubahan temperatur dan perubahan tingkat keasaman di gunung itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Meski gunung telah mengalami letusan, kata Surono, pemerintah belum mengeluarkan instruksi pengungsian bagi warga sekitar. Upaya antisipasi baru ditujukan bagi masyarakat yang hendak mendaki ke puncak. “Untuk sementara, program pendakian sudah kami tutup,” ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Surono juga meminta masyarakat mewaspadai Sungai Kokok Putih, yang berhulu di Danau Segara Anak. Jika ledakan besar terjadi, Badan Vulkanologi memperkirakan dampak letusan akan mengalir ke aliran tersebut. “Dalam keadaan normal, Danau Segara Anak kerap dijadikan tempat memancing,” ujar Surono.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Surono menjelaskan, letusan kali ini merupakan letusan yang terakhir sejak 2004. Letusan yang cukup besar terjadi pada 1994. Kala itu, kata Surono, letusan Rinjani sempat menyebabkan sebagian besar Kota Mataram tertutup abu vulkanik. “Untuk saat ini, statusnya masih waspada,” ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rinjani selama ini dikenal sebagai gunung yang indah dan menjadi incaran para pendaki.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut terdapat kaldera yang membentuk Danau Segara Anak. Di tengahnya terdapat Gunung Baru Jari, yang masih aktif. Tempat ini sudah menjadi kawasan wisata karena memiliki sumber mata air panas. RIKY FERDIANTO&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sumber: &lt;a href="http://korantempo.com/"&gt;Korantempo.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4360674005652309536-6841987696792304492?l=ally-andis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ally-andis.blogspot.com/feeds/6841987696792304492/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ally-andis.blogspot.com/2009/05/gunung-baru-jari-meletus.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4360674005652309536/posts/default/6841987696792304492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4360674005652309536/posts/default/6841987696792304492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ally-andis.blogspot.com/2009/05/gunung-baru-jari-meletus.html' title='Gunung Baru Jari Meletus'/><author><name>Ally Andis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04465189383082691850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Dta3ni0DAQ0/TN5GvaoIFhI/AAAAAAAAADw/uC3CcPPO_Uo/S220/46538_1353539170573_1594244560_906764_883098_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4360674005652309536.post-3135777818730163950</id><published>2009-05-15T09:02:00.000-07:00</published><updated>2009-05-15T09:32:06.991-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Dta3ni0DAQ0/Sg2TDmVZaZI/AAAAAAAAADQ/aRGHWwMEWf8/s1600-h/n163901243_30603036_4262.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Dta3ni0DAQ0/Sg2TDmVZaZI/AAAAAAAAADQ/aRGHWwMEWf8/s320/n163901243_30603036_4262.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5336082823543089554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0); font-family: arial; font-weight: bold; font-style: italic;font-size:180%;" &gt;Adakah Solusinya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah rentetan fakta-fakta menyeramkan yang telah dibahas sebelumnya, kini kita sampai pada pertanyaan yang terpenting:&lt;br /&gt;Adakah solusi dari semua permasalahan ini? KABAR BAIK UNTUK KITA SEMUA: ADA SOLUSI UNTUK MENGHENTIKAN&lt;br /&gt;GLOBAL WARMING, dan saat ini KITA MASIH PUNYA KESEMPATAN UNTUK MELAKUKANNYA. Yang kita butuhkan hanyalah &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;KEMAUAN YANG KUAT UNTUK BERUBAH!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-style: italic;font-size:180%;" &gt;P&lt;/span&gt;ada dasarnya, yang harus kita lakukan adalah mengurangi semaksimal mungkin segala aktifitas yang menghasilkan emisi gas rumah kaca.&lt;br /&gt;Ada lima hal utama yang dapat KITA lakukan untuk menyelamatkan planet bumi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 0, 153);"&gt;(1) Berhenti atau kurangilah makan daging!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam laporannya yang berjudul Livestock’s Long Shadow: Enviromental Issues and Options dirilis November 2006), PBB mencatat bahwa 18% dari pemanasan global yang terjadi saat ini&lt;br /&gt;disumbangkan oleh industri peternakan, yang mana lebih besar daripada efek pemanasan global yang dihasilkan oleh seluruh alat transportasi dunia digabungkan!&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PBB juga menambahkan bahwa emisi yang dihitung hanya berdasarkan emisiCO2 yang dihasilkan, padahal selain sebagai kontributor CO2 yang hebat, industri peternakan juga merupakan salah satu sumber utama pencemaran tanah dan sumber-sumber air bersih. Sebuah laporan dari Earth Institute menegaskan bahwa diet berbasis tanaman hanya membutuhkan 25% energi yang dibutuhkan oleh diet berbasis daging. Penelitian yang dilakukan Profesor Gidon Eshel dan Pamela Martin dari Universitas Chicago juga memberikan kesimpulan yang sama:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;mengganti pola makan daging dengan pola makan vegetarian 50% lebih efektif untuk mencegah pemanasan global daripada mengganti sebuah mobil SUV dengan mobil hibrida. Seorang vegetarian dengan standar diet orang Amerika akan menghemat 1,5 ton emisi rumah kaca setiap&lt;br /&gt;tahunnya! Seorang vegetarian yang mengendarai SUV Hummer masih lebih bersahabat dengan&lt;br /&gt;lingkungan daripada seorang pemakan daging yang mengendarai sepeda!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;(2) Batasilah emisi karbon dioksida!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bila memungkinkan, carilah sumber-sumber energi alternatif yang tidak menghasilkan emisi O2 seperti tenaga matahari, air, angin, nuklir, dan lain-lain. Bila terpaksa harus menggunakan bahan bakar fosil (yang mana akan menghasilkan emisi CO2), gunakanlah dengan bijak dan efisien. Hal ini termasuk menghemat listrik dan energi, apalagi Indonesia termasuk negara yang banyak menggunakan bahan bakar fosil (minyak, batubara) untuk pembangkit listriknya. Matikanlah peralatan listrik ketika tidak digunakan, gunakan lampu hemat energi, dan gunakanlah panel surya sebagai energi alternatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;(3) Tanamlah lebih banyak pohon!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tanaman hijau menyerap CO2 dari atmosfer dan menyimpannya dalam jaringannya. Tetapi setelah mati mereka akan melepaskan kembali CO2 ke udara. Lingkungan dengan banyak&lt;br /&gt;tanaman akan mengikat CO2 dengan baik, dan harus dipertahankan oleh generasi mendatang. Jika tidak, maka karbon yang sudah tersimpan dalam tanaman akan kembali terlepas ke  atmosfer sebagai CO2. Peneliti dari Louisiana Tech University menemukan bahwa setiap are&lt;br /&gt;pepohonan hijau dapat menangkap karbon yang cukup untuk mengimbangi emisi yang dihasilkan dari mengendarai sebuah mobil selama setahun. Sebuah studi yang dilakukan&lt;br /&gt;oleh layanan perhutanan di Amerika Serikat juga menunjukkan bahwa penanaman 95.000 pohon yang dilakukan di dua kota kecil di Chicago memberikan udara yang lebih bersih dan&lt;br /&gt;menghemat biaya yang berhubungan dengan pemanasan dan pendinginan udara sebesar lebih dari US$ 38 juta dalam 30 tahun ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102); font-style: italic;font-size:130%;" &gt;(4) Daur ulang (Recycle) dan gunakan ulang (Reuse)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalkulasi yang dilakukan di California menunjukkan bahwa apabila proses daur ulang dapat diterapkan hingga di level negara bagian California, maka energi yang dihemat cukup untuk memberikan suplai energi bagi 1,4 juta rumah, mengurangi 27.047 ton polusi air, menyelamatkan 14 juta pohon, dan mengurangi emisi gas rumah kaca hingga setara dengan 3,8 juta mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 102);font-size:130%;" &gt;(5) Gunakan alat transportasi alternatif untuk mengurangi emisi karbon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penelitian yang dilakukan Universitas Chicago menunjukkan bahwa beralih dari mobil konvensional ke mobil hibrida seperti Toyota Prius dapat menghemat 1 ton emisi per tahun.&lt;br /&gt;Mengonsumsi makanan produk lokal akan mengurangi emisi dalam jumlah yang cukup signifikan. Penelitian yang dilakukan oleh Iowa State University pada tahun 2003 menemukan&lt;br /&gt;bahwa makanan non-lokal rata-rata menempuh 1.494 mil sebelum dikonsumsi, bandingkan dengan makanan lokal yang hanya menempuh 56 mil. Bayangkan betapa banyak emiemisi&lt;br /&gt;karbon yang dihemat dengan perbedaan 1.438 mil tersebut.&lt;br /&gt;Gunakan sepeda sebanyak yang Anda bisa sebagai metode transportasi. Selain menghemat banyak energi, bersepeda juga merupakan olah raga yang menyehatkan. “Saya berusaha untuk menggunakan sepeda untuk pergi ke tempat kerja sesering yang saya bisa untuk menghemat energi.” — Margot Wallstrom, Wakil Presiden dari Komisi Uni Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Berubahlah!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal lain yang sangat penting disamping lima hal yang dapat Anda lakukan di atas adalah keinginan dan motivasi Anda sendiri untuk berubah. Saran-saran di atas tidak akan berarti jika hanya menjadi bahan bacaan tanpa tindakan yang nyata. Kita harus benar-benar mulai  mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. Anda tidak perlu mengambil langkah&lt;br /&gt;ekstrim untuk langsung berubah hanya dalam semalam bila hal tersebut terlalu berat bagi Anda. Lakukanlah secara bertahap tetapi konsisten dengan komitmen Anda Jadilah contoh nyata bagi lingkungan dan orang-orang di sekitar Anda. Contoh dan praktek yang Anda berikan sangat penting untuk menginspirasi banyak orang lainnya untuk berubah pula. Berikanlah informasi&lt;br /&gt;kepada orang-orang disekitar Anda sehingga mereka dapat mengerti mengenai konsekuensi dari pola hidup mereka. Dan berilah mereka dorongan untuk mencoba pola hidup mulia yang akan menyelamatkan planet kita tercinta ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4360674005652309536-3135777818730163950?l=ally-andis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ally-andis.blogspot.com/feeds/3135777818730163950/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ally-andis.blogspot.com/2009/05/adakah-solusinya-setelah-rentetan-fakta.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4360674005652309536/posts/default/3135777818730163950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4360674005652309536/posts/default/3135777818730163950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ally-andis.blogspot.com/2009/05/adakah-solusinya-setelah-rentetan-fakta.html' title=''/><author><name>Ally Andis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04465189383082691850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Dta3ni0DAQ0/TN5GvaoIFhI/AAAAAAAAADw/uC3CcPPO_Uo/S220/46538_1353539170573_1594244560_906764_883098_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Dta3ni0DAQ0/Sg2TDmVZaZI/AAAAAAAAADQ/aRGHWwMEWf8/s72-c/n163901243_30603036_4262.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4360674005652309536.post-1408880007783442602</id><published>2009-05-15T08:19:00.000-07:00</published><updated>2009-05-15T08:19:06.674-07:00</updated><title type='text'>EGOISME...!!!</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style="color: red;"&gt;Egoisme&lt;/i&gt;: &lt;span style="color: blue;"&gt;Penyebab Kerusakan Alam &amp;amp; Lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa hubungan egoisme dengan kerusakan lingkungan? Ada! Egoisme dan ketidakpedulian kita adalah penyebab timbulnya segala permasalahan lingkungan yang kita alami hari ini.&lt;br /&gt;Banyak dari kita yang hanya memikirkan kenyamanan pribadi tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi pada lingkungan di sekitar kita maupun lingkungan global secara keseluruhan.&lt;br /&gt;Hanya karena merasa punya uang, kita tidak mengindahkan peringatan dan himbauan untuk melakukan&amp;nbsp; penghematan energi.&lt;br /&gt;“Ah, saya mampu membayar berapapun tagihan listrik yang ada.&lt;br /&gt;Jadi terserah saya dong untuk memakai listrik sesuka hati saya. Saya sanggup membeli BBM berapapun yang saya mau, jadi terserah saya dong mau beli mobil yang borosnya kayak apa.”&lt;br /&gt;Renungkanlah: Berapa banyak energi dan sumber daya yang harus terbuang sia-sia hanya karena orang-orang ingin menikmati kenyamanan yang sesungguhnya tidak benar-benar mereka perlukan. Berapa banyak energi dan sumber daya yang terbuang sia-sia hanya karena mereka ingin terlihat tampil bergengsi.&lt;br /&gt;Orang-orang seringkali membeli hal-hal yang tidak mereka perlukan, mengganti barang-barang yang semestinya masih bisa digunakan hanya karena alasan bosan. Kita tidak pernah memikirkan berapa banyak tenaga dan sumber daya planet ini yang rusak untuk memenuhi kebutuhan egois kita tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Camkanlah satu hal: Uang Anda memang bisa membeli berliter-liter BBM, tetapi uang tersebut tidak dapat mengembalikan tiap liter BBM yang telah Anda ambil dari alam. Butuh jutaan tahun untuk menghasilkan BBM yang Anda nikmati tersebut.&lt;br /&gt;Janganlah memikirkan kenyamanan hidup Anda sendiri. Setidaknya pikirkanlah keadaan generasi penerus Anda, mereka harus menjalani hidupnya dengan segala sumber daya yang sangat terbatas karena ulah orang tua, kakek nenek, dan nenek moyangnya di masa lalu.&lt;br /&gt;Lalu Anda akan berpikir, tetapi bukankah kita memiliki energi alternatif seperti bio fuel, hidrogen, dan lainlain?&lt;br /&gt;Tetap saja semua itu tidak gratis, selalu ada yang harus dikorbankan.Bio fuel menyebabkan kerusakan lingkungan karena penanaman tanaman bahan bakar tersebut membutuhkan lahan yang tidak sedikit. Hidrogen masih mahal dan belum dapat diproduksi dengan efisien. Bagaimana seandainya planet kita sudah hancur duluan sebelum kita dapat menikmati semua kenyamanan teknologi tersebut? Saat ini kita berpacu dengan waktu. Begitu banyak orang di belahan dunia lainnya yang sangat membutuhkan tiap tetes BBM yang kita nikmati, tiap tetes air bersih yang kita nikmati, dan hal-hal mendasar lainnya untuk mendukung kehidupan mereka. Berhematlah dalam segala bentuk yang Anda bisa. Lakukanlah untuk dunia, lakukanlah untuk&amp;nbsp; generasi penerus Anda.....&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4360674005652309536-1408880007783442602?l=ally-andis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ally-andis.blogspot.com/feeds/1408880007783442602/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ally-andis.blogspot.com/2009/05/egoisme.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4360674005652309536/posts/default/1408880007783442602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4360674005652309536/posts/default/1408880007783442602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ally-andis.blogspot.com/2009/05/egoisme.html' title='EGOISME...!!!'/><author><name>Ally Andis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04465189383082691850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Dta3ni0DAQ0/TN5GvaoIFhI/AAAAAAAAADw/uC3CcPPO_Uo/S220/46538_1353539170573_1594244560_906764_883098_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4360674005652309536.post-3244593138503817718</id><published>2009-05-13T09:27:00.000-07:00</published><updated>2009-05-13T09:32:51.352-07:00</updated><title type='text'>Global Warmnig (hbs.2)</title><content type='html'>&lt;h2 class="post-title"&gt;10 Gejala Pemanasan Global&lt;/h2&gt;&lt;div id="attachment_1995" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px;"&gt;&lt;a href="http://netsains.com/wp-content/uploads/2008/12/080915162428.jpg" onclick=""&gt;&lt;img class="size-medium wp-image-1995" title="080915162428" src="http://netsains.com/wp-content/uploads/2008/12/080915162428.jpg" alt="Lapisan Es yang Kian Menipis" width="300" height="194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Lapisan Es yang Kian Menipis&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;p align="justify"&gt;Ada yang bilang pemanasan global itu hanya khayalan para&lt;span&gt; &lt;/span&gt;pecinta lingkungan. Ada yang bilang itu sudah takdir. Ilmuwan juga masih pro dan kontra soal itu. Yang pasti, fenomena alam itu bisa dirasakan dalam 10 kejadian berikut ini. Dan yang pasti ini bukan imajinasi belaka, sebab kita sudah mengalaminya.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;1. Kebakaran hutan besar-besaran&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bukan hanya di Indonesia, sejumlah hutan di Amerika Serikat juga ikut terbakar ludes. Dalam beberapa dekade ini, kebakaran hutan meluluhlantakan lebih banyak area dalam tempo yang lebih lama juga. Ilmuwan mengaitkan kebakaran yang merajalela ini dengan temperatur yang kian panas dan salju yang meleleh lebih cepat. Musim semi datang lebih awal sehingga salju meleleh lebih awal juga. Area hutan lebih kering dari biasanya dan lebih mudah terbakar.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;2. Situs purbakala cepat rusak&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Akibat alam yang tak bersahabat, sejumlah kuil, situs bersejarah, candi dan artefak lain lebih cepat rusak dibandingkan beberapa waktu silam. banjir, suhu yang ekstrim dan pasang laut menyebabkan itu semua. Situs bersejarah berusia 600 tahun di Thailand, Sukhotai, sudah rusak akibat banjir besar belum lama ini.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;3. Ketinggian gunung berkurang&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tanpa disadari banyak orang, pegunungan Alpen mengalami penyusutan ketinggian. Ini diakibatkan melelehnya es di puncaknya. Selama ratusan tahun, bobot lapisan es telah mendorong permukaan bumi akibat tekanannya. Saat lapisan es meleleh, bobot ini terangkat dan permukaan perlahan terangkat kembali.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;4. Satelit bergerak lebih cepat&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Emisi karbon dioksida membuat planet lebih cepat panas, bahkan berimbas ke ruang angkasa. Udara di bagian terluat atmosfer sangat tipis, tapi dengan jumah karbondioksida yang bertambah, maka molekul di atmosfer bagian atas menyatu lebih lambat dan cenderung memancarkan energi, dan mendinginkan udara sekitarnya. Makin banyak karbondioksida di atas sana, maka atmosfer menciptakan lebih banyak dorongan, dan satelit bergerak lebih cepat.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;5. Hanya yang Terkuat yang Bertahan&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Akibat musim yang kian tak menentu, maka hanya mahluk hidup yang kuatlah yang bisa bertahan hidup. Misalnya, tanaman berbunga lebih cepat tahun ini, maka migrasi sejumlah hewan lebih cepat terjadi. Mereka yang bergerak lambat akan kehilangan makanan, sementar mereka yang lebih tangkas, bisa bertahan hidup. Hal serupa berlaku bagi semua mahluk hidup termasuk manusia.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;6. Pelelehan Besar-besaran&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bukan hanya temperatur planet yang memicu pelelehan gununges, tapi juga semua lapisan tanah yang selama ini membeku. Pelelehan ini memicu dasar tanah mengkerut tak menentu sehingga menimbulkan lubang-lubang dan merusak struktur seperti jalur kereta api, jalan raya, dan rumah-rumah. Imbas dari ketidakstabilan ini pada dataran tinggi seperti pegunungan bahkan bisa menyebabkan keruntuhan batuan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;7. Keganjilan di Daerah Kutub&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hilangnya 125 danau di Kutub Utara beberapa dekade silam memunculkan ide bahwa pemanasan global terjadi lebih “heboh” di daerah kutub.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Riset di sekitar sumber airyang hilang tersebut memperlihatkan kemungkinan mencairnya bagian beku dasar bumi.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;8. Mekarnya Tumbuhan di Kutub Utara&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saat pelelehan Kutub Utara memicu problem pada tanaman danhewan di dataran yang lebih rendah, tercipta pula situasi yang sama dengan saatmatahari terbenam pada biota Kutub Utara. Tanaman di situ yang dulu terperangkap dalam es kini tidak lagi dan mulai tumbuh. Ilmuwan menemukan terjadinya peningkatan pembentukan fotosintesis di sejumlah tanah sekitar dibanding dengan tanah di era purba.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;9. Habitat Makhluk Hidup Pindah ke Dataran Lebih Tinggi&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sejak awal dekade 1900-an, manusia harus mendaki lebihtinggi demi menemukan tupai, berang-berang atau tikus hutan. Ilmuwan menemukan bahwa hewan-hewan ini telah pindah ke dataran lebih tinggi akibat pemanasan global. Perpindahan habitat ini mengancam habitat beruang kutub juga, sebab es tempat dimana mereka tinggal juga mencair.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;10. Peningkatan Kasus Alergi&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sering mengalami serangan bersin-bersin dan gatal di matasaat musim semi, maka salahkanlah pemanasan global. Beberapa dekade terakhir kasus alergi dan asma di kalangan orang Amerika alami peningkatan. Pola hidupdan polusi dianggap pemicunya. Studi para ilmuwan memperlihatkan bahwa tingginya level karbondioksida dan temperatur belakangan inilah pemicunya. Kondisi tersebut juga membuat tanaman mekar lebih awal dan memproduksi lebih banyak serbuk sari.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4360674005652309536-3244593138503817718?l=ally-andis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ally-andis.blogspot.com/feeds/3244593138503817718/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ally-andis.blogspot.com/2009/05/global-warmnig-hbs2.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4360674005652309536/posts/default/3244593138503817718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4360674005652309536/posts/default/3244593138503817718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ally-andis.blogspot.com/2009/05/global-warmnig-hbs2.html' title='Global Warmnig (hbs.2)'/><author><name>Ally Andis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04465189383082691850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Dta3ni0DAQ0/TN5GvaoIFhI/AAAAAAAAADw/uC3CcPPO_Uo/S220/46538_1353539170573_1594244560_906764_883098_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4360674005652309536.post-5804011059764462578</id><published>2009-05-13T09:23:00.000-07:00</published><updated>2009-05-13T09:24:56.464-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p style="text-align: center;" class="ep"&gt;&lt;span class="IL1"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:180%;color:#008000;"&gt;Apa itu Pemanasan Global...?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="ep"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:100%;"&gt;"Panas banget ya hari      ini!” Seringkah Anda mendengar pernyataan tersebut terlontar dari      orang-orang di sekitar Anda ataupun dari diri Anda sendiri? Anda tidak      salah, data-data yang ada memang menunjukkan planet bumi terus mengalami      peningkatan suhu yang mengkhawatirkan dari tahun ke tahun. Selain makin      panasnya cuaca di sekitar kita, Anda tentu juga menyadari makin banyaknya      bencana alam dan fenomena-fenomena alam yang cenderung semakin tidak      terkendali belakangan ini. Mulai dari banjir, puting beliung, semburan gas,      hingga curah hujan yang tidak menentu dari tahun ke tahun. Sadarilah bahwa      semua ini adalah tanda-tanda alam yang menunjukkan bahwa planet kita      tercinta ini sedang mengalami proses kerusakan yang menuju pada kehancuran!      Hal ini terkait langsung dengan isu global yang belakangan ini makin marak      dibicarakan oleh masyarakat dunia yaitu Global Warming (Pemanasan Global).      Apakah pemanasan global itu? Secara singkat pemanasan global adalah      peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi. Pertanyaannya adalah: mengapa      suhu permukaan bumi bisa meningkat?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="ep"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;     &lt;span style="font-family:Garamond;color:#008000;"&gt;Penyebab Pemanasan Global&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="ep"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:100%;"&gt;Penelitian yang telah      dilakukan para ahli selama beberapa dekade terakhir ini menunjukkan bahwa      ternyata makin panasnya planet bumi terkait langsung dengan gas-gas rumah      kaca yang dihasilkan oleh aktifitas manusia. Khusus untuk mengawasi sebab      dan dampak yang dihasilkan oleh pemanasan global, Perserikatan Bangsa Bangsa      (PBB) membentuk sebuah kelompok peneliti yang disebut dengan International      Panel on Climate Change (IPCC). Setiap beberapa tahun sekali, ribuan ahli      dan peneliti-peneliti terbaik dunia yang tergabung dalam IPCC mengadakan      pertemuan untuk mendiskusikan penemuan-penemuan terbaru yang berhubungan      dengan pemanasan global, dan membuat kesimpulan dari laporan dan penemuan-      penemuan baru yang berhasil dikumpulkan, kemudian membuat persetujuan untuk      solusi dari masalah tersebut . Salah satu hal pertama yang mereka temukan      adalah bahwa beberapa jenis gas rumah kaca bertanggung jawab langsung      terhadap pemanasan yang kita alami, dan manusialah kontributor terbesar dari      terciptanya gas-gas rumah kaca tersebut. Kebanyakan dari gas rumah kaca ini      dihasilkan oleh peternakan, pembakaran bahan bakar fosil pada kendaraan      bermotor, pabrik-pabrik modern, peternakan, serta pembangkit tenaga listrik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="ep"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;     &lt;span style="font-family:Garamond;color:#008000;"&gt;Apa itu Gas Rumah Kaca?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="ep"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:100%;"&gt;Atmosfer bumi terdiri      dari bermacam-macam gas dengan fungsi yang berbeda-beda. Kelompok gas yang      menjaga suhu permukaan bumi agar tetap hangat dikenal dengan istilah “gas      rumah kaca”. Disebut gas rumah kaca karena sistem kerja gas-gas tersebut di      atmosfer bumi mirip dengan cara kerja rumah kaca yang berfungsi menahan      panas matahari di dalamnya agar suhu di dalam rumah kaca tetap hangat,      dengan begitu tanaman di dalamnya pun akan dapat tumbuh dengan baik karena      memiliki panas matahari yang cukup. Planet kita pada dasarnya membutuhkan      gas-gas tesebut untuk menjaga kehidupan di dalamnya. Tanpa keberadaan gas      rumah kaca, bumi akan menjadi terlalu dingin untuk ditinggali karena tidak      adanya lapisan yang mengisolasi panas matahari. Sebagai perbandingan, planet      mars yang memiliki lapisan atmosfer tipis dan tidak memiliki efek rumah kaca      memiliki temperatur rata-rata -32o Celcius.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="ep"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:100%;"&gt;Kontributor terbesar      pemanasan global saat ini adalah Karbon Dioksida (CO2), metana (CH4) yang      dihasilkan agrikultur dan peternakan (terutama dari sistem pencernaan      hewan-hewan ternak), Nitrogen Oksida (NO) dari pupuk, dan gas-gas yang      digunakan untuk kulkas dan pendingin ruangan (CFC). Rusaknya hutan-hutan      yang seharusnya berfungsi sebagai penyimpan CO2 juga makin memperparah      keadaan ini karena pohon-pohon yang mati akan melepaskan CO2 yang tersimpan      di dalam jaringannya ke atmosfer. Setiap gas rumah kaca memiliki efek      pemanasan global yang berbedabeda. Beberapa gas menghasilkan efek pemanasan      lebih parah dari CO2. Sebagai contoh sebuah molekul metana menghasilkan efek      pemanasan 23 kali dari molekul CO2. Molekul NO bahkan menghasilkan efek      pemanasan sampai 300 kali dari molekul CO2. Gas-gas lain seperti      chlorofluorocarbons (CFC) ada yang menghasilkan efek pemanasan hingga ribuan      kali dari CO2. Tetapi untungnya pemakaian CFC telah dilarang di banyak      negara karena CFC telah lama dituding sebagai penyebab rusaknya lapisan      ozon.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="ep"&gt; &lt;img src="http://www.pemanasanglobal.net/faq/images/efek-rumah-kaca.jpg" border="0" width="454" height="612" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4360674005652309536-5804011059764462578?l=ally-andis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ally-andis.blogspot.com/feeds/5804011059764462578/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ally-andis.blogspot.com/2009/05/apa-itu-pemanasan-global.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4360674005652309536/posts/default/5804011059764462578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4360674005652309536/posts/default/5804011059764462578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ally-andis.blogspot.com/2009/05/apa-itu-pemanasan-global.html' title=''/><author><name>Ally Andis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04465189383082691850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Dta3ni0DAQ0/TN5GvaoIFhI/AAAAAAAAADw/uC3CcPPO_Uo/S220/46538_1353539170573_1594244560_906764_883098_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4360674005652309536.post-5751919917743770097</id><published>2009-05-13T09:20:00.000-07:00</published><updated>2009-05-13T09:20:08.154-07:00</updated><title type='text'>EFEK RUMAH KACA</title><content type='html'>&lt;h1 class="firstHeading" id="firstHeading"&gt;Efek rumah kaca&lt;/h1&gt;&lt;h3 id="siteSub"&gt;Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas&lt;/h3&gt;&lt;div id="jump-to-nav"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Efek_rumah_kaca#searchInput"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;Efek rumah kaca&lt;/b&gt;, yang pertama kali diusulkan oleh &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Joseph_Fourier" title="Joseph Fourier"&gt;Joseph Fourier&lt;/a&gt; pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1824" title="1824"&gt;1824&lt;/a&gt;, merupakan proses pemanasan permukaan suatu benda langit (terutama &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Planet" title="Planet"&gt;planet&lt;/a&gt; atau satelit) yang disebabkan oleh komposisi dan keadaan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atmosfer" title="Atmosfer"&gt;atmosfernya&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mars" title="Mars"&gt;Mars&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Venus" title="Venus"&gt;Venus&lt;/a&gt;, dan benda langit beratmosfer lainnya (seperti &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Satelit_alam" title="Satelit alam"&gt;satelit alami&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Saturnus" title="Saturnus"&gt;Saturnus&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Titan" title="Titan"&gt;Titan&lt;/a&gt;) memiliki efek rumah kaca, tapi artikel ini hanya membahas pengaruh di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi" title="Bumi"&gt;Bumi&lt;/a&gt;. Efek rumah kaca untuk masing-masing benda langit tadi akan dibahas di masing-masing artikel.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Efek rumah kaca dapat digunakan untuk menunjuk dua hal berbeda: efek rumah kaca alami yang terjadi secara alami di bumi, dan efek rumah kaca ditingkatkan yang terjadi akibat aktivitas manusia (lihat juga &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global" title="Pemanasan global"&gt;pemanasan global&lt;/a&gt;). Yang belakang diterima oleh semua; yang pertama diterima kebanyakan oleh ilmuwan, meskipun ada beberapa perbedaan pendapat.&lt;/div&gt;&lt;table class="toc" id="toc" style="color: black;" summary="Daftar isi"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;h2 style="color: black;"&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;Penyebab&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas &lt;/span&gt;&lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karbondioksida" style="color: black;" title="Karbondioksida"&gt;karbondioksida&lt;/a&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; (CO&lt;/span&gt;&lt;sub style="color: black;"&gt;2&lt;/sub&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO&lt;/span&gt;&lt;sub style="color: black;"&gt;2&lt;/sub&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahan_bakar_minyak" style="color: black;" title="Bahan bakar minyak"&gt;bahan bakar minyak&lt;/a&gt; (BBM), &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Batu_bara" style="color: black;" title="Batu bara"&gt;batu bara&lt;/a&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Energi yang masuk ke bumi mengalami&amp;nbsp;: 25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer 25% diserap awan 45% diadsorpsi permukaan bumi 5% dipantulkan kembali oleh permukaan bumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Energi yang diadsoprsi dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi infra merah oleh awan dan permukaan bumi. Namun sebagian besar infra merah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi. Dalam keadaan normal, efek rumah kaca diperlukan, dengan adanya efek rumah kaca perbedaan suhu antara siang dan malam di bumi tidak terlalu jauh berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain gas CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;, yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah sulfur dioksida (SO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;), nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;) serta beberapa senyawa organik seperti gas metana (CH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;) dan khloro fluoro karbon (CFC). Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rumah kaca.&lt;/div&gt;&lt;table border="4" cellpadding="4" cellspacing="0" style="-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: rgb(249, 249, 249) none repeat scroll 0% 0%; border-collapse: collapse; border: 1px solid rgb(170, 170, 170); font-size: 95%; margin: 1em 1em 1em 0pt;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="center" bgcolor="#3399ff"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Gas&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" bgcolor="#669933"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Kontribusi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" bgcolor="#3399ff"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Sumber emisi global&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" bgcolor="#669933"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;%&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" bgcolor="#ffcc99"&gt;&lt;b&gt;CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left" bgcolor="#ffcc99"&gt;45-50%&lt;/td&gt; &lt;td align="left" bgcolor="#ffcc99"&gt;Batu bara&lt;/td&gt; &lt;td align="left" bgcolor="#ffcc99"&gt;29&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" bgcolor="#ffcc99"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left" bgcolor="#ffcc99"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left" bgcolor="#ffcc99"&gt;Minyak Bumi&lt;/td&gt; &lt;td align="left" bgcolor="#ffcc99"&gt;29&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" bgcolor="#ffcc99"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left" bgcolor="#ffcc99"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left" bgcolor="#ffcc99"&gt;Gas alam&lt;/td&gt; &lt;td align="left" bgcolor="#ffcc99"&gt;11&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" bgcolor="#ffcc99"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left" bgcolor="#ffcc99"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left" bgcolor="#ffcc99"&gt;Penggundulan hutan&lt;/td&gt; &lt;td align="left" bgcolor="#ffcc99"&gt;20&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" bgcolor="#ffcc99"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left" bgcolor="#ffcc99"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left" bgcolor="#ffcc99"&gt;lainnya&lt;/td&gt; &lt;td align="left" bgcolor="#ffcc99"&gt;10&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" bgcolor="#ffcc99"&gt;&lt;b&gt;CH&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left" bgcolor="#ffcc99"&gt;10-20%&lt;/td&gt; &lt;td align="left" bgcolor="#ffcc99"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left" bgcolor="#ffcc99"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Sumber&amp;nbsp;: &lt;i&gt;Kantor Menteri Negara KLH, 1990&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="" id="Akibat" name="Akibat"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;Akibat&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Iklim" title="Iklim"&gt;iklim&lt;/a&gt; yang sangat ekstrim di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hutan" title="Hutan"&gt;hutan&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ekosistem" title="Ekosistem"&gt;ekosistem&lt;/a&gt; lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Air_laut" title="Air laut"&gt;air laut&lt;/a&gt; sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau" title="Pulau"&gt;kepulauan&lt;/a&gt; akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar.&lt;br /&gt;Menurut perhitungan simulasi, efek rumah kaca telah meningkatkan suhu rata-rata bumi 1-5°C. Bila kecenderungan peningkatan gas rumah kaca tetap seperti sekarang akan menyebabkan peningkatan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global" title="Pemanasan global"&gt;pemanasan global&lt;/a&gt; antara 1,5-4,5°C sekitar tahun 2030. Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; di atmosfer, maka akan semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer. Hal ini akan mengakibatkan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suhu" title="Suhu"&gt;suhu&lt;/a&gt; permukaan bumi menjadi meningkat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4360674005652309536-5751919917743770097?l=ally-andis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ally-andis.blogspot.com/feeds/5751919917743770097/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ally-andis.blogspot.com/2009/05/efek-rumah-kaca.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4360674005652309536/posts/default/5751919917743770097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4360674005652309536/posts/default/5751919917743770097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ally-andis.blogspot.com/2009/05/efek-rumah-kaca.html' title='EFEK RUMAH KACA'/><author><name>Ally Andis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04465189383082691850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Dta3ni0DAQ0/TN5GvaoIFhI/AAAAAAAAADw/uC3CcPPO_Uo/S220/46538_1353539170573_1594244560_906764_883098_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4360674005652309536.post-271446629413870475</id><published>2009-05-09T10:39:00.000-07:00</published><updated>2009-05-09T10:39:35.529-07:00</updated><title type='text'>Bumiku S'makin Panas..!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Dta3ni0DAQ0/SgW_DR82TXI/AAAAAAAAACI/YlD9_PAjkYQ/s1600-h/Drug_pics_edited.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="210" src="http://3.bp.blogspot.com/_Dta3ni0DAQ0/SgW_DR82TXI/AAAAAAAAACI/YlD9_PAjkYQ/s200/Drug_pics_edited.jpg" width="215" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tau nggak kalo pemanasan bumi itu sebagian besar dihasilkan dari gambar di atas. Udah bumi kita mulai panas banget, manusianya juga badannya pada panas smua akibat konsumsi zat-zat seperti gambar di atas tuh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang bisa kita perbuat untuk bumi, planet tempat kita hidup ini. Dukung 60 menit untuk BUMI. Hal yang sepele tapi memberikan manfaat yang banyak. Apabila pohon terakhir saja udah ditebang jelas mata air terakhir akan mengering juga. Apakah kita bisa makan UANG.....???&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4360674005652309536-271446629413870475?l=ally-andis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ally-andis.blogspot.com/feeds/271446629413870475/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ally-andis.blogspot.com/2009/05/bumiku-smakin-panas_09.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4360674005652309536/posts/default/271446629413870475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4360674005652309536/posts/default/271446629413870475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ally-andis.blogspot.com/2009/05/bumiku-smakin-panas_09.html' title='Bumiku S&apos;makin Panas..!'/><author><name>Ally Andis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04465189383082691850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Dta3ni0DAQ0/TN5GvaoIFhI/AAAAAAAAADw/uC3CcPPO_Uo/S220/46538_1353539170573_1594244560_906764_883098_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Dta3ni0DAQ0/SgW_DR82TXI/AAAAAAAAACI/YlD9_PAjkYQ/s72-c/Drug_pics_edited.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4360674005652309536.post-3299283910709852596</id><published>2009-05-09T08:17:00.000-07:00</published><updated>2009-05-09T08:32:15.951-07:00</updated><title type='text'>Hari Bumi 22 April 2009</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Dta3ni0DAQ0/SgWfKQ1XR8I/AAAAAAAAABw/ysghomSNyuQ/s1600-h/Earth+Day1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Dta3ni0DAQ0/SgWfKQ1XR8I/AAAAAAAAABw/ysghomSNyuQ/s320/Earth+Day1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333844332356519874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hari bumi jatuh setiap tanggal 22 April. Di Mataram kami semua pecinta alam se-Nusa Tenggara Barat yang tergabung dalam satu wadah yakni Wahana Pecinta Alam (WANAPALA) NTB, memperingati dengan malam renungan dan refleksi di depan kantor gubernur NTB sekaligus &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Launching&lt;/span&gt; Gladian Nasional XIII Pecinta Alam Indonesia. Pelaksanaanya dimulai dari Tanggal 7-17 Agustus 2009. Esok pagi dilangsungkan dengan orasi terbuka dihadiri langsung oleh Gubernur NTB. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Bersih Pantai"&lt;/span&gt;, tepatnya di pantai Ampenan Kota Mataram..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4360674005652309536-3299283910709852596?l=ally-andis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ally-andis.blogspot.com/feeds/3299283910709852596/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ally-andis.blogspot.com/2009/05/hari-bumi-22-april-2009.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4360674005652309536/posts/default/3299283910709852596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4360674005652309536/posts/default/3299283910709852596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ally-andis.blogspot.com/2009/05/hari-bumi-22-april-2009.html' title='Hari Bumi 22 April 2009'/><author><name>Ally Andis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04465189383082691850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Dta3ni0DAQ0/TN5GvaoIFhI/AAAAAAAAADw/uC3CcPPO_Uo/S220/46538_1353539170573_1594244560_906764_883098_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Dta3ni0DAQ0/SgWfKQ1XR8I/AAAAAAAAABw/ysghomSNyuQ/s72-c/Earth+Day1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4360674005652309536.post-7928065912283308844</id><published>2009-05-08T06:25:00.000-07:00</published><updated>2009-05-08T06:30:50.921-07:00</updated><title type='text'>Gunung Rinjani - Lombok</title><content type='html'>&lt;div class="itemboxsub"&gt;&lt;table width="100%" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="icon" width="24"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="cattitle"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="itemsubsub"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="bodytext"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.photosavana.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SgGc1AoKCjwAABpvX1g1/Rinjani-32.jpg?et=xCbtFALOlaP%2B98900Mdi%2BQ&amp;amp;nmid=0" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;GUNUNG RINJANI MILIKI DANAU KALDERA LANGKA&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt;MATARAM -- Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut (dpl), merupakan gunungapi dengan panorama yang indah dan memiliki danau kaldera langka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt;Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi dan Kemitraan Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof DR Emmy Suparka di Mataram, Rabu mengatakan, keindahan dan keterkenalan Danau Segaraanak yang merupakan kaldera Gunung Rinjani sudah merebak hingga mancanegara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt;Banyak wisatawan dalam negeri dan mancanegara yang rela mendaki Gunung Rinjani hanya semata-mata ingin menyaksikan sendiri keindahan serta keajaiban danau kaldera Segara anak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt;"Nampaknya fakta itu menyadarkan berbagai pihak untuk tidak tinggal diam, kemudian muncul kesadaran mengelola kegiatan pendakian Gunung Rinjani yang merupakan gunung tertinggi kedua di Indonesia setelah Gunung Kerinci setinggi 3.805 meter dpl," ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt;Saat ini berbagai organsisasi pengelola Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) seperti Pemprov NTB, dinas pertambangan dan energi serta dinas kebudayaan dan pariwisata bersinergi dibawah satu forum yang dikenal dengan nama Badan Pembina Trekking Rinjani (BPTR).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt;Hasilnya cukup menggembirakan Gunung Rinjani mendapat dua penghargaan tingkat dunia yakni Word Legacy Award dari Conservation International dan National Geographic Traveler 2004 untuk kategori Destination Stewardship dan Tourism for Tomorrow Award dari Word Travel and Tourism Council tahun 2007.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt;Prestasi yang telah diraih BPTR yang melibatkan masyarakat lokal dan kepentingan yang lebih besar dalam hal konservasi lingkungan gunung api serta potensi ilmu pengetahuan geologi/vulkanologi yang dimiliki Gunung Rinjani.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt;Semua itu, katanya, yang membawa Gunung Rinjani sebagai kandidat Geopark untuk diusulkan ke badan PBB yang membawahi bidang pendidikan, kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan (Unesco).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt;Kalau itu berhasil, kata Emmy, maka Gunung Rinjani merupakan geopark pertama di Indonesia dan yang kedua di Asia Tenggara setelah Pulau Langkawi, Malaysia dan yang ke-58 didunia. ant/is&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="border-style: none none double; border-color: -moz-use-text-color -moz-use-text-color windowtext; border-width: medium medium 2.25pt; padding: 0cm 0cm 1pt;"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; margin: 0cm 0cm 0pt; padding: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt;Sumber : Republika&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4360674005652309536-7928065912283308844?l=ally-andis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ally-andis.blogspot.com/feeds/7928065912283308844/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ally-andis.blogspot.com/2009/05/gunung-rinjani-lombok.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4360674005652309536/posts/default/7928065912283308844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4360674005652309536/posts/default/7928065912283308844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ally-andis.blogspot.com/2009/05/gunung-rinjani-lombok.html' title='Gunung Rinjani - Lombok'/><author><name>Ally Andis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04465189383082691850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Dta3ni0DAQ0/TN5GvaoIFhI/AAAAAAAAADw/uC3CcPPO_Uo/S220/46538_1353539170573_1594244560_906764_883098_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4360674005652309536.post-9092231314002493033</id><published>2009-05-07T06:51:00.000-07:00</published><updated>2009-05-07T06:51:39.475-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: #ee0000; font-family: Arial; font-size: 14pt;"&gt;Atlet&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: #ee0000; font-family: Arial; font-size: 14pt;"&gt; Climbing &lt;span class="SpellE"&gt;Puteri&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: #ee0000; font-family: Arial; font-size: 14pt;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: #ee0000; font-family: Arial; font-size: 14pt;"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Hampir&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Pecahkan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Rekor&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Dunia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;&lt;img alt="Image" border="0" height="150" hspace="6" src="http://www.tandike.com/images/stories/fotolombapanjat.jpg" style="float: left;" title="Image" width="150" /&gt;Puurs&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;Belgia&lt;/span&gt; - &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Atlet&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;em&gt;climbing&lt;/em&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;puteri&lt;/span&gt; Indonesia &lt;span class="SpellE"&gt;Evi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Neliwati&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;hampir&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;memecahkan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;rekor&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dunia&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kategori&lt;/span&gt; &lt;em&gt;speed&lt;/em&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Kejuaraan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Dunia&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Panjat&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Tebing&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;Belgia&lt;/span&gt;. &lt;span class="SpellE"&gt;Evi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mengukir&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;waktu&lt;/span&gt; 13&lt;span class="GramE"&gt;,79&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;detik&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;papan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pertama&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;Kejuaraan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dunia&lt;/span&gt; yang &lt;span class="SpellE"&gt;digelar&lt;/span&gt; &lt;em&gt;International Federation of Sports Climbing&lt;/em&gt; (&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;IFSC&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;) &lt;span class="SpellE"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;berlangsung&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Puurs&lt;/span&gt;, 37km &lt;span class="SpellE"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Brussel&lt;/span&gt;, 28-29/9/2007, &lt;span class="SpellE"&gt;mempertandingkan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kategori&lt;/span&gt; &lt;em&gt;Speed&lt;/em&gt; (&lt;span class="SpellE"&gt;kecepatan&lt;/span&gt;) &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;em&gt;Lead&lt;/em&gt; (&lt;span class="SpellE"&gt;kerumitan&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;Kejuaraan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;diikuti&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;oleh&lt;/span&gt; 153 &lt;span class="SpellE"&gt;atlet&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;panjat&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tebing&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dari&lt;/span&gt; 29 &lt;span class="SpellE"&gt;negara&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;merupakan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;rangkaian&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;seri&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kejuaraan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dunia&lt;/span&gt; &lt;em&gt;climbing&lt;/em&gt; (&lt;span class="SpellE"&gt;panjat&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tebing&lt;/span&gt;) yang &lt;span class="SpellE"&gt;sepekan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;lalu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;diselenggarakan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;di&lt;/span&gt; Asturias, &lt;span class="SpellE"&gt;Spanyol&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;Dalam&lt;/span&gt; even &lt;span class="SpellE"&gt;dunia&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tersebut&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Evi&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;atlet&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;nomor&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kecepatan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;panjat&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tebing&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;putri&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;terbaik&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;nasional&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pemegang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;peringkat&lt;/span&gt; 18 &lt;span class="SpellE"&gt;dunia&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;menjadi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;satu-satunya&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;wakil&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;. &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Dia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;datang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ke&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Belgia&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;semangat&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tinggi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;memperbaiki&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;prestasi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sebelumnya&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Spanyol&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;demikian&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;siaran&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pers&lt;/span&gt; KBRI &lt;span class="SpellE"&gt;Brussel&lt;/span&gt; yang &lt;span class="SpellE"&gt;diterima&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;strong&gt;detikcom&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;hari&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ini&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;Senin&lt;/span&gt; (&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;1/10/2007&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Untuk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kategori&lt;/span&gt; &lt;em&gt;speed&lt;/em&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;Evi&lt;/span&gt; (31 &lt;span class="SpellE"&gt;tahun&lt;/span&gt;) &lt;span class="SpellE"&gt;harus&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;bertarung&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tebing&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;berketinggian&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;lebih&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dari&lt;/span&gt; 15 meter, &lt;span class="SpellE"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kecuraman&lt;/span&gt; 5&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; 11&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;.&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Menghadapi&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;medan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tantangan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;baru&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tersebut&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;Evi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sukses&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;menduduki&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;urutan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ketiga&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;babak&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kualifikasi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;catatan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;waktu&lt;/span&gt; total 37&lt;span class="GramE"&gt;,24&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;detik&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;&lt;strong&gt;Sial&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;Dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;cuaca&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dingin&lt;/span&gt; 10&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;berangin&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;atlet&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kelahiran&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Lubuk&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Lingau&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;Riau&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mendapat&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dukungan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;semangat&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;langsung&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dari&lt;/span&gt; KUAI KBRI &lt;span class="SpellE"&gt;Brussel&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Prianti&lt;/span&gt; Gagarin &lt;span class="SpellE"&gt;Djatmiko&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Singgih&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sejumlah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;warga&lt;/span&gt; Indonesia yang &lt;span class="SpellE"&gt;datang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ke&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;lokasi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kejuaraan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;Evi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sempat&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mempertajam&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;prestasi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;menjadi&lt;/span&gt; 35,24 &lt;span class="SpellE"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;babak&lt;/span&gt; 16 &lt;span class="SpellE"&gt;besar&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mengantarkannya&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;bertemu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;atlet&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;unggulan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;peringkat&lt;/span&gt; 4 &lt;span class="SpellE"&gt;dunia&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;asal&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Rusia&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;Valentina&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Yurina&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;Pada&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;babak&lt;/span&gt; 8 &lt;span class="SpellE"&gt;besar&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;atlet&lt;/span&gt; yang &lt;span class="SpellE"&gt;berdomisili&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Surabaya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;secara&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mengejutkan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mengukir&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;waktu&lt;/span&gt; 13&lt;span class="GramE"&gt;,79&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;detik&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;papan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pertama&lt;/span&gt; &lt;em&gt;speed&lt;/em&gt;. &lt;span class="SpellE"&gt;Sedangkan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;papan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kedua&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;Evi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;berhasil&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;menjangkau&lt;/span&gt; &lt;em&gt;pitch&lt;/em&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;terakhir&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;detik&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ke&lt;/span&gt; 14&lt;span class="GramE"&gt;,48&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;sehingga&lt;/span&gt; total &lt;span class="SpellE"&gt;catatan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;waktunya&lt;/span&gt; 28,27! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Namun&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sayang&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;karena&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Evi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;melakukan&lt;/span&gt; &lt;em&gt;technical fault&lt;/em&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;catatan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;waktu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tersebut&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;secara&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tragis&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;diakui&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;IFSC&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dia&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dinyatakan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;gugur&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;strong&gt;Juara&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;Keluar&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sebagai&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;juara&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Kejuaraan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Dunia&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Panjat&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Tebing&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Puurs&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kategori&lt;/span&gt; &lt;em&gt;Speed&lt;/em&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;putera&lt;/span&gt; Manuel Escobar (&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Venezuela&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;) &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;puteri&lt;/span&gt; Svetlana &lt;span class="SpellE"&gt;Tuzhylina&lt;/span&gt; (&lt;span class="SpellE"&gt;Ukraina&lt;/span&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Evi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt; yang &lt;span class="SpellE"&gt;bertarung&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kategori&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;menduduki&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;urutan&lt;/span&gt; ke-8.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;Juara&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kategori&lt;/span&gt; &lt;em&gt;Lead&lt;/em&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;putera&lt;/span&gt;: Ramon Julian &lt;span class="SpellE"&gt;Puigblanque&lt;/span&gt; (&lt;span class="SpellE"&gt;Spanyol&lt;/span&gt;), &lt;span class="SpellE"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;puteri&lt;/span&gt;: &lt;span class="SpellE"&gt;Maja&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Vidmar&lt;/span&gt; (&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Slovenia&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;Dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kesempatan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;terpisah&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;Sekjen&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;IFSC&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Reindert&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Lenselink&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mengatakan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;penyesalannya&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;bahwa&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Evi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dapat&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;berlaga&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;babak&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;selanjutnya&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;mengingat&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;rekor&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;waktu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Evi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tersebut&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;merupakan&lt;/span&gt; yang &lt;span class="SpellE"&gt;tercepat&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sejak&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ajang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tahunan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Kejuaraan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Dunia&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;IFSC&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Puurs&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dilangsungkan&lt;/span&gt; 5 &lt;span class="SpellE"&gt;tahun&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;lalu&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;Berkat&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;prestasi&lt;/span&gt; Indonesia &lt;span class="SpellE"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ajang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;kejuaraan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;dunia&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tersebut&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;Ketua&lt;/span&gt; VBSF (&lt;span class="SpellE"&gt;Federasi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Panjat&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Tebing&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Vlaanderen&lt;/span&gt;) &lt;span class="SpellE"&gt;Tuur&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Ceulers&lt;/span&gt;, &lt;span class="SpellE"&gt;mengharapkan&lt;/span&gt; agar Indonesia &lt;span class="SpellE"&gt;dapat&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;aktif&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;berpartisipasi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ajang&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Kejuaraan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Dunia&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;tahun&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mendatang&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="SpellE"&gt;Sementara&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;itu&lt;/span&gt; KUAI KBRI &lt;span class="SpellE"&gt;Brussel&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Prianti&lt;/span&gt; Gagarin, &lt;span class="SpellE"&gt;menimpali&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;bahwa&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Evi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;merupakan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;duta&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; yang &lt;span class="SpellE"&gt;telah&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;berusaha&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;sekuat-kuatnya&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;mengharumkan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;nama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;bangsa&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;di&lt;/span&gt; forum &lt;span class="SpellE"&gt;mancanegara&lt;/span&gt;. &lt;span class="GramE"&gt;"&lt;span class="SpellE"&gt;Apapun&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;prestasi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Evi&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Kejuaraan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Dunia&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;ini&lt;/span&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;akan&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;selalu&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;bangga&lt;/span&gt;," &lt;span class="SpellE"&gt;demikian&lt;/span&gt; &lt;span class="SpellE"&gt;Prianti..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4360674005652309536-9092231314002493033?l=ally-andis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ally-andis.blogspot.com/feeds/9092231314002493033/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ally-andis.blogspot.com/2009/05/atlet-climbing-puteri-indonesia-hampir.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4360674005652309536/posts/default/9092231314002493033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4360674005652309536/posts/default/9092231314002493033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ally-andis.blogspot.com/2009/05/atlet-climbing-puteri-indonesia-hampir.html' title=''/><author><name>Ally Andis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04465189383082691850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Dta3ni0DAQ0/TN5GvaoIFhI/AAAAAAAAADw/uC3CcPPO_Uo/S220/46538_1353539170573_1594244560_906764_883098_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4360674005652309536.post-7620660359039347059</id><published>2009-04-26T06:54:00.000-07:00</published><updated>2009-04-26T06:58:43.748-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h2 class="posttitle"&gt;&lt;a href="http://unsoul.blog.friendster.com/2008/10/pecinta-alam-indonesia-abad-21/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Pecinta Alam Indonesia Abad 21.."&gt;Pecinta Alam Indonesia Abad 21..&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;      &lt;small&gt; tags: &lt;a href="http://unsoul.blog.friendster.com/tag/pecinta-alam/" rel="tag"&gt;Pecinta alam&lt;/a&gt;    &lt;/small&gt;           &lt;p&gt;Seandainya pohon bisa memberontak dan bicara tentunya ia bakal menjerit ketika ditebang, seadainya satwa liar itu bisa bicara tentunya ia bakal menyelamatkan hidupnya, namun kita sebagai manusia punya mulut, hati, telinga, otak malah diam saja melihat, mendengar jeritan-jeritan alam yang rusak ditangan kerakusan spesies manusia seperti kita ini. Apakah kita bangga dengan kekuasaan kita sendiri sementara kita telah melakukan bunuh diri secara perlahan bersama-sama oleh perbuatan kita sendiri.&lt;br /&gt;Sebelum kita membahas pecinta alam dan kegiatannya mari kita pahami betul apa epistemologi dari “Pencinta Alam”. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata Cinta mempunyai empat makna, yakni, [1] ‘suka sekali’ ; ‘sayang benar’ ; [2] ‘kasih sekali’ ; terpikat’ ; terpikat ; [3] ‘ingin sekali’ ; berharap sekali ; ‘rindu’ ; dan [4] ‘susah hati ; risau’ (1993 -190). Yang artinya pencinta diberi makna ‘orang yang suka akan’ (h191). Selain itu kata alam yang diserap dari bahasa Arab, di Indonesia berkembang sehingga mempunyai tujuh makna. Ketujuh makna itu ialah [1] ‘segala ada yang dilangit dan dibumi’ ; [2] ‘lingkungan dan kehidupan’ ; [3] ‘segala sesuatu yang termasuk dalam satu lingkungan dan dianggap satu lingkungan dan dianggap sebagai satu keutuhan’ [4] ‘segala daya yang menyebabkan terjadinya dan seakan-akan mengatur segala sesuatu yang ada di dunia ini [5] ‘yang bukan buatan manusia’ ; [6] ‘dunia’ ; dan [7] ‘kerajaan ; daerah ; negeri ‘ (h.22). Kalau kedua kata tersebut digabung maka arti dari pencinta alam adalah ‘orang yang sangat suka akan alam’.&lt;br /&gt;Namun tidak disaat ini, pencinta alam yang sebenarnya hanya pantas ditunjukan pada masyarakat asli hutan, organisasi non pemerintah yang peduli terhadap lingkungan dan alam, individu yang peduli dengan lingkungan hidup lewat kemampuan yang dia bisa, seperti menanam pohon, membuang sampah tidak sembarangan, tidak memelihara satwa liar yang dilindungi UU, tidak menebang pohon ditaman nasional dan disekitar hutan lainnya, naik sepeda, menulis tentang lingkungan, membuat film tentang hutan dan kelestariannya, dan masih banyak lagi bentuk kepedulian terhadap lingkungan.&lt;br /&gt;Makna ‘orang yang suka akan alam’ berarti manusia yang peduli dengan alam dan menjaga kelestariannya. Dengan menjaga kelesatariannya berarti ia membela nasib hutan dan satwa liar yang sedang mengalami kepunahan bukan berpetualang menantang andrenallin naik gunung, memanjat tebing, atau membuka jalur untuk latihan atau dengan bangga bisa menaklukan alam.&lt;br /&gt;Sejarah memang harus dipelajari tentang pendirian pencinta alam yang motori almarhum Soe Hok Gie, Herman Lantang dan kawan-kawan. Di era 60-an memang terjadi pergolakan masa transisi kemerdekaan. Invansi politik praktis diluar kampus Universitas Indonesia lewat organisasi dan kesatuan aksi mahasiswa dari berbagai atribut dan ideologinya berusaha memasuki Universitas. Namun, Almarhum Soe dan rekan-rekannya tidak peduli dan menjadi kelompok yang tidak memihak dengan kemelut politik saat itu. Mereka lari ke gunung dan pergi ke tempat-tempat sepi terpencil. Kalau penulis menyimpulkan contemplasi ala raja-raja Jawa seperti pendeta-pendeta hinduisme. Mereka paham waktu itu posisi benar-benar terjepit. Kebersamaan dan pengalaman itulah lahir istilah pencinta alam, yaitu Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Prajnaparamita FSUI. Di Tahun 1971 nama Prajnaparamita dilepas diganti dengan Mapala UI. Alhasil bangsa yang euforia ini bermunculan organisasi pencinta alam baik dari kampus dan diluar kampus.&lt;br /&gt;Kegiatan mereka hanya berlarian ke gunung, ke goa, ke tebing hanya untuk menikmati alam. Jaman abad ini sudah berubah namun masih ada saja organisasi pencinta alam baik dari kampus dan masyarakat yang bergiat untuk naik gunung, ke goa, arung jeram, ke tebing atau pendidikan seperti gaya militer, menggampar seenaknya calon peserta dengan alasan biar berdisiplin seperti militer. Padahal pendidikan ala militer dewasa ini dengan kekerasan sudah mulai dikurangi.&lt;br /&gt;Pernah penulis mendengar cerita dari aktivis lingkungan dari negeri yang hutannya sudah hilang bahwa seandainya gunung itu dipenuhi sampah dan hutannya gundul, iklimnya panas, sungai dipenuhi limbah pabrik, tebing karst di bom dan batunya diambil untuk bahan lantai, meja, dan satwa liar yang eksotik punah seperti Harimau Jawa, Jalak Bali. Apakah organisasi pencinta alam baik itu dikampus maupun diluar kampus diam saja melihat itu semua.&lt;br /&gt;Memang hutan Indonesia belum parah meski terlihat parah atau sungai-sungai masih belum tercemar hingga bisnis olah raga arus deras pun menjamur atau gunung masih ada tempat menarik meski jauh paling atas, goa-goa masih banyak yang bagus, tebing-tebing masih menjulang tinggi toh mereka hanya santai-santai saja atau tidak perduli sama sekali lebih mementingkan event-event kejuaraan atau pelatihan-pelatihan yang tidak ada hubungannya dengan makna dari pencinta alam. Sangat tragis benar.&lt;br /&gt;Apa ada yang salah dari Almarhum Soe Hok Gie dan kawan-kawan lamanya hingga penerusnya hanya mementingkan kepuasaan sesaat atau kode etik pencinta alam Se-Indonesia yang syahkan bersama dalam gladian ke-4 yang setiap kegiatan wajib dibacakan setiap kegiatan seperti maksud dari pesannya Pencinta Alam Indonesia adalah sebagai dari masyarakat Indonesia sadar akan tanggung jawab kami kepada Tuhan, Bangsa dan Tanah Air. Dengan kesadarannya mereka (Pencinta Alam) menyatakan pada poin 2 yang isinya memelihara alam beserta isinya menjadi ucapan atau janji tanpa makna (Lip Service).&lt;br /&gt;Namun hasilnya pun hutan tetap gundul, satwa liar makin lama makin punah, bencana lingkungan mulai bermunculan, bahkan pemanasan global yang dibicarakan setiap negara dan para aktifis lingkungan dari LSM dengan gencarnya mencari solusi. Sedangkan organisasi yang namanya Pencinta Alam belum menunjukan taringnya untuk peduli terhadap lingkungan. Bahkan hanya bisa dihitung oleh jari organisasi pencinta alam yang peduli terhadap lingkungan. Atau menurut saran respon dari pembaca tulisan Quo Vadis Pecinta Alam yang ditulis penulis mending diganti saja nama pencinta alam dengan nama jenis petualang. Biar tidak terjadi pembiasan makna dari kata Pencinta Alam.&lt;br /&gt;Alhasil, makin sepinya minat pemuda sekarang untuk masuk organisasi pencinta alam. Tradisi lama masih dipakai tidak ada formulasi-formulasi baru untuk merefleksikan kegiatan-kegiatannya. Atau organisasi pencinta alam dewasa ini telah bangga dengan “establishment” (kemapanan). Kebiasaan-kebiasaan lama yang harus ditinggalkan malah terus diulang-ulang saja seperti pendidikan dengan kekerasan atau perbedaan yang antara senior dan yunior, pendendaman akibat dari pendidikan yang keras, menebang pohon untuk simulasi SAR, atau pembukaan jalur. Meski kecil namun tetap saja kita memberikan pendidikan yang tidak baik terhadap masyarakat sekitar gunung atau hutan.&lt;br /&gt;Pernah penulis ditanya saat masuk organisasi mahasiswa pencinta alam waktu masih kuliah dulu oleh senior, apa tujuan anda masuk pencinta alam? Penulis menjawab ingin mengenal alam lebih dekat. Namun, ketika pendidikan tidak dikenalkan dengan alam malah disiksa di bentak meski tidak ada kekerasan fisik, membuka jalur hutan dengan parang seperti kesatria.&lt;br /&gt;Ironisnya, bencana-bencana alam tidak separah di jaman itu. Namun saat ini kita mendengar dan merasakan dampak dari penyakit lingkungan seperti pemanasan global, banjir, longsor, tsunami, belum lagi penyakit-penyakit aneh lainnya. Apa kita sebagai pencinta alam terus merenung naik gunung?Apa kita sebagai pencinta alam masih saja manjat memenuhi kepuasaan jiwa? Apa kita sebagai pencinta alam terus menelusuri goa?Apa kita sebagai pencinta alam terus pergi keriam berarung jeram melintasi sungai?Apa kita sebagai pencinta alam bangga dengan ucapan sebagai penikmat alam? Waktunya kita bergabung dan belajar dari organisasi-organisasi non pemerintah, masyarakat dengan kearifan tradisional sekitar hutan yang peduli terhadap lingkungan untuk melakukan sinergi bersama mencari solusi tentang kerusakan alam. Ini tugas semua pencinta alam Indonesia di abad 21 ini. Waktunya meninggalkan dunia petualang. Take Action Now!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4360674005652309536-7620660359039347059?l=ally-andis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ally-andis.blogspot.com/feeds/7620660359039347059/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ally-andis.blogspot.com/2009/04/pecinta-alam-indonesia-abad-21.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4360674005652309536/posts/default/7620660359039347059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4360674005652309536/posts/default/7620660359039347059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ally-andis.blogspot.com/2009/04/pecinta-alam-indonesia-abad-21.html' title=''/><author><name>Ally Andis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04465189383082691850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Dta3ni0DAQ0/TN5GvaoIFhI/AAAAAAAAADw/uC3CcPPO_Uo/S220/46538_1353539170573_1594244560_906764_883098_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4360674005652309536.post-8435331464568676087</id><published>2009-04-26T06:49:00.000-07:00</published><updated>2009-06-22T08:32:55.825-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kode Pecinta Alam Indonesia'/><title type='text'>Kode Etik Pecinta Alam Indonesia</title><content type='html'>&lt;div class="entrytext"&gt;     &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:13;"&gt;KODE ETIK PECINTA ALAM INDONESIA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;“&lt;strong&gt; PECINTA ALAM INDONESIA SADAR BAHWA ALAM BESERTA ISINYA ADALAH CIPTAAN TUHAN YANG MAHA ESA “&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;strong&gt;“PECINTA ALAM &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;INDONESIA&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; SEBAGAI BAGIAN DARI MASYARAKAT &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;INDONESIA&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; SADAR AKAN TANGGUNG JAWAB KAMI KEPADA TUHAN, BANGSA DAN TANAH AIR ”&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;strong&gt;” PECINTA LAM INDONESIA SADAR BAHWA PECINTA ALAM ADALAH SEBAGAI MAKHLUK YANG MENCINTAI ALAM SEBAGAI ANUGERAH TUHAN YANG MAHA ESA “&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span&gt;Sesuai dengan hakekat diatas kami dengan kesadaran menyatakan :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span&gt;1. Mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span&gt;2. Memelihara alam beserta isinya serta menggnakan sumber alam sesuai dengan kebutuhannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span&gt;3. Mengabdi kepada Bangsa dan Tanah Air.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span&gt;4. Menghormati tata kehidupan yang berlaku pada masyarakat sekitar serta menghargai manusia dan kerabatnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span&gt;5. Berusaha mempererat tali persaudaraan antara pecinta alam sesuai dengan azas pecinta alam&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span&gt;6. Berusaha saling membantu serta menghargai dalam pelaksanaan pengabdian terhadap Tuhan, Bangsa dan Tanah air.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span&gt;7. Selesai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Disyahkan bersama dalam&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;GLADIAN IV – 1974 Di Ujungpandang&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;        &lt;br /&gt;   &lt;/div&gt;           &lt;!-- You can start editing here. --&gt;    &lt;h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4360674005652309536-8435331464568676087?l=ally-andis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ally-andis.blogspot.com/feeds/8435331464568676087/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ally-andis.blogspot.com/2009/04/kode-etik-pecinta-alam-indonesia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4360674005652309536/posts/default/8435331464568676087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4360674005652309536/posts/default/8435331464568676087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ally-andis.blogspot.com/2009/04/kode-etik-pecinta-alam-indonesia.html' title='Kode Etik Pecinta Alam Indonesia'/><author><name>Ally Andis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04465189383082691850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Dta3ni0DAQ0/TN5GvaoIFhI/AAAAAAAAADw/uC3CcPPO_Uo/S220/46538_1353539170573_1594244560_906764_883098_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4360674005652309536.post-1332076441516818340</id><published>2009-04-22T08:38:00.001-07:00</published><updated>2009-04-22T08:45:19.142-07:00</updated><title type='text'>Salah Satu Manusia Indonesia Peduli pada Bumi dan Lingkungan</title><content type='html'>&lt;h1 id="firstHeading" class="firstHeading"&gt;Iwan Fals&lt;/h1&gt;       &lt;h3 id="siteSub"&gt;Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas&lt;/h3&gt;              &lt;div id="jump-to-nav"&gt;Langsung ke: &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Iwan_Fals#column-one"&gt;navigasi&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Iwan_Fals#searchInput"&gt;cari&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;   &lt;!-- start content --&gt;    &lt;table class="noprint messagebox ambox-content" style=""&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td class="ambox-image"&gt; &lt;div style="width: 52px;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Question_book-new.png" class="image" title="Question book-new.png"&gt;&lt;img alt="" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/1/1c/Question_book-new.png/50px-Question_book-new.png" width="50" border="0" height="39" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td class="ambox-text" style="border: medium none ; padding: 0.25em 0.9em; width: 100%;"&gt;&lt;b&gt;Artikel ini membutuhkan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Kutip_sumber_tulisan" title="Wikipedia:Kutip sumber tulisan"&gt;catatan kaki&lt;/a&gt; untuk &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Pemastian" title="Wikipedia:Pemastian"&gt;pemastian&lt;/a&gt;.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;small&gt;Silakan bantu &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Iwan_Fals&amp;amp;action=edit" class="external text" title="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Iwan_Fals&amp;amp;action=edit" rel="nofollow"&gt;memperbaiki artikel ini&lt;/a&gt; dengan menambahkan catatan kaki.&lt;/small&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;div class="thumb tright"&gt; &lt;div class="thumbinner" style="width: 182px;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Time_fals.jpg" class="image" title="Time Asia: Asian Heroes"&gt;&lt;img alt="" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/a/ab/Time_fals.jpg/180px-Time_fals.jpg" class="thumbimage" width="180" border="0" height="238" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div class="thumbcaption"&gt; &lt;div class="magnify"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Time_fals.jpg" class="internal" title="Perbesar"&gt;&lt;img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;a href="http://www.time.com/time/asia/features/heroes/fals.html" class="external text" title="http://www.time.com/time/asia/features/heroes/fals.html" rel="nofollow"&gt;Time Asia: Asian Heroes&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Iwan Fals&lt;/b&gt; yang bernama lengkap &lt;b&gt;Virgiawan Listanto&lt;/b&gt; (lahir di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jakarta" title="Jakarta" class="mw-redirect"&gt;Jakarta&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/3_September" title="3 September"&gt;3 September&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1961" title="1961"&gt;1961&lt;/a&gt;; umur 47 tahun) adalah seorang &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Penyanyi" title="Penyanyi"&gt;penyanyi&lt;/a&gt; beraliran balada yang menjadi salah satu legenda hidup di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia" title="Indonesia"&gt;Indonesia&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lewat lagu-lagunya, ia 'memotret' suasana sosial kehidupan Indonesia (terutama Jakarta) di akhir tahun 1970-an hingga sekarang. Kritik atas perilaku sekelompok orang (seperti &lt;i&gt;Wakil Rakyat&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Tante Lisa&lt;/i&gt;), empati bagi kelompok marginal (misalnya &lt;i&gt;Siang Seberang Istana&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Lonteku&lt;/i&gt;), atau bencana besar yang melanda Indonesia (atau kadang-kadang di luar Indonesia, seperti &lt;i&gt;Ethiopia&lt;/i&gt;) mendominasi tema lagu-lagu yang dibawakannya. Iwan Fals tidak hanya menyanyikan lagu ciptaannya tetapi juga sejumlah pencipta lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Iwan yang juga sempat aktif di kegiatan olahraga, pernah meraih gelar Juara II Karate Tingkat Nasional, Juara IV Karate Tingkat Nasional &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1989" title="1989"&gt;1989&lt;/a&gt;, sempat masuk pelatnas dan melatih karate di kampusnya, STP (Sekolah Tinggi Publisistik). Iwan juga sempat menjadi kolumnis di beberapa tabloid olah raga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kharisma seorang Iwan Fals sangat besar. Dia sangat dipuja oleh kaum 'akar rumput'. Kesederhanaannya menjadi panutan para penggemarnya yang tersebar diseluruh nusantara. Para penggemar fanatik Iwan Fals bahkan mendirikan sebuah yayasan pada tanggal 16 Agustus 1999 yang disebut &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Yayasan_Orang_Indonesia&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Yayasan Orang Indonesia (halaman belum tersedia)"&gt;Yayasan Orang Indonesia&lt;/a&gt; atau biasa dikenal dengan seruan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Oi&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Oi (halaman belum tersedia)"&gt;Oi&lt;/a&gt;. Yayasan ini mewadahi aktivitas para penggemar Iwan Fals. Hingga sekarang kantor cabang OI dapat ditemui setiap penjuru nusantara dan beberapa bahkan sampai ke manca negara.&lt;sup class="noprint Inline-Template"&gt;&lt;span title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan." style="white-space: nowrap;"&gt;[&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Mengutip_sumber" title="Wikipedia:Mengutip sumber" class="mw-redirect"&gt;rujukan?&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;table id="toc" class="toc" summary="Daftar isi"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt; &lt;div id="toctitle"&gt; &lt;h2&gt;Daftar isi&lt;/h2&gt;  &lt;span class="toctoggle"&gt;[&lt;a href="javascript:toggleToc()" class="internal" id="togglelink"&gt;sembunyikan&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;ul&gt;&lt;li class="toclevel-1"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Iwan_Fals#Biografi"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;1&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Biografi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;ul&gt;&lt;li class="toclevel-2"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Iwan_Fals#Keluarga"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;1.1&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Keluarga&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Iwan_Fals#Pendidikan"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;2&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Pendidikan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Iwan_Fals#Diskografi"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;3&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Diskografi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;ul&gt;&lt;li class="toclevel-2"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Iwan_Fals#Album"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;3.1&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Album&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-2"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Iwan_Fals#Singel"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;3.2&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Singel&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-2"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Iwan_Fals#Single_Hits_yang_dibawakan_penyanyi_lain"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;3.3&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Single Hits yang dibawakan penyanyi lain&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-2"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Iwan_Fals#Album_kompilasi"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;3.4&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Album kompilasi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-2"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Iwan_Fals#Film"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;3.5&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Film&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-2"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Iwan_Fals#Lagu_yang_tidak_beredar"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;3.6&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Lagu yang tidak beredar&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Iwan_Fals#Penghargaan"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;4&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Penghargaan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Iwan_Fals#Pranala_luar"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;5&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Pranala luar&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt; //&lt;![CDATA[  if (window.showTocToggle) { var tocShowText = "tampilkan"; var tocHideText = "sembunyikan"; showTocToggle(); }  //]]&gt; &lt;/script&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Biografi" id="Biografi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Iwan_Fals&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=1" title="Sunting bagian: Biografi"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Biografi&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;Masa kecil Iwan Fals dihabiskan di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bandung" title="Bandung" class="mw-redirect"&gt;Bandung&lt;/a&gt;, kemudian ikut saudaranya di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jeddah" title="Jeddah"&gt;Jeddah&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Arab_Saudi" title="Arab Saudi"&gt;Arab Saudi&lt;/a&gt; selama 8 bulan. Bakat musiknya makin terasah ketika ia berusia 13 tahun, di mana Iwan banyak menghabiskan waktunya dengan mengamen di Bandung. Bermain &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gitar" title="Gitar"&gt;gitar&lt;/a&gt; dilakukannya sejak masih muda bahkan ia mengamen untuk melatih kemampuannya bergitar dan mencipta lagu. Ketika di SMP, Iwan menjadi gitaris dalama paduan suara sekolah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selanjutnya, datang ajakan untuk mengadu nasib di Jakarta dari seorang produser. Ia lalu menjual sepeda motornya untuk biaya membuat master. Iwan rekaman album pertama bersama rekan-rekannya, Toto Gunarto, Helmi, Bambang Bule yang tergabung dalam &lt;i&gt;Amburadul&lt;/i&gt;, namun album tersebut gagal di pasaran dan Iwan kembali menjalani profesi sebagai pengamen. Album ini sekarang menjadi buruan para kolektor serta fans fanatik Iwan Fals.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah dapat juara di festival &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Musik_country" title="Musik country"&gt;musik country&lt;/a&gt;, Iwan ikut festival lagu humor. Arwah Setiawan (almarhum), lagu-lagu humor milik Iwan sempat direkam bersama &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pepeng" title="Pepeng"&gt;Pepeng&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Krisna_Purwana" title="Krisna Purwana"&gt;Krisna&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nana_Krip&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Nana Krip (halaman belum tersedia)"&gt;Nana Krip&lt;/a&gt; dan diproduksi oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=ABC_Records&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="ABC Records (halaman belum tersedia)"&gt;ABC Records&lt;/a&gt;, tapi juga gagal dan hanya dikonsumsi oleh kalangan tertentu saja. Sampai akhirnya, perjalanan Iwan bekerja sama dengan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Musica_Studio&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Musica Studio (halaman belum tersedia)"&gt;Musica Studio&lt;/a&gt;. Sebelum ke Musica, Iwan sudah rekaman sekitar 4-5 album. Di Musica, barulah lagu-lagu Iwan digarap lebih serius. Album &lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sarjana_Muda_%28album_musik%29" title="Sarjana Muda (album musik)" class="mw-redirect"&gt;Sarjana Muda&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;, misalnya, musiknya ditangani oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Willy_Soemantri&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Willy Soemantri (halaman belum tersedia)"&gt;Willy Soemantri&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Iwan tetap menjalani profesinya sebagai pengamen. Ia mengamen dengan mendatangi rumah ke rumah, kadang di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pasar_Kaget&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Pasar Kaget (halaman belum tersedia)"&gt;Pasar Kaget&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Blok_M" title="Blok M" class="mw-redirect"&gt;Blok M&lt;/a&gt;. Album Sarjana Muda ternyata banyak diminati dan Iwan mulai mendapatkan berbagai tawaran untuk bernyanyi. Ia kemudian sempat masuk televisi setelah tahun 1987. Saat acara &lt;i&gt;Manasuka Siaran Niaga&lt;/i&gt; disiarkan di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/TVRI" title="TVRI" class="mw-redirect"&gt;TVRI&lt;/a&gt;, lagu &lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Oemar_Bakri&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Oemar Bakri (halaman belum tersedia)"&gt;Oemar Bakri&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; sempat ditayangkan di TVRI. Ketika anak kedua Iwan, Cikal lahir tahun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1985" title="1985"&gt;1985&lt;/a&gt;, kegiatan mengamen langsung dihentikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selama &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Orde_Baru" title="Orde Baru" class="mw-redirect"&gt;Orde Baru&lt;/a&gt;, banyak jadwal acara konser Iwan yang dilarang dan dibatalkan oleh aparat pemerintah, karena lirik-lirik lagunya dianggap dapat memancing kerusuhan. Pada awal karirnya, Iwan Fals banyak membuat lagu yang bertema kritikan pada pemerintah. Beberapa lagu itu bahkan bisa dikategorikan terlalu keras pada masanya, sehingga perusahaan rekaman yang memayungi Iwan Fals enggan atau lebih tepatnya tidak berani memasukkan lagu-lagu tersebut dalam album untuk dijual bebas. Belakangan Iwan Fals juga mengakui kalau pada saat itu dia sendiri juga tidak tertarik untuk memasukkan lagu-lagu ini ke dalam album.&lt;sup class="noprint Inline-Template"&gt;&lt;span title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan." style="white-space: nowrap;"&gt;[&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Mengutip_sumber" title="Wikipedia:Mengutip sumber" class="mw-redirect"&gt;rujukan?&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rekaman lagu-lagu yang tidak dipasarkan tersebut kemudian sempat diputar di sebuah stasiun radio yang sekarang sudah tidak mengudara lagi. Iwan Fals juga pernah menyanyikan lagu-lagu tersebut dalam beberapa konser musik, yang mengakibatkan dia berulang kali harus berurusan dengan pihak keamanan dengan alasan lirik lagu yang dinyanyikan dapat mengganggu stabilitas negara.&lt;sup class="noprint Inline-Template"&gt;&lt;span title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan." style="white-space: nowrap;"&gt;[&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Mengutip_sumber" title="Wikipedia:Mengutip sumber" class="mw-redirect"&gt;rujukan?&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt; Beberapa konser musiknya pada tahun 80-an juga sempat disabotase dengan cara memadamkan aliran listrik dan pernah juga dibubarkan secara paksa hanya karena Iwan Fals membawakan lirik lagu yang menyindir penguasa saat itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada bulan April tahun 1984 Iwan Fals harus berurusan dengan aparat keamanan dan sempat ditahan dan diinterogasi selama 2 minggu gara-gara menyanyikan lirik lagu &lt;i&gt;Demokrasi Nasi&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Pola Sederhana&lt;/i&gt; juga &lt;i&gt;Mbak Tini&lt;/i&gt; pada sebuah konser di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pekanbaru" title="Pekanbaru" class="mw-redirect"&gt;Pekanbaru&lt;/a&gt;. Sejak kejadian itu, Iwan Fals dan keluarganya sering mendapatkan teror.&lt;sup class="noprint Inline-Template"&gt;&lt;span title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan." style="white-space: nowrap;"&gt;[&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Mengutip_sumber" title="Wikipedia:Mengutip sumber" class="mw-redirect"&gt;rujukan?&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt; Hanya segelintir fans fanatik Iwan Fals yang masih menyimpan rekaman lagu-lagu ini, dan sekarang menjadi koleksi yang sangat berharga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat bergabung dengan kelompok &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/SWAMI" title="SWAMI"&gt;SWAMI&lt;/a&gt; dan merilis album bertajuk SWAMI pada 1989, nama Iwan semakin meroket dengan mencetak hits &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bento" title="Bento" class="mw-redirect"&gt;Bento&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bongkar&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Bongkar (halaman belum tersedia)"&gt;Bongkar&lt;/a&gt; yang sangat fenomenal. Perjalanan karir Iwan Fals terus menanjak ketika dia bergabung dengan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kantata_Takwa" title="Kantata Takwa"&gt;Kantata Takwa&lt;/a&gt; pada 1990 yang didukung penuh oleh pengusaha &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Setiawan_Djodi" title="Setiawan Djodi"&gt;Setiawan Djodi&lt;/a&gt;. Konser-konser Kantata Takwa saat itu sampai sekarang dianggap sebagai konser musik yang terbesar dan termegah sepanjang sejarah musik Indonesia.&lt;sup class="noprint Inline-Template"&gt;&lt;span title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan." style="white-space: nowrap;"&gt;[&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Mengutip_sumber" title="Wikipedia:Mengutip sumber" class="mw-redirect"&gt;rujukan?&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah kontrak dengan SWAMI yang menghasilkan dua album (SWAMI dan SWAMI II) berakhir, dan disela Kantata (yang menghasilkan Kantata Takwa dan Kantata Samsara), Iwan Fals masih meluncurkan album-album solo maupun bersama kelompok seperti album &lt;i&gt;Dalbo&lt;/i&gt; yang dikerjakan bersama sebagian mantan personil SWAMI.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejak meluncurnya album &lt;i&gt;Suara Hati&lt;/i&gt; pada 2002, Iwan Fals telah memiliki kelompok musisi pengiring yang tetap dan selalu menyertai dalam setiap pengerjaan album maupun konser. Menariknya, dalam seluruh alat musik yang digunakan baik oleh Iwan fals maupun bandnya pada setiap penampilan di depan publik tidak pernah terlihat merek maupun logo. Seluruh identitas tersebut selalu ditutupi atau dihilangkan. Pada panggung yang menjadi dunianya, Iwan Fals tidak pernah mengizinkan ada logo atau tulisan sponsor terpampang untuk menjaga idealismenya yang tidak mau dianggap menjadi wakil dari produk tertentu.&lt;sup class="noprint Inline-Template"&gt;&lt;span title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan." style="white-space: nowrap;"&gt;[&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Mengutip_sumber" title="Wikipedia:Mengutip sumber" class="mw-redirect"&gt;rujukan?&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Keluarga" id="Keluarga"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Iwan_Fals&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=2" title="Sunting bagian: Keluarga"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Keluarga&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Iwan lahir dari Lies (ibu) dan mempunyai ayah Haryoso almarhum (kolonel Anumerta). Iwan menikahi Rosanna (Mbak Yos) dan mempunyai anak Galang Rambu Anarki (almarhum), Annisa Cikal Rambu Basae, dan Rayya Rambu Robbani.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Galang mengikuti jejak ayahnya terjun di bidang musik. Walaupun demikian, musik yang ia bawakan berbeda dengan yang telah menjadi &lt;i&gt;trade mark&lt;/i&gt; ayahnya. Galang kemudian menjadi gitaris kelompok &lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bunga" title="Bunga"&gt;Bunga&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; dan sempat merilis satu album perdana menjelang kematiannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nama Galang juga dijadikan salah satu lagu Iwan, berjudul &lt;i&gt;Galang Rambu Anarki&lt;/i&gt; pada album &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Opini_%28album_musik%29" title="Opini (album musik)" class="mw-redirect"&gt;Opini&lt;/a&gt;, yang bercerita tentang kegelisahan orang tua menghadapi kenaikan harga-harga barang sebagai imbas dari kenaikan harga &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/BBM" title="BBM" class="mw-redirect"&gt;BBM&lt;/a&gt; pada awal tahun 1981 yaitu pada hari kelahiran Galang (1 Januari 1981).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nama &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cikal_%28album_musik%29" title="Cikal (album musik)"&gt;Cikal&lt;/a&gt; sebagai putri kedua juga diabadikan sebagai judul album dan judul lagu Iwan Fals yang terbit tahun 1991. Sebelumnya Cikal juga pernah dibuatkan lagu dengan judul &lt;i&gt;Anissa&lt;/i&gt; pada tahun 1986. Rencananya lagu ini dimasukkan dalam album &lt;i&gt;Aku Sayang Kamu&lt;/i&gt;, namun dibatalkan. Lirik lagu ini cukup kritis sehingga perusahaan rekaman batal menyertakannya. Pada cover album &lt;i&gt;Aku Sayang Kamu&lt;/i&gt; terutama cetakan awal, pada bagian penata musik masih tertulis kata &lt;i&gt;Anissa&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Galang Rambu Anarki meninggal pada bulan April 1997 secara mendadak yang membuat aktivitas bermusik Iwan Fals sempat vakum selama beberapa tahun. Galang dimakamkan di pekarangan rumah Iwan Fals di desa &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Leuwinanggung,_Cimanggis,_Depok" title="Leuwinanggung, Cimanggis, Depok"&gt;Leuwinanggung, Cimanggis, Depok&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Barat" title="Jawa Barat"&gt;Jawa Barat&lt;/a&gt;. Sepeninggal Galang, Iwan sering menyibukkan diri dengan melukis dan berlatih bela diri.(&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada tahun 2002 Iwan mulai aktif lagi membuat album setelah sekian lama menyendiri dengan munculnya album &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suara_Hati_%28album_musik%29" title="Suara Hati (album musik)" class="mw-redirect"&gt;Suara Hati&lt;/a&gt; yang di dalamnya terdapat lagu &lt;i&gt;Hadapi Saja&lt;/i&gt; yang bercerita tentang kematian Galang Rambu Anarki. Pada lagu ini istri Iwan Fals (Yos) juga ikut menyumbangkan suaranya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejak meninggalnya Galang Rambu Anarki, warna dan gaya bermusik Iwan Fals terasa berbeda. Dia tidak segarang dan seliar dahulu. Lirik-lirik lagunya terkesan lebih dewasa dan puitis.&lt;sup class="noprint Inline-Template"&gt;&lt;span title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan." style="white-space: nowrap;"&gt;[&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Mengutip_sumber" title="Wikipedia:Mengutip sumber" class="mw-redirect"&gt;rujukan?&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt; Iwan Fals juga lebih banyak membawakan lagu-lagu bertema cinta baik karangannya sendiri maupun dari orang lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada tanggal 22 Januari 2003, Iwan Fals dianugrahi seorang anak lelaki yang diberi nama Rayya Rambu Robbani. Kelahiran putra ketiganya ini seakan menjadi pengganti almarhum Galang Rambu Anarki dan banyak memberi inspirasi dalam dunia musik seorang Iwan Fals.&lt;sup class="noprint Inline-Template"&gt;&lt;span title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan." style="white-space: nowrap;"&gt;[&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Mengutip_sumber" title="Wikipedia:Mengutip sumber" class="mw-redirect"&gt;rujukan?&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di luar musik dan lirik, penampilan Iwan Fals juga berubah total. Saat putra pertamanya meninggal dunia Iwan Fals mencukur habis rambut panjangnya hingga gundul. Sekarang dia berpenampilan lebih bersahaja, rambut berpotongan rapi disisir juga kumis dan jenggot yang dihilangkan. Dari sisi pakaian, dia lebih sering menggunakan kemeja yang dimasukkan pada setiap kesempatan tampil di depan publik, sangat jauh berbeda dengan penampilannya dahulu yang lebih sering memakai kaus oblong bahkan bertelanjang dada dengan rambut panjang tidak teratur dan kumis tebal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Peranan istrinya juga menjadi penting sejak putra pertamanya tiada. Rossana menjadi manajer pribadi Iwan Fals yang mengatur segala jadwal kegiatan dan kontrak. Dengan adanya Iwan Fals Manajemen (IFM), Fals lebih profesional dalam berkarir.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Pendidikan" id="Pendidikan"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Iwan_Fals&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=3" title="Sunting bagian: Pendidikan"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Pendidikan&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;SMPN 5 Bandung&lt;/li&gt;&lt;li&gt;SMAK BPK Bandung&lt;/li&gt;&lt;li&gt;STP (Sekolah Tinggi Publisistik, sekarang &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=IISIP&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="IISIP (halaman belum tersedia)"&gt;IISIP&lt;/a&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Institut_Kesenian_Jakarta" title="Institut Kesenian Jakarta"&gt;Institut Kesenian Jakarta&lt;/a&gt; (IKJ)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Diskografi" id="Diskografi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Iwan_Fals&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=4" title="Sunting bagian: Diskografi"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Diskografi&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;div class="thumb tright"&gt; &lt;div class="thumbinner" style="width: 202px;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Rolling_Stone_Mei_2007.jpg" class="image" title="Iwan Fals pada cover majalah Rolling Stone Mei 2007"&gt;&lt;img alt="" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/d/d3/Rolling_Stone_Mei_2007.jpg/200px-Rolling_Stone_Mei_2007.jpg" class="thumbimage" width="200" border="0" height="249" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div class="thumbcaption"&gt; &lt;div class="magnify"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Rolling_Stone_Mei_2007.jpg" class="internal" title="Perbesar"&gt;&lt;img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; Iwan Fals pada cover majalah Rolling Stone Mei 2007&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;p&gt;Tidak seluruh album yang dikeluarkan Iwan Fals berisi lagu baru. Pada tahun-tahun terakhir, Iwan Fals sering mengeluarkan rilis ulang lagu-lagu lamanya, baik dengan aransemen asli maupun dengan aransemen ulang. Pada tahun-tahun terakhir ini pula Iwan Fals lebih banyak memilih berkolaborasi dengan musisi muda berbakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Banyak lagu Iwan Fals yang tidak dijual secara bebas. Lagu-lagu tersebut menjadi koleksi ekslusif para penggemarnya dan kebanyakan direkam secara &lt;i&gt;live&lt;/i&gt;. Beberapa lagu Iwan Fals yang tidak dikomersialkan seperti lagu 'Pulanglah' yang dinyanyikan khusus untuk almarhum &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Munir" title="Munir" class="mw-redirect"&gt;Munir&lt;/a&gt; ternyata sangat digemari yang akhirnya direkam ulang dan dimasukkan kedalam album terbarunya yang beredar di tahun 2007.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Album" id="Album"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Iwan_Fals&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=5" title="Sunting bagian: Album"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Album&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;div class="thumb tright"&gt; &lt;div class="thumbinner" style="width: 149px;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:In-collaboration.jpg" class="image" title="In Collaboration with (2003)"&gt;&lt;img alt="" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/2/21/In-collaboration.jpg" class="thumbimage" width="147" border="0" height="150" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div class="thumbcaption"&gt; &lt;div class="magnify"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:In-collaboration.jpg" class="internal" title="Perbesar"&gt;&lt;img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/In_Collaboration_with_%28album_musik%29" title="In Collaboration with (album musik)" class="mw-redirect"&gt;In Collaboration with&lt;/a&gt; (2003)&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="-moz-column-count: 3; -moz-column-gap: 10px;"&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Canda_Dalam_Nada_%28album_musik%29&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Canda Dalam Nada (album musik) (halaman belum tersedia)"&gt;Canda Dalam Nada&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; (1979)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Canda_Dalam_Ronda" title="Canda Dalam Ronda"&gt;Canda Dalam Ronda&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; (1979)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perjalanan" title="Perjalanan"&gt;Perjalanan&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; (1979)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/3_Bulan_%28album_musik%29" title="3 Bulan (album musik)" class="mw-redirect"&gt;3 Bulan&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; (1980)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sarjana_Muda_%28album_musik%29" title="Sarjana Muda (album musik)" class="mw-redirect"&gt;Sarjana Muda&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; (1981)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Opini_%28album_musik%29" title="Opini (album musik)" class="mw-redirect"&gt;Opini&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; (1982)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumbang_%28album_musik%29" title="Sumbang (album musik)" class="mw-redirect"&gt;Sumbang&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; (1983)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Barang_Antik_%28album_musik%29" title="Barang Antik (album musik)" class="mw-redirect"&gt;Barang Antik&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; (1984)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sugali_%28album_musik%29" title="Sugali (album musik)" class="mw-redirect"&gt;Sugali&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; (1984)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/KPJ_%28album_musik%29" title="KPJ (album musik)" class="mw-redirect"&gt;KPJ&lt;/a&gt; (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kelompok_Penyanyi_Jalanan&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Kelompok Penyanyi Jalanan (halaman belum tersedia)"&gt;Kelompok Penyanyi Jalanan&lt;/a&gt;)&lt;/i&gt; (1985)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sore_Tugu_Pancoran_%28album_musik%29" title="Sore Tugu Pancoran (album musik)" class="mw-redirect"&gt;Sore Tugu Pancoran&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; (1985)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aku_Sayang_Kamu_%28album_musik%29" title="Aku Sayang Kamu (album musik)" class="mw-redirect"&gt;Aku Sayang Kamu&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; (1986)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ethiopia_%28album_musik%29" title="Ethiopia (album musik)" class="mw-redirect"&gt;Ethiopia&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; (1986)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lancar_%28album_musik%29" title="Lancar (album musik)" class="mw-redirect"&gt;Lancar&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1987" title="1987"&gt;1987&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; (1987)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wakil_Rakyat_%28album_musik%29" title="Wakil Rakyat (album musik)"&gt;Wakil Rakyat&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; (1988)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1910_%28album_musik%29" title="1910 (album musik)" class="mw-redirect"&gt;1910&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; (1988)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Antara_Aku,_Kau_Dan_Bekas_Pacarmu" title="Antara Aku, Kau Dan Bekas Pacarmu"&gt;Antara Aku, Kau Dan Bekas Pacarmu&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; (1988)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mata_Dewa_%28album_musik%29" title="Mata Dewa (album musik)" class="mw-redirect"&gt;Mata Dewa&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; (1989)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Swami_I" title="Swami I"&gt;Swami I&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; (1989)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kantata_Takwa" title="Kantata Takwa"&gt;Kantata Takwa&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; (1990)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cikal_%28album_musik%29" title="Cikal (album musik)"&gt;Cikal&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; (1991)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Swami_II&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Swami II (halaman belum tersedia)"&gt;Swami II&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; (1991)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Belum_Ada_Judul_%28album_musik%29" title="Belum Ada Judul (album musik)" class="mw-redirect"&gt;Belum Ada Judul&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; (1992)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hijau_%28album_musik%29" title="Hijau (album musik)"&gt;Hijau&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; (1992)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dalbo" title="Dalbo"&gt;Dalbo&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; (1993)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Anak_Wayang" title="Anak Wayang"&gt;Anak Wayang&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; (1994)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Orang_Gila" title="Orang Gila"&gt;Orang Gila&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; (1994)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lagu Pemanjat (bersama &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Trahlor&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Trahlor (halaman belum tersedia)"&gt;Trahlor&lt;/a&gt;) (1996)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kantata_Samsara&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Kantata Samsara (halaman belum tersedia)"&gt;Kantata Samsara&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; (1998)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Best Of The Best (2000)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suara_Hati_%28album_musik%29" title="Suara Hati (album musik)" class="mw-redirect"&gt;Suara Hati&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; (2002)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/In_Collaboration_with_%28album_musik%29" title="In Collaboration with (album musik)" class="mw-redirect"&gt;In Collaboration with&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; (2003)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia_Setengah_Dewa" title="Manusia Setengah Dewa"&gt;Manusia Setengah Dewa&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; (2004)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Iwan_Fals_in_Love" title="Iwan Fals in Love"&gt;Iwan Fals in Love&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; (2005)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/50:50_%28album_musik%29" title="50:50 (album musik)"&gt;50:50&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; (2007)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Singel" id="Singel"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Iwan_Fals&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=6" title="Sunting bagian: Singel"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Singel&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;div style="-moz-column-count: 3; -moz-column-gap: 10px;"&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Serenade (bersama &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ritta_Rubby&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Ritta Rubby (halaman belum tersedia)"&gt;Ritta Rubby&lt;/a&gt;) (1984)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kemesraan" title="Kemesraan"&gt;Kemesraan&lt;/a&gt; (bersama artis &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Musica_Studios" title="Musica Studios"&gt;Musica&lt;/a&gt;) (1988)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Percayalah Kasih (bersama &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jockie_Surjoprajogo" title="Jockie Surjoprajogo"&gt;Jockie Surjoprajogo&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Vina_Panduwinata" title="Vina Panduwinata"&gt;Vina Panduwinata&lt;/a&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terminal (bersama &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Franky_Sahilatua" title="Franky Sahilatua"&gt;Franky S&lt;/a&gt;.) (1994)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mata Hati (bersama &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ian_Antono" title="Ian Antono"&gt;Ian Antono&lt;/a&gt;) (1995)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang Pinggiran (bersama &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Franky_Sahilatua" title="Franky Sahilatua"&gt;Franky S&lt;/a&gt;.) (1995)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Katakan Kita Rasakan (bersama artis &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Musica_Studios" title="Musica Studios"&gt;Musica&lt;/a&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Di Bawah Tiang Bendera (bersama artis Musica) (1996)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Haruskah Pergi (bersama &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indra_Lesmana" title="Indra Lesmana"&gt;Indra Lesmana&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Import_Musik&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Import Musik (halaman belum tersedia)"&gt;Import Musik&lt;/a&gt;) (2006)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selancar (bersama Indra Lesmana dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Import_Musik&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Import Musik (halaman belum tersedia)"&gt;Import Musik&lt;/a&gt;) (2006)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tanam Tanam Siram Siram (Kampanye Indonesia Menanam) (2006)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Marilah Kemari (Tribute to &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Titiek_Puspa" title="Titiek Puspa"&gt;Titiek Puspa&lt;/a&gt;) (2006)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aku Milikmu (Original Soundtrack &lt;i&gt;Lovers&lt;/i&gt; / Kekasih) (2008)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Single_Hits_yang_dibawakan_penyanyi_lain" id="Single_Hits_yang_dibawakan_penyanyi_lain"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Iwan_Fals&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=7" title="Sunting bagian: Single Hits yang dibawakan penyanyi lain"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Single Hits yang dibawakan penyanyi lain&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;div style="-moz-column-count: 3; -moz-column-gap: 10px;"&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Maaf (dibawakan oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ritta_Rubby&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Ritta Rubby (halaman belum tersedia)"&gt;Ritta Rubby&lt;/a&gt;) (1986)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Belailah (dibawakan oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ritta_Rubby&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Ritta Rubby (halaman belum tersedia)"&gt;Ritta Rubby&lt;/a&gt;) (1986)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Trauma (dibawakan oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/God_Bless" title="God Bless"&gt;God Bless&lt;/a&gt;) (1988)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Damai Yang Hilang (dibawakan oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/God_Bless" title="God Bless"&gt;God Bless&lt;/a&gt;) (1988)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang Dalam Kaca (dibawakan oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/God_Bless" title="God Bless"&gt;God Bless&lt;/a&gt;) (1988)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pak Tua (dibawakan oleh grup band &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Elpamas" title="Elpamas"&gt;Elpamas&lt;/a&gt;) (1991)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Oh (dibawakan oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fajar_Budiman&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Fajar Budiman (halaman belum tersedia)"&gt;Fajar Budiman&lt;/a&gt;) (1994)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nyanyian laut ( dibawakan Nicky Astria )&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menangis (dibawakan oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Franky_Sahilatua" title="Franky Sahilatua"&gt;Franky S&lt;/a&gt;.)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bunga Kehidupan (dibawakan oleh artis &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Musica&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Musica (halaman belum tersedia)"&gt;Musica&lt;/a&gt;)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Album_kompilasi" id="Album_kompilasi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Iwan_Fals&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=8" title="Sunting bagian: Album kompilasi"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Album kompilasi&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;div style="-moz-column-count: 3; -moz-column-gap: 10px;"&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tragedi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Banjo &amp;amp; Harmonika&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Celoteh-celoteh&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Celoteh-celoteh 2&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Country&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tembang Cinta (1990)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Akustik&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Akustik Ke-2 (1997)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Salam Reformasi (1998)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Salam Reformasi 2 (1999)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Prihatin (2000)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Film" id="Film"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Iwan_Fals&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=9" title="Sunting bagian: Film"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Film&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Damai_Kami_Sepanjang_Hari" title="Damai Kami Sepanjang Hari"&gt;Damai Kami Sepanjang Hari&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; (1985)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kantata_Takwa_%28film%29" title="Kantata Takwa (film)"&gt;Kantata Takwa (film)&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; (1990)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kekasih" title="Kekasih" class="mw-redirect"&gt;Kekasih&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; (2008)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Lagu_yang_tidak_beredar" id="Lagu_yang_tidak_beredar"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Iwan_Fals&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=10" title="Sunting bagian: Lagu yang tidak beredar"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Lagu yang tidak beredar&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;div style="-moz-column-count: 3; -moz-column-gap: 10px;"&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Demokrasi Nasi (1978)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Semar Mendem (1978)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pola Sederhana (Anak Cendana) (1978)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mbak Tini (1978)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Siti Sang Bidadari (1978)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kisah Sapi Malam (1978)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mince Makelar (1978)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Luka Lama (1984)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anissa (1986)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Biarkan Indonesia Tanpa Koran (1986)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Oh Indonesia (1992)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Imelda Mardun (1992)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Maumere (1993)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Joned (1993)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mesin Mesin Pembunuh (1994)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Merdeka (1995)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Suara Dari Jalanan (1996)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Demokrasi Otoriter (1996)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemandangan (1996)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jambore Wisata (1996)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Suhu (1997)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aku Tak Punya Apa-Apa (1997)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cerita Lama Tiananmen (1998)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Serdadu dan Kutil (1998)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;15 Juta (1998)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mencari Kata Kata (1998)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Malam Sunyi (1999)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sketsa Setan Yang Bisu (2000)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Indonesiaku (2001)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemarau (2003)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lagu Sedih (2003)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kembali Ke Masa Lalu (2003)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Harapan Tak Boleh Mati (2004)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saat Minggu Masih Pagi (2004)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Repot Nasi / Sami Mawon (2005)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hari Raya Bumi (2007)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perempuan Keumala / &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Laksamana_Malahayati" title="Laksamana Malahayati" class="mw-redirect"&gt;Laksamana Malahayati&lt;/a&gt; (2007)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hari Raya Bumi (2007)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berita Cuaca (2008)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jendral Tua (2008)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Paman Zam&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kapal Bau Pesing&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Makna Hidup Ini&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selamat Tinggal Ramadhan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nyatakan Saja&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berputar Putar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aku Menyayangimu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Air dan Batu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lagu Pegangan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Semut Api dan Cacing Kecil&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kata-Kata&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sepak Bola&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pukul Dua Malam&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penjara&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Belatung&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nyanyian Sopir&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bunga Kayu di Beranda&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aku Bergelora&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Suara Dari Jalanan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Penghargaan" id="Penghargaan"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Iwan_Fals&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=11" title="Sunting bagian: Penghargaan"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Penghargaan&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Juara harapan Lomba Musik Humor (1979).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Juara I Festival Musik Country (1980).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gold record, lagu &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Oemar_Bakri&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Oemar Bakri (halaman belum tersedia)"&gt;Oemar Bakri&lt;/a&gt;, PT. Musica Studio’s.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Silver record, penyanyi &amp;amp; pencipta lagu &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ethiopia_%28album_musik%29" title="Ethiopia (album musik)" class="mw-redirect"&gt;Ethiopia&lt;/a&gt;, PT. Musica Studio’s.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penghargaan prestasi artis HDX 1987 – 1988, pencipta lagu &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Buku_Ini_Aku_Pinjam&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Buku Ini Aku Pinjam (halaman belum tersedia)"&gt;Buku Ini Aku Pinjam&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyanyi pujaan, BASF, (1989).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;The best selling, album &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mata_Dewa" title="Mata Dewa"&gt;Mata Dewa&lt;/a&gt;, BASF, 1988 – 1989.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyanyi rekaman pria terbaik, album &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Anak_Wayang_%28album_musik%29&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Anak Wayang (album musik) (halaman belum tersedia)"&gt;Anak Wayang&lt;/a&gt;, BASF Award XI, 18 April 1996.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyanyi solo terbaik Country/Balada, Anugrah Musik Indonesia – 1999.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Presents This Certificate To Iwan Fals In Recognition Of The Contribution To Cultural Exchange Between Korea and Indonesia, 25 September 1999.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyanyi solo terbaik Country/Balada AMI Sharp Award (2000).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Video klip terbaik lagu &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Entah&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Entah (halaman belum tersedia)"&gt;Entah&lt;/a&gt;, Video Musik Indonesia periode VIII – 2000/2001.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Triple Platinum Award, Album &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Best_Of_The_Best_Iwan_Fals&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Best Of The Best Iwan Fals (halaman belum tersedia)"&gt;Best Of The Best Iwan Fals&lt;/a&gt;, PT. Musica Studio’s – Juni 2002.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;6th AMI Sharp Award, album terbaik Country/Balada.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;6th AMI Sharp Award, artis solo/duo/grup terbaik Country/Balada.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemenang video klip terbaik edisi – Juli 2002, lagu &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kupu-Kupu_Hitam_Putih&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Kupu-Kupu Hitam Putih (halaman belum tersedia)"&gt;Kupu-Kupu Hitam Putih&lt;/a&gt;, Video Musik Indonesia, periode I– 2002/2003.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penghargaan album &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/In_Collaboration_with_%28album_musik%29" title="In Collaboration with (album musik)" class="mw-redirect"&gt;In Collaboration with&lt;/a&gt;, angka penjualan diatas 150.000 unit, PT. Musica Studio’s - Juni 2003.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Triple Platinum Award, album &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/In_Collaboration_with_%28album_musik%29" title="In Collaboration with (album musik)" class="mw-redirect"&gt;In Collaboration with&lt;/a&gt;, angka penjualan diatas 450.000 unit, PT. Musica Studio’s – November 2003.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;7th AMI Award 2003, Legend Awards.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;7th AMI Award 2003, Penyanyi Solo Pria Pop Terbaik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penghargaan MTV Indonesia 2003, Most Favourite Male.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;SCTV Music Award 2004, album Ngetop! (pop) &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/In_Collaboration_with_%28album_musik%29" title="In Collaboration with (album musik)" class="mw-redirect"&gt;In Collaboration with&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;SCTV Music Award 2004, Penyanyi Pop Ngetop.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anugrah Planet Muzik 2004.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Generasi Biang Extra Joss – 2004.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;8th AMI Samsung Award, Karya Produksi Balada Terbaik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;SCTV Music Award 2005, album pop solo ngetop &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Iwan_Fals_In_Love&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Iwan Fals In Love (halaman belum tersedia)"&gt;Iwan Fals In Love&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;With The Compliment Of Metro TV.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Partisipasi dalam acara konser Salam Lebaran 2005, PT. Gudang Garam Indonesia.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Pranala_luar" id="Pranala_luar"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Iwan_Fals&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=12" title="Sunting bagian: Pranala luar"&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Pranala luar&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: 'Courier New',monospace; cursor: help;" title="Situs atau karya ini dalam bahasa Indonesia." lang="id" lang="id"&gt;&lt;b&gt;(id)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;a href="http://selebriti.kapanlagi.com/iwan_fals" class="external text" title="http://selebriti.kapanlagi.com/iwan_fals" rel="nofollow"&gt;Profil Iwan Fals di KapanLagi.com&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: 'Courier New',monospace; cursor: help;" title="Situs atau karya ini dalam bahasa Indonesia." lang="id" lang="id"&gt;&lt;b&gt;(id)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;a href="http://www.iwanfals.co.id/" class="external text" title="http://www.iwanfals.co.id" rel="nofollow"&gt;&lt;b&gt;- Situs baru Iwan Fals Manajemen (IFM)&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: 'Courier New',monospace; cursor: help;" title="Situs atau karya ini dalam bahasa Indonesia." lang="id" lang="id"&gt;&lt;b&gt;(id)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;a href="http://www.iwanfalsmanajemen.com/" class="external text" title="http://www.iwanfalsmanajemen.com" rel="nofollow"&gt;&lt;b&gt;- Situs lama Iwan Fals Manajemen (IFM)&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: 'Courier New',monospace; cursor: help;" title="Situs atau karya ini dalam bahasa Indonesia." lang="id" lang="id"&gt;&lt;b&gt;(id)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;a href="http://www.iwanfalsmania.blogspot.com/" class="external text" title="http://www.iwanfalsmania.blogspot.com/" rel="nofollow"&gt;&lt;b&gt;( Unofficial Site )&lt;/b&gt; - Iwan Fals Mania&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: 'Courier New',monospace; cursor: help;" title="Situs atau karya ini dalam bahasa Indonesia." lang="id" lang="id"&gt;&lt;b&gt;(id)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;a href="http://lirikpluskord.com/" class="external text" title="http://lirikpluskord.com" rel="nofollow"&gt;Lirik Lagu dan Gitar Kord-nya&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: 'Courier New',monospace; cursor: help;" title="Situs atau karya ini dalam bahasa Inggris." lang="en" lang="en"&gt;&lt;b&gt;(en)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;a href="http://www.time.com/time/asia/features/heroes/fals.html" class="external text" title="http://www.time.com/time/asia/features/heroes/fals.html" rel="nofollow"&gt;Time Asia: Asian Heroes - Iwan Fals&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: 'Courier New',monospace; cursor: help;" title="Situs atau karya ini dalam bahasa Indonesia." lang="id" lang="id"&gt;&lt;b&gt;(id)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;a href="http://adibadib.multiply.com/journal/item/1/Iwan_Fals_The_Rolling_Stone_Interview" class="external text" title="http://adibadib.multiply.com/journal/item/1/Iwan_Fals_The_Rolling_Stone_Interview" rel="nofollow"&gt;Iwan Fals The Rolling Stone Interview&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: 'Courier New',monospace; cursor: help;" title="Situs atau karya ini dalam bahasa Indonesia." lang="id" lang="id"&gt;&lt;b&gt;(id)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;a href="http://andreasharsono.blogspot.com/2002_10_01_archive.html" class="external text" title="http://andreasharsono.blogspot.com/2002_10_01_archive.html" rel="nofollow"&gt;Dewa dari Leuwinanggung&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4360674005652309536-1332076441516818340?l=ally-andis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ally-andis.blogspot.com/feeds/1332076441516818340/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ally-andis.blogspot.com/2009/04/salah-satu-manusia-indonesia-peduli.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4360674005652309536/posts/default/1332076441516818340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4360674005652309536/posts/default/1332076441516818340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ally-andis.blogspot.com/2009/04/salah-satu-manusia-indonesia-peduli.html' title='Salah Satu Manusia Indonesia Peduli pada Bumi dan Lingkungan'/><author><name>Ally Andis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04465189383082691850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Dta3ni0DAQ0/TN5GvaoIFhI/AAAAAAAAADw/uC3CcPPO_Uo/S220/46538_1353539170573_1594244560_906764_883098_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4360674005652309536.post-4377704323620810457</id><published>2009-04-22T07:32:00.000-07:00</published><updated>2009-04-22T07:32:19.324-07:00</updated><title type='text'>Earth Day part2</title><content type='html'>&lt;span style="color: #333333; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 11px;"&gt;Happy Earth Day!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                                 &lt;span style="color: #333333; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 11px;"&gt;We are celebrating Earth Day with the release of a new video - '&lt;a href="http://links.mailing.greenpeace.org/ctt?kn=6&amp;amp;m=32307195&amp;amp;r=MTcxMzA4MzgzNwS2&amp;amp;b=0&amp;amp;j=NDc1NDg4MjUS1&amp;amp;mt=1&amp;amp;rt=0" name="www_greenpeace_org_me2" rel="nofollow" target="_blank"&gt;Inspiring Action&lt;/a&gt;' - which we would like to share with you as part of our thanks for your continuing support of Greenpeace.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 11px;"&gt;When you've finished watching the video we are also hoping that you'll be inspired and help us to share its message of action on behalf of our environment by taking some online action yourself ... and helping us recruit &lt;b&gt;3 million people&lt;/b&gt; to become climate activists. Yes, you read it correctly. 3 million. It's a big number because the Earth needs big action this year.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 11px;"&gt;Here's what you can do:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 11px;"&gt;&lt;b&gt;First&lt;/b&gt;: &lt;a href="http://links.mailing.greenpeace.org/ctt?kn=2&amp;amp;m=32307195&amp;amp;r=MTcxMzA4MzgzNwS2&amp;amp;b=0&amp;amp;j=NDc1NDg4MjUS1&amp;amp;mt=1&amp;amp;rt=0" name="me2" rel="nofollow" target="_blank"&gt;Enjoy the video&lt;/a&gt;. Click on the YouTube logo at the end to rate it and leave a comment!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Second&lt;/b&gt;: &lt;a href="http://links.mailing.greenpeace.org/ctt?kn=5&amp;amp;m=32307195&amp;amp;r=MTcxMzA4MzgzNwS2&amp;amp;b=0&amp;amp;j=NDc1NDg4MjUS1&amp;amp;mt=1&amp;amp;rt=0" name="you2" rel="nofollow" target="_blank"&gt;Share it&lt;/a&gt; with your friends and family&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Third&lt;/b&gt;: Take action for the climate this Earth Day by signing our &lt;a href="http://links.mailing.greenpeace.org/ctt?kn=4&amp;amp;m=32307195&amp;amp;r=MTcxMzA4MzgzNwS2&amp;amp;b=0&amp;amp;j=NDc1NDg4MjUS1&amp;amp;mt=1&amp;amp;rt=0" name="www_greenpeace_org_go2cop" rel="nofollow" target="_blank"&gt;online petition&lt;/a&gt;: ask our world leaders to take personal responsibility for the future of the climate and attend the UN Climate summit at the end of the year. But not just attend, they need to ensure a good deal for the climate.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Here's to a future that's green and peaceful. Together we can make it happen.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 11px;"&gt;All of us,&lt;br /&gt;Greenpeace International&lt;br /&gt;http://www.greenpeace.org/climate&lt;br /&gt;http://www.twitter.com/Greenpeace_Intl&lt;br /&gt;http://www.greenpeace.org/facebook&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 11px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://links.mailing.greenpeace.org/ctt?kn=3&amp;amp;m=32307195&amp;amp;r=MTcxMzA4MzgzNwS2&amp;amp;b=0&amp;amp;j=NDc1NDg4MjUS1&amp;amp;mt=1&amp;amp;rt=0" name="earth_day_video_supporte" rel="nofollow" target="_blank"&gt;Greenpeace International&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4360674005652309536-4377704323620810457?l=ally-andis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ally-andis.blogspot.com/feeds/4377704323620810457/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ally-andis.blogspot.com/2009/04/earth-day-part2.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4360674005652309536/posts/default/4377704323620810457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4360674005652309536/posts/default/4377704323620810457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ally-andis.blogspot.com/2009/04/earth-day-part2.html' title='Earth Day part2'/><author><name>Ally Andis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04465189383082691850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Dta3ni0DAQ0/TN5GvaoIFhI/AAAAAAAAADw/uC3CcPPO_Uo/S220/46538_1353539170573_1594244560_906764_883098_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4360674005652309536.post-2634976727293922097</id><published>2009-04-17T08:02:00.000-07:00</published><updated>2009-05-09T10:57:40.540-07:00</updated><title type='text'>Hari Air Sedunia, World Water Day</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Century Gothic';"&gt;Hari Air Sedunia diperingati setiap tanggal 22 Maret, inisiatif peringatan tersebut tercetus pada Sidang&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Umum PBB ke 47 tanggal 22 Desember 1992 di Rio de Jeneiro Brasil. Pada tahun 2008, dijadikan Tahun Sanitasi Internasional, sesuai dengan tema World Water Day yaitu sanitasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Century Gothic';"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Century Gothic';"&gt;Setiap tahunnya pada Hari Air Sedunia terdapat tema khusus agar menjadi perhatian bagi warga dunia tentang betapa pentingnya air sebagai sumber kehidupan, Tema-tema tersebut antara lain Air untuk Abad ke-21 untuk tahun 2000, Air untuk Kesehatan (2001), Air untuk Pembangunan (2002), Air untuk Mssa Depan (2003), Air dan Bencana (2004), Air untuk Hidup (2005), Air untuk Budaya (2006), dan tahun 2007 berbicara tentang Kelangkaan Air.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Century Gothic';"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span id="more-129"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Century Gothic';"&gt;Sanitasi yang baik menjadi sangat penting karena dapat mencegah timbulnya berbagai penyakit khususnya diare, kematian akibat diare sebanyak 1,8 juta jiwa setiap tahunnya dan penyebab utamanya sanitasi yang buruk dan rendahnya kualitas kesehatan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Century Gothic';"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Century Gothic';"&gt;Pada tingkat dunia, seperti yang dilaporkan dalam Water Supply &amp;amp; Sanitation Collaborative Council (&lt;a href="http://www.wsscc.org/"&gt;www.WSSCC.org&lt;/a&gt;) sebanyak 2,6 milyar manusia atau 40% penduduk dunia tidak memiliki akses untuk mendapatkan sanitasi dasar. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Century Gothic';"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Century Gothic';"&gt;Sedangkan menurut berita Kompas (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Century Gothic';"&gt;5/10/07&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Century Gothic';"&gt;), 24 juta penduduk &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Century Gothic';"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Century Gothic';"&gt; tidak memiliki akses terhadap fasilitas dasar, seperti penyediaan air bersih, jauh melebihi negara-negara Asia Tenggara lainnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4360674005652309536-2634976727293922097?l=ally-andis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ally-andis.blogspot.com/feeds/2634976727293922097/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ally-andis.blogspot.com/2009/04/hari-air-sedunia-world-water-day.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4360674005652309536/posts/default/2634976727293922097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4360674005652309536/posts/default/2634976727293922097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ally-andis.blogspot.com/2009/04/hari-air-sedunia-world-water-day.html' title='Hari Air Sedunia, World Water Day'/><author><name>Ally Andis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04465189383082691850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Dta3ni0DAQ0/TN5GvaoIFhI/AAAAAAAAADw/uC3CcPPO_Uo/S220/46538_1353539170573_1594244560_906764_883098_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4360674005652309536.post-4334237507534457137</id><published>2009-04-17T07:46:00.001-07:00</published><updated>2009-04-17T07:56:19.973-07:00</updated><title type='text'>Hari Bumi Sedunia [Earth Day 2009]</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;Hari Bumi Sedunia selalu diperingati setiap tanggal 22 April, jadikan bumi tempat tinggal yang nyaman bagi manusia oleh karena itu kita wajib memelihara bumi dan lingkungannya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span id="more-145"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Bumi yang kita tempati memiliki sejarah panjang hampir sama dengan usia tata surya kita, yaitu sekitar 5 milyar tahun. Planet Bumi atau Planet Biru telah mengalami banyak hal ekstrim termasuk diantaranya bumi sangat panas pada masa pembentukannya, hujan meteor, zaman es, letusan gunung api super hingga hujan dan badai. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;Pada Zaman Es (berakhir sekitar 10.000 tahun yang lalu), dimana bumi membeku selama berjuta tahun telah menyebabkan punahnya beribu jenis mahluk hidup khususnya ketika terjadi Toba Super Volcano, dan ketika es mencair membentuk komposisi daratan dan lautan yang hampir sama seperti sekarang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;Pada Zaman Es &lt;span&gt; &lt;/span&gt;(era Pleistocene) telah terjadi letusan gunung api super Toba (Toba Super Volcano) di Sumatera Utara, sekitar tiga ribu kubik material dimuntahkan dari perut bumi telah menutupi sinar matahari menyebabkan suhu bumi turun 3 – 5 derajat Celcius. Dengan turunnya suhu bumi yang ekstrim banyak mahluk hidup tidak bertahan, menurut para analis manusia yang bertahan antara 1.000 sampai 10.000 orang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;Mahluk hidup yang ada hari ini termasuk manusia (homo sapiens) merupakan hasil dari seleksi alam, bertahannya manusia dalam seleksi alam tersebut adalah suatu hal yang patut disyukuri mengingat alam terkadang tidak bersahabat dengan mahluk hidup yang ada didalamnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;Ketika alam yang tidak bersahabat dengan manusia misalnya saat badai, gempa bumi, gunung meletus, tsunami dan sebagainya, berarti musibah atau bencana bagi kelangsungan hidup manusia. Adanya bencana alam membuktikan kepada manusia, bahwa alam tidak membutuhkan manusia, oleh karenanya manusia harus pandai membaca isyarat alam agar selamat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt;Manusia harus santun terhadap alam, kelangsungan hidup umat manusia bisa jadi tergantung pada kesantunan kita terhadap alam, kita harus membaca isyaratnya. Pemanasan global dan kelangkaan pangan adalah salah satu isyarat bagi manusia agar kita santun terhadap alam, merawat bumi (sedekah bumi) dengan cara memberi nutrisi pada bumi (tanah) adalah salah satunya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span&gt;Ingat kita hanya punya satu kesempatan dengan satu bumi yang kita tempati, yang dititipkan Tuhan untuk anak cucu kita.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4360674005652309536-4334237507534457137?l=ally-andis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://ally-andis.blogspot.com' title='Hari Bumi Sedunia [Earth Day 2009]'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ally-andis.blogspot.com/feeds/4334237507534457137/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ally-andis.blogspot.com/2009/04/hari-bumi-sedunia-earth-day.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4360674005652309536/posts/default/4334237507534457137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4360674005652309536/posts/default/4334237507534457137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ally-andis.blogspot.com/2009/04/hari-bumi-sedunia-earth-day.html' title='Hari Bumi Sedunia [Earth Day 2009]'/><author><name>Ally Andis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04465189383082691850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Dta3ni0DAQ0/TN5GvaoIFhI/AAAAAAAAADw/uC3CcPPO_Uo/S220/46538_1353539170573_1594244560_906764_883098_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4360674005652309536.post-6720588040301552948</id><published>2009-04-07T07:57:00.000-07:00</published><updated>2009-04-07T08:02:01.332-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Earth'/><title type='text'>Sejauh Mana Keprihatinan Kita Pada Bumi</title><content type='html'>Rawat pohon yang masih...&lt;br /&gt;Satu pohon ditebang satu generasi punah...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4360674005652309536-6720588040301552948?l=ally-andis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ally-andis.blogspot.com/feeds/6720588040301552948/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ally-andis.blogspot.com/2009/04/sejauh-mana-keprihatinan-kita-pada-bumi.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4360674005652309536/posts/default/6720588040301552948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4360674005652309536/posts/default/6720588040301552948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ally-andis.blogspot.com/2009/04/sejauh-mana-keprihatinan-kita-pada-bumi.html' title='Sejauh Mana Keprihatinan Kita Pada Bumi'/><author><name>Ally Andis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04465189383082691850</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Dta3ni0DAQ0/TN5GvaoIFhI/AAAAAAAAADw/uC3CcPPO_Uo/S220/46538_1353539170573_1594244560_906764_883098_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
